Hari pertama (sonichi)

Stella, melody dan jeje. Tiga orang sahabat ini sedang sibuk mempersiapkan strategi untuk audisi QUEEN OF THE YEAR yang sedang diadakan sekolahnya, dimana project yang diselenggarakan antar ekskul musik, teater dan dance ini mencari sesosok perempuan yang multi talent untuk menjadi queen atau pemeran utama dalam drama musikal special hari jadi sekolahnya.

Selang beberapa menit dari perbincangan tiga sahabat ini, akhirnya bel sekolah berbunyi. Pertanda jam pelajaran berakhir.
Ruang kelas yang tadinya ribut karena jam pelajaran kosong, sekarang semakin tak terkendali, suara teriakan disana sini berkumandang, jeje yang tidak suka dengan suasana gaduh segera keluar dari kelas tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya yang lagi sibuk menyelesaikan catatannya.

"Eh, ada kutu buku" terdengar tawa diantara ghaida dan nabilah saat memaki jeje yang baru keluar dari kelasnya, namun tak ada perlawanan sedikitpun dari jeje. Dia tetap asik dengan novel yang ada ditangannya.
Terlihat tak mau menyerah, ghaida dan nabilah pun berlari melewati jeje dan berusa menjegalkan kakinya pada gadis berkaca mata dan berpipi chubby itu.
"Dasar bocah" tutur jeje sambil menurunkan novel dari jangkauan matanya. Lalu beralih melihat nabilah dan ghaida yang membentangkan kakinya menutupi jalan dikoridor.

"Kayanya gak bosen yah, kalian gangguin kita" terdengar suara lembut yang sangat keibuan dari belakang jeje, dan ternyata adalah melody yang ditemani stella
"Udahlah, jangan pedulikan kedua bocah ini" tanpa banyak omong jeje kembali berjalan dan sengaja menabrak kaki ghaida maupun nabilah yang menutupi jalan, lalu disusul stella dan melody.
"Eh sebentar" ujar stella lalu berbalik menghampiri dua orang yang sedang merengek kesal seperti bocah.
"Nih buat kalian, jangan nangis lagi yah?" Stella kemudian tertawa licik sambil memasukkan permen di saku kemeja dua bocah tadi, lalu berlanjut menyusul dua sahabatnya yang turut menikmati pertunjukan kecil itu.
"Dasar anak musik nyebelin!" Ghaida dan nabilah yang memang emosional terlihat kesal sekali melihat tingkah tiga sahabat yang dia anggak mengibarkan bendera perang itu, namun apa boleh buat, makian yang keluar dari mulut mereka berdua sungguh percuma, karena tiga sahabat it sudah menghilang di ujung koridor yang langsung menghadap pintu pagar.
"Sepertinya mereka sudah berani sama kita bil? Kita gak boleh tinggal diam" ucap ghaida emosi
"Lalu apa dong yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tenang aja bil? Aku ada rencana buat ngegagalin mereka audisi, kita lihat aja besok" ghaida tersenyum sinis pada nabilah yang justru bingung dan tak tau dengan ide licik di kepala ghaida.

***

Hari yang di tunggu akhinya tiba, semua siswi berbaju olah raga sudah berkumpul memenuhi aula. Mereka adalah wanita wanita yang memiliki tujuan sama, yaitu menjadi queen of the year tahun ini.

Begitu juga yang terjadi di lapangan futsal, bintang si anak baru yang belum punya teman itu terlihat memojokkan diri, namun dengan perasaan optimis dia pasti akan terpilih dalam drama musikal ini, yah walaupun bukan sebagai king of the year, setidaknya dia ingin membuktikan kalau teman itu akan berdatangan disaat dia lolos dari audisi ini.
Bersama gitar kesayangannya bintang akan membuktikan pada mereka yang sekarang sedang meremehkan dan menggunjingnya.

Sudah sekian menit bintang menahan buang air kecil, karna takut giliran dia tampil namun dia tidak ada di tempat, apa boleh buat, dengan badan bergetar dan menggeliat geliat karna menahan buang air, dia segera berlari ke toilet yang ada di lantai satu, karna kebetulan aula dan sport area di sekolahan ini berada diatas gedung sekolah atau lantai dua.

Perlahan bintang mendengar sayup sayup suara gitar dari dalam aula, dia penasaran dengan sesosok pemain gitar itu, namun karna dia sudah tak tahan ingin ke toilet, dengan terpaksa dia urungkan niat untuk mengintip kedalam aula.

