Hari pertama (sonichi) 3

Setelah beberapa menit, stella, jeje dan melody tak sengaja masuk kedalam aula secara bersamaan.
Melody yang coba menyapa stella hanya dibalas senyum palsu, yang seketika membuat melody terlihat kusam.
Jeje kembali menepuk nepuk kan tangannya di punggung melody sebagai isyarat dia harus sabar menghadapi stella yang sedang emosi, dan hanya senyum lah yang bisa melody berikan pada jeje sebagai tanda mengiyakan.

Seolah tak ada masalah jeje menarik tangan melody untuk melewati stella yang terlebih dahulu memasuki aula.
Jangan tatap stella, bisik jeje di telinga melody.
Dengan mantap melody mencoba percaya pada semua rencana jeje.

Stella yang terlihat jengkel segera menghentikan langkahnya, dan duduk di bangku sebelah kirinya.

Stella mencoba mengalihkan kejengkelannya dengan cara mendalami naskah yang di berikan di pintu masuk aula tadi.
Sudah berkali kali stella membaca satu bait dialog namun tak ada yang menempel di otaknya!
Perlahan stella pun mulai gusar dengan kejengkelannya, berulang kali dia acak acak rambut untuk mengekspresikan ke jengkelannya itu.
"Katanya kalo orang lagi bad mood, coklat bisa jadi rekomendasi yang baik lo" stella sontak kaget dengan suara asing itu, dia edarkan pandangan pada lelaki yang sedang memegang coklat di bangku sampingnya, tanpa banyak bicara stella mengalihkan lagi pandangan dari lelaki itu.
Kekesalan yang dia rasakan membuat stella malas basa basi, apa lagi makan.
Sekilas stella sadar kalau coklat di hadapannya sudah dibukakan bungkusnya.
"Coba makan deh, atau pengen ku suapin?" Laki laki itu berulang kali menyuapkan sebatang coklat ke mulut stella, yang ada malah membuat stella semakin jengkel dan emosi.
"Udah deh rel? Jangan ganggu gue" bentak stella dengan nada yang semakin tinggi.
Farel, lelaki yang duduk disamping stella tiba tiba tersenyum geli, dia merasa senang melihat tingkah kekanak kanakan sahabat kecilnya itu.
"Kamu masih kekanak kanakan yah tingkahnya" dengan gemas farel mencubit pipi dan hidung
stella.
"Ih, apa si lo rel? Kamu juga kan tetep yang paling bisa buat aku senyum!" Sekilas stella tersenyum senang dengan keberadaan farel disampingnya, lalu merebut dan melahap coklat dari genggaman lelaki yang sudah menghiburnya.

Setidaknya stella merasa ada yang masih perduli padanya, yaitu farel sahabat kecilnya, walaupun persahabatan mereka sempat dijaraki oleh melody dan jeje sahabat barunya. Tapi farel tak segan menghibur stella dikala hatinya di hinggapi rasa kesendirian.
Stella melirik farel yang ternyata sedang memperhatikan dia.
"Ih, kamu kenapa liatin aku kaya gitu? Nanti naksir loh?" Tawa stella pecah seketika saat melihat farel tersenyum simpul
"Tenang aja, gue bakalan tetep setia sama jeje kok" farel pun turut memecahkan tawanya, di barengi dengan wajahnya yang mulai memerah.
Stella sejenak berubah masam melihat tingkah farel, dia mengalih kan pandangan pada jeje dan farel bergantian, ada sedikit kecemburuan dalam hatinya, namun dia harus memendam perasaannya itu, karena dia sudah berjanji pada farel untuk membantu mendekatkan farel dengan jeje.
Sambil menikmati coklat di dan rasa kecemburuan stella menyandarkan kepalanya dibahu farel, bahu yang selalu menemani kesedihannya semasa ia kecil dulu, disaat stella mengis saat jatuh dari sepeda, saat dia di tinggal sahabat sahabatnya dan bahu inilah tempat bersandarnya, tempat meneteskan air mata dan tempat stella mendapatkan. . . .
"Udah kamu jangan cemberut terus, jadi bener yah kamu kelahian sama melo dan jeje" sambil melayangkan pertanyaan itu farel membelai lembut rambut stella
"Yah, disinilah tempatku biasa mendapat belaian dari orang yang ia sayang dan cintai" begitu batin stella melanjutkan lamunannya.
Dia bahkan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya, dia lupa dengan melo, jeje, ataupun queen of the year!
Yang ada di otaknya saat ini hanya farel, farel, farel dan farel.