***

Huuu, begitulah sorakan yang bergema didalam aula, para peserta lain bersorak riuh saat alunan gitar jeje berubah menjadi fals karna dua senarnya putus, dengan wajah dingin jeje segera menghentikan permainannya, dia tak menyesali ini semua, karna pada dasarnya dia tak pernah ada niat untuk mengikuti audisi ini.
Namun berbeda dengan stella, dia segera menghampiri cindy dan yupi yang mengurus soal peralatan untuk audisi ini, termasuk mempersiapkan alat musik serta audionya.
"Pasti ini semua ulah kalian yah? Aku tau kalian tak suka sama kita bertiga, kalian takutkan kita merebut kemenangan tahun ini?" Ujar stella dengan majah kesal.
Namun yupi dan cindy hanya membalasnya dengan tertawa.
"Kalo memang gak bisa main musik ya terima aja, buat apa coba kita berbuat curang? Toh kita kan tau pemenangnya bakalan anak teater lagi? Pemenang tiga tahun berturut turut" yupi dan cindy pun segera naik ke atas panggung karna dia peserta selanjutnya, cindy bergegas mengambil gitarnya dan sementara yupi mempersiapkan micnya untuk akustikan dengan cindy.

Sementara stella masih geram saat mengingat nasib mereka bertiga yang audisinya tidak berjalan dngan baik, dia mulai menerka nerka siapa dalang dibalik semua ini.
"Udah lah stel? Kamu gak usah emosi sama bocah bocah kaya gitu? Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" jeje dan melody pun tertawa riang, diikuti oleh stella yang turut tersenyum.
"Oyah, menurut kalian berdua, aku bakalan kepilih jadi queen apa enggak?" Pinta stella sambil melenggak lenggok kan badannya sambil tertawa.
"Pasti dong, yang penampilannya paling keren kan tadi kita bertiga aja, cuman karena kita berdua gk tampil maksimal, jadi otomatis kamu yang pantas jadi pemenangnya" candaan melody sketika memecah tawanya
Namun sebaliknya dengan stella yang terlihat kebingungan, namun berusaha tersenyum.
"Mohon perhatiannya anak anak, waktunya kita mengumumkan peran dan queen dalam drama musikal kita" terdengar suara miss yuni yang menggema di gedung aula dan sontak membuat suara siswa yang tadinya gaduh menjadi hening. "Dan, yang terpilih menjadi queen tahun ini bukan siswa umum, namun dari perwakilan ekskul. Penilaian ini sepenuhnya berdasarkan potensi dan daya tarik serta yang terbaik dari kalian semua, dan yang lebih mengejutkan lagi, ini sejarah baru sepanjang tahun. Bahwa yang menang dari ekskul musik. . ." Miss yuni memberikan jeda di ujung pengumuman yang sontak membuat melody memeluk kedua sahabatnya itu.
"Sepertinya kau memang yang terbaik stell?" Melody melirikkan pandangannya pada stella yang sedang gugup serta panas dingin.
"Wanita yang memiliki potensi besar itu adalah? Melody perwakilan dari ekskul musik, sekaligus queen pertama dari ekskul musik" suara tepuk tangan segera menggema, namun sebaliknya dari si saudara kembar cindy dan yupi, serta duo bocah ghaida dan nabilah.
Jeje bergegas memeluk melody "Selamat ya mel? Kamu perwakilan pertama kita" begitu tutur jeje sambil memeluk melody yang di sertai dengan stella memeluk di sampingnya.
"Melody, cepat naik keatas panggung" panggil miss yuni agar melody naik ke panggung
Tanpa basa basi melody melepas pelukan sahabatnya, dan bergegas lari ke atas panggun.
"Mel? Selamat yah?" Untuk kesekian kalinya kata it keluar dari mulut jeje yang disambut acungan jempol dari melody yg sedang berjalan menuju panggung.
"Mel? Melo? Melody?" Bergantian stella yang ingin mengucapkan selamat pada melody namun tak ada respon, melody tetap berjalan menuju ganggung.
Tersirat senyum terpaksa dari wajah stella, "selamat ya mel?" Batin stella yang mulai putus asa.
Stella tak tahan melihat pemandangan di atas panggung, dia merasa bahagi karna sahabatnya berhasil menjadi queen, namun ada setitik rasa iri di hatinya.
"Aku ke toilet bentar ya je?" Ijinku pada jeje dan bergegas kebawah.

"Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" tiba tiba kesunyian di toilet terpecah oleh tawa seorang gadis yang ternyata ghaida
"Ngomong apa sih loe?" Tanyaku dengan nada yang mulai naik
"Jadi begini queen stella, kalo yang aku dengar dari perbincangan kalian tadi, kurasa sudah jelas kalo potensimu itu jauh dibawah jeje dan melody, tanpa harus tampil maksimal aja dia bisa menang, apalagi kalau tampil maksimal?" Ghaida merasa sudah dapat mengendalikan stella, terlihat dari ekspresi stella yang seperti orang kebingungan dan berfikir keras. "Atau mungkin aja mereka terpaksa nerima kamu jadi sahabatnya? Sampe sampe melody gak ngerespon kamu waktu kau panggil? Itu karena dia terlalu senang menjadi queen jadi lupa deh sama sahabat payahnya" kembali ghaida tertawa menang
Namun stella mulai terlihat panas.
"Udah puas ngocehnya? Lagian kamu kerjaannya nguping terus yah? Mending urusin aja tuh hidup kamu?" Stella yang mulai terpancing emosi segera bergegas pergi sambil membanting pintu toilet. Sementara ghaida tertawa penuh kemenangan dan kembali mengikuti stella ke aula.

Namun langkah stella terhenti saat ia berada di pintu aula.
Entah kenapa perasaannya menjadi aneh saat melihat jeje dan melody bercanda dengan eratnya. Perlahan ia mendatangi jeje dan melody sambil memasang senyum yang terlihat terpaksa.
"Eh stel? Ketoiletnya lama banget?" Sapa melody waktu melihatku perlahan mendekati mereka. Belum sempat aku membalas tiba tiba ghaida menyerempetku dari belakang.
"Eh sori" ucapnya singkat lalu memeluk melody dan mengucapkan selamat padanya, di lanjutkan memeluk jeje dan kemudian aku.
"Kalau mau curhat, aku siap jadi pendengar yang baik queen stella?" Bisik ghaida lirih didekat telingaku.
Perlahan ia menarik telapak tanganku dan menyelipkan selipat kertas lalu pergi begitu saja.
Pandanganku beralih pada melody dan jeje yang menatapku lekat lekat?
"Kayanya ghaida ngasih sesuatu ke kamu stel?" Tegas melody yang sontak membuatku keringat dingin.

Aku memang tak tau apa isi kertas ini, namun aku takut ini hanya jebakan si bocah it.

****
Tunggu next post yah?

evaluasi CINTA

jadi gini kasusnya! dngan sejuta kekepoan saya, saya memaksa si bejo supaya nyeritain beban yg lg dia bwa sekaran, karena udh mau UAS, jadi aku gak tega aja ngeliat dia galau terus terusan, niatnya sih pengen bantu, tapi apalah daya, sebgai seorang Combro sejati, saya gk ngerti soal lop lopan!

"sini jo!" sambil kutarik kerah bajunya supaya dia ngikutin aku!

"apaan sih kamu di?" protes bejo betexs gara gara keGALAUannya terusik!

"kamu sebenarnya kenapa sih? kerjaannya ngambilin rumput tetangga terus, abis tuh ngelamun lg sampe beliuran!, kamu lagi ngeGALAUin si tukini sapi tuan cahyo?, sampe sampe mkananmu aja ganti rumput? kita ini dh mau ujian, masa 3tahun sekolah kamu sia siain?"

gak tau berapa bab yang aku apalin it, sampe sampe bibirku rasanya tebel dan gk bertulang lagi!

lama lama aku jadi mikir, kenapa ngapalin agama yang 2ayat aja gak hapal hapal, tapi nyerocos sepanjang it kaya gak ada beban! ah sudah lah! loe pikir rumput tetangga lebih hijau dan lebat? go A head

"kamu pasti gak dengerin aku yah? aku ngomong sampe tenggorokan kering, tapi kamunya  malah beliuran(lagi)" dengan bodohnya aku nyadar, kalo udh tau bejo gak dengerin knapa aku gk berenti nerocos! ah sudah lah!

segera ku tabok muka bejo ke kanan, ke kiri berkali kali! #kayanya sadis bnget aq!

"jadi sebenernya kamu ingin ku kurangin bebannya apa enggak sih?"

"yaudah ayo ke gazebo! nanti kalo disini aku diliatin orang!" senggah bejo sambil ngepel liurnya yang bececeran.