"Memangnya kamu gak marah, karna aku lebih perdulikan sahabat baruku. Melo dan jeje?" Perlahan stella menegakkan kepala dan menatap farel.
Tak langsung menjawab, tetapi farel malah menatap kosong ke arah panggung aula yang di penuhi panitia untuk menyiapkan pengeras suara.
"Menurutku sahabat itu gak perlu selalu ada buat kita, namun bisa faham dan mengerti kita itu sudah cukup" kembali stella mengalihkan pandangannya ke farel yang masih melamun.
"Jeje pasti beruntung bisa dicintai orang perhatian, pintar, ganteng dan setia kaya kamu" stella mencoba tersenyum dibalik kecemburuan yang dia rasakan "aku pasti akan selalu bantu kamu kok, karna aku yakin jeje juga suka sama kamu, siapa sih yang tega nolak sahabatku" stella seketika tertawa geli diiringi konflik di dalam batinnya "Aku akan selalu ngerti dan memahami kamu rel, karna kau itu sahabat ku, iya sahabat" batin stella semakin gundah, dia tak tau harus membenci jeje yang sudah membutakan farel, sehingga farel tak sadar dengan keberadaan stella yang mencintainya.
Namun disisi lain, kenapa stella perjanji akan membantu farel sahabatnya itu untuk mengejar kebahagiaannya.
Di tengah konflik batin yang dialami, stella dikejutkan getaran ponsel di sakunya.
Dia rogoh saku di baju putih dan mengfokuskan pandangan pada layar ponsel itu.
Private number~ begitu batin stella berkata.
"Siapa yang telfon? Kok gak diangkat?"
"Gakpapa kok rel" sekilas stella tersenyum simpul dan mendekatkan jari jempolnya menuju layar ponsel layar sentuhnya, stella sudah mantap ingin mengangkat telfonnya, walaupun ini akan menjadi pertamakalinya stella mengangkat telefon yang misterius, karna teman temannya saja banyak yang jengkel saat telfon penting namun tak direspon stella, dimana alasannya karena nomornya gak ada nama.
Namun berbeda kali ini. Dia penasaran dan segera menerima panggilan masuk itu, semakin dekat telinganya dengan ponsel namun tak ada suara yang keluar, dan seolah mulut stella kaku sehingga tak mampu untuk mengucapkan sepatah kata saja.
"Gue bakalan ngebantu loe buat rebut sahabat kecil loe itu dari jeje"
"Kamu~" stella segera menarik ponselnya dari telinga, dan dengan ekspresi yang was was dia edarkan pandangannya ke seluruh sudut aula.
"Ada apa stell? Kayanya kamu ketakutan gitu" stella seolah tak menggubris farel, dia masih sibuk dengan suara misterius tadi, dia yakin tau orang itu, dan dia yakin hanya orang yang tau masalalunya yang bisa bicara begitu, dia adalah orang yang dekat denganku.
"Oh, aku gakpapa kok rel, cuman lagi nyari ghaida, apa kamu tau dia dimana?"

Bersambung………
Ada pelebaran part guys, jadi belum tau sampe part berapa, hehehe.

Dan tolong komentar dan sarannya ya?

BBM untuk gingerbread

Hai kawan? Apa kabarnya?