***************

jadi gini di, bejo mulai curhat di gazebo.

kemarin tuh aku pinjam hapenya si tukini, buat nanyain sms tanggal 8 udah dihapus apa belom.
soalnya aku pernah liat tukini sms ke paijo dan aku jadi penasaran.

tapi kata tukini smsnya udah dihapus, akhirnya aku maksa bwt pinjam dan d bolehin. yah ternyata bener sih tukini smsan sama paijo. cuman aku baca 2 pesan langsung ku keluarin, soalnya gk pengen tambh sakit hati.
akhirnya aku maen game deh. cuma gak lama kemudian dia minta hapenya lg!
aku jadi penasaran sma sms slanjutnya apa. tapi aku pikir pikir takut sakit hati juga.
tapi sejauh it aku masih mikir positif aja sih di.
dan aku juga masih sering komunikasi ama tukini. ya walau cuma sebatas smsan.

baru setelah it aku ngerasa ada yang aneh aja sama aku! kayanya aku datang disaat yang tidak tepat.
cintamu tlah dimilik. #nyanyi.

woy jones dan PeHaPe, udah masukan!

yaudah deh di! nanti dilanjutin lagi waktu pulangan.

"ada novel kah di?"

"gak ada jo, emang buat apa?"

"buat baca lah, hari ini pelajaran pak selamat kan? males ngeliatin ujan lokalnya bapak! mending baca novel biar gak ngantuk!"

hahaha dasar kamu!
cpat kekalas dah, kamu ambil novelnya dilaciku.

aku mau catat curhatanmu di blogku dulu. hehe.

tapi beneran kan nanti curhatnya dilanjut jo?

"iya" jawab bejo singkat lalu ngacir ke kelas.

cinta Bodor dan Konyol

selamat sore hadirin yang dimulyakan allah.

apakah kalian gak ada yang merindukan kehadiranku!

aku rindu berat tau sama kalian :-D

sekarang hari selasa, hari ngapel buat para combro, ngapel lantai maksudnya.

GUA lagi GALAU :'(

gua merasa dikhianati dan di pehapein sama peliharaan gua.
dia lebih memilih tuan rudi si guguk tetangga sebelah.
yah, gua seleranya emang peliharaan, bukan manusia.

nasib jomblo memang gak jauh dari galau, se seneng senengnya jomblo pasti nanti bkalan ngerasa kesepian.
kayak lagunya sheila on sepen, "slamat tidur kekasih gelapku, KESEPIAN" yang kaya gitu tuh liriknya?
tau kan?
harus tau!

oyah dari atas ngomongin panjang lebar tentang galau, emang reader tau apa it galau?

kalo gak tau sini deh aku bisikin! deketin telinganya! :-*
*Oops! o_O aku khilaf!

#skip

jadi galau itu rasanya kayak cowok yang disuruh belikan pemb*lut sama i*unya, lalu belaga sok gak ngerti apa guna pemb*lut supaya gak ditanyaain kasir di swalayan! DAN ternyata setelah nyampe rumah i*u kita udah beli pemb*lut sendi!
itlah galau! -____-

selain galau ada juga adeknya yang biasanya disebut PeHaPe sama jones jones di ujung sana!

jadi pehape it gak beda jauh ama galau!
yaitu kaya kita yang lagi kebelet be`eng, dan musti jalan berkilo kilo meter buat nyari jamb*n, tapi setelah d depan jamban kita buka pintu dan disitu gak ada kran air, WC atwpun sebangsanya, jadi cuma bisa masuk, maksa be`eng lalu dijilat dan ditelan! #superJOROK *huek!
tapi mau gimana lagi  coba, itlah rasanya pehape!

ciri ciri galau dan korban pehape
- mojok sendirian, maksudnya diem dipojokan sendirian

- orangnya keliatan bersih dan seger, soalnya tiap hari kena air terus! mulai dari nangis, showeran di pojok kamar manadi, sampe maen ujan ujanan biar gak ketahuan kalo lagi nangis #ngenes -__-

- sering online di sosmed, maksudnya jadi stalkernya "ORANG"

dan masih banyak lagi!

tapi buat para combro jangan pada galau, soalnya masih bnyak yg lebih baik dari orang yang pehapein kamu! :-D

tapi orang ngomong itu gak semudah ngelakuinnya sih! hahaha!

nah! kayanya cukup sekian materi galau dan  pehapenya!
tungguin evaluasinya yah! nanti aku kasih sepenggal kasus Galau dan kalian coba renungin solusinya!

oke, dah gelap waktunya buat aku bekeliaran! hehehe

duluan MBLO! :-D

Hadi comeback

hai hai hai, apa kabar kalian semua? Maaf nih lama gak posting, aku gk ada maksud buat ninggalin blog ini, cuman 2minggu terakhir ini saya sibuk sama PSG, jadi gak ada waktu deh buat posting, hehehe *sokSOKan.

Oyah sebelumnya saya selaku pemilik BLOG mohon maaf apabila ada salah kata, ucapan, yang menyinggung hati reader sekalian.

Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Oyah, saya juga minta maaf karna tidak bisa mengikuti #juniNgeblog yang d adakan salah satu akun twitter sampai selesai, sehingga cerpenya gak berlanjut deh.

Tapi sebagai bentuk permintaan maaf, saya akan buat tulisan yang berGenre fanfic, dimana tokohnya adalah member jekeiti fourty eight
Hehehe, buat para VVota berbahagialah XD
Dan yang haterz atwpun tidak suka jekeiti jangan bersedih, karna genre cerpen.a umum, jadi walau reader bukan fans jekeiti, kalian tetap bisa mengikuti alur cerita.a

Karna saya juga bukan skaimen (fans langit :-D ) jadi kalo soal jekeiti cuma tau dasar dasarnya aja, hehe
Jadi banyak do'a aja deh biar fanficnya gak garing oke?

Jadi rencananya fanficnya bakalan d update minimal 1posting dalam seminggu, ingat yah minimal jadi bisa aja seminggu 2posting atw lebih.
Selain itu mohon dimaklumi kalau sering ada typo atau singkatan singkatan, karena ngeBLOGnya lewat HP, maklumlah belum bisa beli leptop, hehe *kokMalahCurhat #lupakan

Next,

selain postingan fanfic juga perkenankan saya memposting semua cerita cerita di dunia industri yang sedang saya jalani, pokoknya dijamin buat hari hari kalian terhibur deh, okey?

Kayanya itu aja deh kabar baru yang dapat saya sampaikan, hehehe stay terus disini yah?

Sampai ketemu di first fanfic, lop yu al? :-*

Perjalanan AWAL

Sambungan "pertemuan singkat"

aku melewati pelajaran bahasa indonesia di kelas tanpa sepatah kata pun, penyesalan masih ada di benakku, tak pernah sebelumnya aku tertidur di kelas, betapa terlihat bodohnya aku tadi?

"kamu gakpapa kan DI?"

"gakpapa" jawabku singkat dan tersenyum simpul

"kamu lagi ada masalah? Gak biasanya kamu tertidur didalam kelas? Bahkan tidak pernah sebelumnya, kamu memikirkan apa?"
aku dan nuril pun terjadi saling pandang beberapa detik
"aku semalaman gak bisa tidur ril?"

"memangnya apa yang kamu pikirkan? Kok sampe gak bisa tidur? Soal ayahmu? Kamu kangen dengan dia"

seketika hadi menundukkan kepalanya, dia berusaha mengendalikan emosional dan kegundahan hatinya, mencoba agar terlihat tetap tegar di hadapan sahabatnya.

"sudahlah? Kamu boleh saja kangen sama ayahmu, tapi jangan sampai membuat kamu menjadi seperti ini, kamu harus tetap semangat menjalani hidup! Lagian kan masih ada ibumu?"

"kamu harus bisa buktikan kepada ayahmu dan orang orang, kalau kamu bisa sukses walau tidak didampingi seorang ayah?" nuril pun semakin panjang lebar menasehati hadi yang hanya tertunduk tanpa merespon semua ucapannya.

"makasih ril?"

"iyah, sama sama. Kamu gak boleh sedih lagi, karna aku punya berita spesial buat kamu?"

"berita apa memangnya?"

"hehehe, mau tau aja apa mau tau banget?" nuril pun tak hentinya menghibur dan membuatku tetap tersenyum

"serius dong, jangan buat aku penasaran"

"hehehe, iyah iyah jadi gini? 2 minggu lagi akan ada olimpiade sains dan pak har(guru IPA) meminta 6 orang anak sebagai perwakilan sekolah kita, 2 orang kakak kelas IX, 2 orang kakak kelas VIII dan dua orang dari kelas VII, jadi dari kelas IX mewakili kimia, kelas VIII mewakili biologi dan....."

"dari kelas VII mewakili Fisika, yaitu perwakilannya aku dan kamu, iya kan?"

"hahaha, pintar"

"aduh, gak ada orang lain apa selain kamu ril? Dari SD selalu saja yang dilihat kamu"

"hahahaha, mungkin kamu jaraknya memang gak boleh jauh jauh dari aku di?" seketika tawa kamu berdua memecah kesunyian dalam kelas, dimana pada saat iru memang waktunya istirahat

"oyah DI, udah jam 9 nih? Kamu sudah absen sholat belum? Ayo kita sholat dulu, sekalian biar kamu lebih tenang"
aku dan nuril bergegas ke masjid untuk melaksanakan sholat, yang kebetulan masjidnya terletak tidak jauh dari kelas kami.