Sekarang sudah tiba saatnya untuk hape jadul berBeBeMan ria.
Setelah penantian panjang, sekarang waktunya tiba.

Jadi kalo saya baca baca ada bnyak cara rumit cuma buat instal bbm.

Tapi disini saya cuma pengen mudahkan saja, gak perlu ribet ribet buat instal.

1. Download apk bbm DI SINI (dapet link dari temen)

2. Setelah didownload silahkan instal apk di ponsel anda

3. Setelah itu masuk ke aplikasi yang sudah di instal dan daftarkan bbm id anda. *semua kolom pendaftaran diisi

4. Setelah mengisi kolom dan mendaftarkan id, maka ponsel akan memakan waktu lama untuk mengatur BBM *dibutuhkan jaringan yang kuat, namun apa bila loading gak selesai selesai coba restart ponsel anda.

5. Dijamin BBM sudah connect di ponsel gingerbread

Dan buat hp mahal? Siap siap di ping dari hape murahan! Mito jadul mungkin! Hehehe

Cukup sekian cara instal BBM untuk gingerbread dengan cepat, dijamin work! Dan bukan tipu tipu.

Nanti kalo ada app resmi dari googleplay aku kabari!
Oke saya kira sudah cukup, apa bila ada yang masih bingung bisa hubungi lewat komen atau email saya. Dan yang udah berhasil invite aja 763D0335 *kalo mau.

Hahaha! Penantian panjang sudah berbuahkan hasil!
See you guys?

Hari pertama (sonichi) 2

Melody yang terpilih menjadi queen of the year sontak membuat stella kaget.
Hingga akhirnya stella terjebak di situasi yang sulit, dia harus mendengar kata ghaida ataukah tetap percaya pada sahabatnya, yang dia rasakan sahabatnya itu seperti mulai cuek terhadap stella.

"Kamu pegang apa sih stel?" Melody mulai curiga saat stella terlihat gugup
"Selamat ya mel?" Tiba tiba si kembar yupi dan cindy muncul sambil mengucap selamat dan memeluk erat melody
Aku sempat jengkel melihat melody dan jeje yang bersikap manis didepan cindy dan yupi karna sudah jelas yang merencanakan ide dibalik putusnya senar gitar jeje sudah pasti mereka.
Memang mau siapa lagi? Orang yang kurang suka dengan kita bertiga dan yang leluasa memegang alat alat musik untuk audisi ini cuma sikembar itu, jadi gak mungkin ghaida dan nabilah pelakunya.
Namun tiba tiba stella tersadar dengan situasi ini, dia bergegas menyelipkan kertas ghaida kedalam spatunya, lalu turut berbaur dengan melody, jeje, cindy dan yupi yang sepertinya sedang asik mengobrol.

"Oke anak anak, saya kira audisi ini sudah selesai, dan kalian bisa pulang sekarang juga, namun untuk pengumuman peran drama musikal, besok akan kita tempelkan daftar pemainnya di papan pengumuman, dan mulai besok kita sudah latihan di aula ini sekaligus dengan pemain prianya, oke? Selamat berjuang hingga dua minggu kedepan" penutupan oleh miss yuni itu mengiringi para siswa yang mulai berhambur keluar dari dalam aula, begitu juga melody, stella, jeje beserta novel di tangannya.
"Eh stel?" Melody tiba tiba memanggilku yang memang berjalan mendahului mereka.
"Kamu kenapa dari tadi murung? Apa karna kamu gak terima dengan kenyataan yang ada?" Perlahan Melody mendekati stella.
"Enggak kok mel? Mungkin perasaanmu aja" pinta stella sambil melangkahkan kakinya terus ke depan, namun belum beberapa langkah stella berjalan, melody menarik tangannya.
"Bukan berarti aku bahagia stel, saat aku menjadi juara, justru aku tersiksa" belum sempat melody menjelaskan, namun stella sudah menghentakkan tangannya hingga terlepas dan melanjutkan langkahnya.
"Maafkan aku yang sudah mengaku BINTANG pada kalian?" Begitulah kata yang terucap dari stella sebelum ia lari meninggalkan melody dan jeje.
Yah, stella sudah termakan gelar queen. Sampai sampai ia kolot dengan semua ini.