Pelajaran selanjutnya berjalan lancar, bebanku seolah olah sudah tak ada lagi, sejenak kupandangi nuril yang memang duduk sebangku denganku.
"dialah orang yang luar biasa, dia adalah penolongku dan sahabat terbaikku, MAKASIH RIL?" Ucap hadi dalam hati

----

sepulang sekolah aku dan nuril janjian untuk kerja kelompok di rumahku, sekalian membahas materi olimpiade sains yang tinggal beberapa minggu lagi.

Pemandangan seperti ini memang bukan hal baru bagi ibuku, sejak SD aku dan nuril memang sering bersama sama, entah dalam mewakili olimpiade, ataupun cerdas cermat, bahkan saat pengumuman juara umum pun kami selalu bersama di posisi teratas.
Namun walaupun nuril berada di posisi kedua dia tidak pernah iri padaku, dan waktu nuril pernah diposisi pertamapun aku juga tak merasa tersaingi lagi.

10 menit perjalanan pulangku telah usai, aku baringkan badanku di atas bale bale bambu yang ada didepan rumah, udara segar khas pesisiran pantai pun meniup niup di badanku.

"kamu sudah pulang DI?" tegur ibu memecahkan kesunyianku

"ibu dari mana? Kok bawa ikan?" tegurku balik membalas percakapan ibu

"hehehe, kaya gak tau aja? Ini dikasih sama pak yoto, katanya buat makan kucing ibu"

"loh, kita kan gak punya kucing bu'?"

"hahaha, hadi hadi yah maksudnya itu kamu nak?" sejenak aku berfikir lalu tertawa renyah bersama ibu

"hahaha, masa ada kucing segede saya bu'? Hahaha, sampe sampe saya aja gak berani ngukur berat badan sama tinggi bu'?"
suasana keakraban pun terjalin diantara aku dan ibu, semua itu terjadi hingga ibu usai memasak makanan untuk kami makan siang.
"wah, waktunya makan nih bu'?" candaku serasa melihat lihat tudung saji yang sudah terdapat nasi beserta pelengkapnya, yaitu ikan goreng dan sambel favoritku

"assalamu'alaikum?"

"wa'alaikum salam? Pas banget kamu ril? Datang datang diwaktu makan, hehehe"

"eh ada nuril? Sini ikut makan sekalian? Pasti kamu belum makan kan? Soalnya tadi ibu ketemu ibumu, katanya baru mau cari sayuran"

"hehehe, ibu tau aja deh, saya memang lagi lapar nih bu" canda nuril dengan muka penuh ibu

kamu bertiga pun segera makan bersama.

"oyah bu', aku dan hadi mewakili sekolahan buat olimpiade sains loh? Hebatkan? Hehehe"

"alhamdulillah, tapi hadi masih belum ada cerita tuh sama ibu"

"hehehe, iyah bu' saya lupa tadi, habisnya yang ada di otak saya cuman makan siang tadi itu, LAPER Hehehe"

"hahaha, dasar kamu tuh di? Yang ada makan mulu?" nuril mengimbangi semua perkataannya denga tertawa puas

"kalau kurang nambah ril? Jangan malu malu?, oyah, kalian berdua harus bisa buktikan, walaupun kita anak pinggirang bisa BERPRESTASI? Hehehe, ibu bangga dengan kalian?"

bersambung~

Pertemuan singkat

sambungan "AKU"

45 menit upacara bendera sudah selesai dilaksanakan, semua siswa dilapangan segera berhambur ke kelas masing masing.

"kamu sudah kerjakan tugas matematika DI?" sapa nuril memecahkan kebisuanku

"sudah dong :D, kamu? Sudah apa belum?"

"hehehe sudah juga, mati aku kalo harus ngedengerin pak sutaji ceramah, bisa berjam jam kan? Mending aku kerjakan tugas aja"

"hahaha, kamu bisa aja ril?"

"oyah, aku kekantin dulu yah beli air minum, kamu mau juga?"

"gak usah, aku sudah bawa dari rumah kok"

"oh, yasudah deh, kalo gitu kamu kekelas aja dulu? Sekalian aku nitip tas yah?"
nuril segera melepaskan tas dan melemparkannya padaku serta bergegas lari ke kantin.

Nuril memang orang yang gak pernah mau kalah dengan lelaki, kelincah serta sifatnya yang keras kepala membuat dia menjadi sasaran empuk bagi anak anak yang belaga menjadi preman disekolah ini, namun dia tetap saja percaya diri dan gak mau kalah, apabila di bully sama preman preman sekolah ataupun kakak kelas seperti mereka.

Sesampainya dikelas aku segera membaca ulang pelajaran sebelumnya yang akan di lanjutkan hari ini.
Pelajaran pertama hari ini bahasa indonesia.
Ini merupakan pelajaran yang teramat sangat tidak diinginkan di kelas kami, semua itu terjadi bukan karena pelajarannya membosankan, namun gurunya yang tidak begitu "pas" dihati.
Sebut saja pak slamet, dengan prawakan pendek dan sedikit gemuk, beliau selalu mengajar di iringi dengan hujan lokal, kalau ada siswa belum mandi, bisa saja duduk didepan supaya bisa cuci muka, sealain itu beliau juga suka bertele tele dan tidak begitu menguasai pelajarannya sehingga siswa/siswi enggan mendengarkan semua penjelasannya.

Belum sempat pak slamet masuk ada sesosok perempuan yang terlihat ngos ngosan sambil mencariku.
Dia adalah mbak nia, tetangga sebelah rumah dia segera menghampiriku dan mengajakku untuk mengikutinya.
"ada apa memangnya mbak?" tanyaku penuh dengan kebingungan

"ayo ikut embak di? Ada yang pengen embak tunjukin ke kamu?"

"emangnya nunjukin apa mbak?" aku pun semakin bertanya tanya sendiri

"sudah ikut aja dulu? Nanti embak jelasin dijalan" mbak nia pun segera menarikku untuk pergi bersamanya

"tapi mbak? Saya belum ijin, lagian ada apa sih memangnya?"

"gak usah ijin dulu? Nanti aja?, hmmmm anu, ibumu tadi bertengkar dengan ayahmu?"
seketika aku kaget dan semakin tidak tenang

"lalu gimana dengan ibu mbak? Mereka ada dimana"

"mereka ada dirumah tadi, tetangga sebelah juga gak ada yang berani ikut campur?"

"ya sudah deh mbak? Kalau gitu saya duluan aja deh? Makasih ya mbak?" tanpa berfikir panjang lagi hadi berlari sekencang kencangnya, serasa dia udah tak menginjak kan kaki lagi di bumi ini, yang ada dibenaknya cuma kegelisahan akan ibunya, karna apabila sudah kelahi ayah seperti orang kesetanan, bahkan tak kenal lagi keluarga atau yang lainnya.

Hadi bergegas lari kerumahnya yang tinggal beberapa meter dihadapannya, kelihatannya tak ada yang aneh dengan keadaan rumah, sampai akhirnya dia buka pintu dan tak ada seorangpun didalamnya, namun keadaan rumah sudah sangat berantakan.

Hadi semakin gelisah melihat itu semua, dia bergegas mencari tau ke tetangga sebelah tentang keberadaan ibu dan ayahnya, hingga akhirnya dia diberitahu kalau ibunya dibawa ayah ke tebing dekat rumahnya.
Hatinya semakin tak karuan, dia tak bisa berfikir jernih lagi, semua hal buruk berkecamuk dibenaknya, hingga akhirnya dari kejauhan dia melihat ibunya yang sedang menangis dan di seret oleh bapaknya.
"ibu'????" teriak hadi dari kejauhan.
Bergegas dia sekencang kencangnya dan mendorong ayah hingga terjatuh, lalu memeluk erat ibunya dengan uraian air mata.

"sekarang semua keputusan ada padamu DI? Kau memilih tinggal bersama ibumu atau aku, ayahmu"

"hahaha, kamu itu memang orang gila yah? Aku sudah tak punya ayah, apalagi jika ayahku adalah orang sepertimu?, kamu tuh tak punya hati? Kau tega menyakiti ibuku? Apa mungkin seorang suami tega menyakiti istrinya? Kau bukan ayahku?"

"oh, jadi selama ku tinggal, ini yang ibumu ajarkan? Menentang dan melawan orang tuamu? Dasar anak tak tau diri" seperti tanpa beban ayah segera menampar ibuku, namun malah akulah yang terkena tamparan itu.
Emosiku sudah tak terkendali segera aku bangkit dan mendorong ayah hingga terjatuh lagi "jdarrrr" tiba tiba terdengar suara hentakan di telingaku.
Kalang kabut aku terbangun dari tidurku, "bapak?" sapaku pada pak slamet yang sudah berada dihadapanku.
"ini itu kelas, bukan hutan, kenapa kamu teriak teriak histeris sekali?" tanya pak slamet singkat dengan muka yan tak biasanya
namun aku hanya bisa menundukkan kepala, seraya menyesali kesalahanku ini.