***

Suasana gaduh dilapangan futsal mulai reda, hanya tersisa bintang yang sedang meratapi nasib.
Ia gagal dalam audisi ini, ia tak dapat menjadi king of the year tahun ini.
Terlebih dia memang mengakui kemampuan farel yang luar biasa, selain icon sekolah, farel juga merupakan anak dengan segudang kelebihannya, pandai bermain alat musik, pintar, friendly, baik dan tidak sombong.
Sementara bintang? Bintang cuma anak baru yang gak punya temen walau sudah hampir satu bulan.
Bahkan sekarang harapannya untuk didatangi teman baru saat mendapat gelar king sudah musnah, bahkan dia tak dapat simpati sedikitpun dari teman temannya.
Namun tiba tiba lamunan bintang hancur saat teringat wajah gadis kembar, dengan twintail serta perawakan chuby dan kekanak kanakan yang tadi bintang intip sedang tampil diaula setelah bintang kembali dari toilet. Dan kalau tidak salah dengar tadi namanya jeje, gadis yang katanya jago main alat musik dan menjadi topik perbincangan para pria pria di lapangan futsal tadi.
Tiba tiba muncul ide untuk berkenalan dengangannya yang kebetulan kelasnya bersebelahan dengan kelas bintang, dia anak bahasa 2 sementara aku bahasa 3.
Namun untuk awal penjajakan bintang ingin mengetahui wataknya dengan cara berkenalan lewat surat yang segera bintang tuliskan kala itu juga.
Tanpa fikir panjang bintang bergegas keluar dari lapangan dan pergi keaula yang ternyata sudah tak ada orangnya.
Segera bintang tersadar dan melirik jam tangannya.
"Sudah jam empat" batin bintang sambil tertawa geli. Dia baru sadar kalau lamunannya dari tadi cukup memakan waktu.

***

Hari rabu pagi yang ditunggu akhirnya tiba, bel istirahat yang dinanti pun berbunyi. Sontak semua siswa menghambur ke papan pengumuman, sementara melody terlihat sibuk mencari stella yang gak biasanya udah ilang waktu bel istirahat baru berbunyi, atau jangan jangan stella begini karna marah sama melody? Berbagai pertanyaan timbul dalam benak melo, dia merasa kecewa dengan posisi ini, namun dengan cara inilah agar anak eksul musik tidak direndahkan oleh ekskul lain terutama oleh ekskul dance dan teater. Tapi disisi lain melody gak pengen gara gara posisi seperti ini dia di benci sahabatnya, dia juga merasa takmampu lagi tersenyum palsu di depan orang orang demi menjaga pecintraannya.
"Kamu kenapa mel? Kok ngelamun terus dari tadi" jeje yang usai menyelesaikan novelnya segera memecah lamunan melody.
"Eh, enggak papa kok je, cuma agak bingung aja, kok aku gak ada liat stella yah?" Tergambar raut melody yang sedang menyembunyikan sesuatu dari jeje.
"Paling liat pengumuman, ayo gih kita kedepan juga? Mudah mudahan aku gak dapat peran" begitulah harapan jeje yang keluar dari dalam hatinya, sambil bangkit dan menarik tangan melody.