AKU

dipesisir laut "kidul" hadi memulai perjuangan hidupnya, kehidupannya semenjak ditinggal seorang "ayah" membuat dia menjadi "panas hati", dia semakin semangat menjalani hidup ini, dengan prinsip hidupnya dia yakin bahwa "apa yang orang lain bisa kerjakan, AKU PASTI BISA"

di umurnya yang ke 13 tahun dia memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan, karna menurut teori dia, "bahwa manusia hidup didunia ini, tujuannya adalah mencari KEBAHAGIAAN" jadi dia tak terlalu berambisi menjadi orang yang mati matian hidup untuk belajar, namun dia lebih suka mencari pengalaman dan kebahagiaan, karna banyak orang orang yang berhasil sekolah tinggi namun hidupnya sengsara, sehingga dia menyimpulkan bahwa keberhasilan timbul bukan dari pendidikan tinggi, namun dari tekad kuat dan usaha.
Sebenarnya tak susah orang mencari uang di dunia ini, toh berbekalkan tutup botol saja anak anak dijalanan bisa makan, bagaimana kalau kita memanfaatkan botolnya? Pasti kita bisa menciptakan uang yang nominalnya jauh lebih besar, entah kita buat "botol lukis" untuk pajangan, atau pun miniatur dalam botol, semuanya bisa kita lakukan selama kita mau berusaha, bukan karna kita sekolah tinggi.
namun figur seorang ibu yang menginginkan anaknya menjadi orang sukses kelak, berusaha mati matian membujuk hadi agar mau melanjutkan sekolahnya ke bangku SMP, alhasil dengan rasa kasihan pada ibunya dia menuruti kemauan itu.

Pagi ini hadi sudah bersiap dengan seragam putih birunya, sambil menunggu waktu berangkat sekolah dia tak lupa dengan kegiatan rutinnya yaitu menyapu halaman dan mencuci piring, hitung hitung sebagai imbalan kerja keras ibunya selama ini, hingga akhirnya tepat jam 7 dia berpamitan pada ibu dan berangkat sekolah.

Sekolahan hadi memang tak jauh dari pesisiran pantai ini, dengan waktu sekitar 10 menit dia sudah bisa menjangkau sekolahannya hanya dengan berjalan kaki.

Tepat di depan gerbang sekolah, tiba tiba bel berbunyi, pertanda upacara hari senin segera dimulai.
Yah, memang terlambat/datang dengan waktu yang minim sudah menjadi rutinitas hadi sejak masa masa SD, karena menurut dia tak ada gunanya kita datang pagi hari, hanya termenung dan bermain tidak jelas, namun dia lebih suka menghabiskan pagi harinya dirumah untuk membantu orangtuanya, karna menurutnya itu lebih berguna dibandingkan berangkat pagi kesekolah.

"hmmm, kamu kapan sih di mau datang pagi?" sapa nuril saat aku mulai memasuki lapangan upacara dengan keadaan tas yang masih ada di punggungku.
"hehehehe, memangnya kalau berangkat pagi mau ngapain juga?" jawabku singkat seraya meletakkan tas dipinggir lapangan
"hahaha, memang yah kata teman teman, kamu tuh satu satunya anak dengan pemikiran aneh, pemikiran sewajarnya itu, anak anak seusia kita haus akan bermain, bukan malah memikirkan hidup dan hidup"

"eh, jangan salah ril? Bukan.a aku mikirin hidup terus, cuman rasanya aneh aja kalo otak kita itu isinya cuma mainan dan mainan, apa gak buang buang waktu sama sekali?, kan lebih baik aku mencari kebahagiaanku? Termasuk dengan membantu dan membahagiakan orang tuaku"

"hahaha, terserahmu deh? Otakmu itu memang aneh?, cepat baris gih? Sebelum pak setyo teriak teriak karena jam upacara molor? Hehehe" kamipun tertawa renyah dan begegas gabung dalam barisan.

Nuril adalah satu satunya perempuan yang mau menjadi sahabatku, dia itu satu satunya orang yang bisa menerima kekurangan, ketidak mampuan, serta keanehan "pola berfikir" ku.
Dia selalu menemaniku, menjadi tempat curhat, serta segalanya buat aku.
Dia adalah satu satunya yang kupunya selain ibu :)