***

Sekilas melody melihat stella yang keluar dari kerumunan siswa siswa di depan papan pengumuman.
Namun belum sempat melody memberi tahu jeje, stella keburu naik ke lantai dua.
"Kok malah ngelamun lagi sih mel?" Jeje mencoba menggoyang goyangkan tangan melody yang dia genggam, dengan tujuan agar melody tersadar dari lamunannya.
"Eh iya, ayo cepat liat" begitu tutur melody sambil menarik jeje.
Melody mulai memandangi papan dengan seksama, mencari dua nama sahabatnya yang ternyata berperan sebagai black devil dan guardiant angel.
Yah, stella black devil dan jeje guardiant angel.
"Yah, kok stella jadi musuhku sih? Dan lawan mainku farel, sungguh pilihan yang sulit, harus musuhan sama sahabat sendiri, dan. . . ." Melody sengaja mengulur ulur ucapannya sambil menggoda jeje yang merangkul punggung melody.
"Dan apa coba?" Sontak tawa jeje terpecah, namun sebaliknya dengan melody yang terlihat mulai melamun lagi, "padahal yang biasanya suka ngolokin dan jodoh jodohin kamu sama farel kan stella je?"
"Udah, ayo kita naik aja, jangan galau terus, nanti king farel marah lo karna aku gagal menjagmu" melody dan jeje pun tertawa dengan riangnya sambil melangkahkan kaki menuju lantai dua aula sekolahnya, karena anak ada rapat untuk persiapan drama musikal.

Stella terlihat menyendiri, dia duduk seorang diri dikursi depan sambil membaca baca naskah drama yang dibagikan didepan aula tadi, melody terlihat menarik tangan jeje mendekati kursi stella, namun melody yang bermaksud ngobrol dengan stella malah di respon dengan sangat dingin, dimana malah membuat jeje menjadi jengkel dengan tindakan stella yang jeje anggap kekanak kanakan itu, "wah wah, kayanya tiga sahabat sejati sedang gk akur nih, abisnya ada musuh dalam selimut sih" ghaida pun tertawa puas melihat tiga sahabat itu saling bersikap dingin. Dimana tindakan ghaida yang dibarengi celotehan nabilah membuat jeje emosinya naik.
"Udah seneng sekarang kalian? Dapat teman bocah satu lagi?" Jeje pun menatap stella sinis
"Jeje, jangan ngomong gitu?"
"Masih aja ya mel kepalamu dingin? Kamu gak denger omongan bocah bocah ini? Kamu gak usah belain orang yang udah jelas gak percaya sama kamu?"
"Gimana mau percaya? Ngakunya sahabat, tapi bukannya bantuin malah nikung dari belakang, hahaha kasian stella ya bil?" Belum puas juga ghaida memanaskan suasana di aula itu.
"Bilang aja coba kalo sebenernya pengen jadi queen? Jadi kan gak perlu sok manis didepan sahabatnya" nabilah pun turut memanaskan suasana di aula itu
Hingga akhirnya jeje mulai murka, seorang jeje yang hobi membaca novel, main musik serta cuek itu seperti setan hitam, yang sontak membuat stella terperangah dan bergegas meninggalkan ruangan aula yang mulai dipenuhi siswa siswi itu.
Namun sebaliknya dengan melody, bersusah payang menahan dan menenangkan jeje yang ingin mencabik cabik ghaida dan nabilah.
Bukannya makin redup, tapi suasana malah bertambah parah saat si kembar yupi dan cindy turut menyalahkan ghaida dan nabilah yang dianggap ikut campur urusan orang itu.
Dan tanpa berlama lama lagi melody menarik jeje keluar ruangan disaat pertengkaran antara si kembar dan bocah makin serius, "eh anak kecil? Kamu gak tau diri yah? Udah baik baiknya aku belain eksul teater yang mereka anggap bisa kalah dengan ekskul musik kaya mereka" ghaida merasa berada di atas awan sekarang, terlebih saat yupi dan cindy mulai berfikir.
"Kira kira yang ngomng itu melody dan jeje atau dua kunyuk yah cin?" Dengan nada cuek yupi malah berbalik memanasi ghaida.
"Wah, gak tau juga tuh pi? Hahaha, tapi sudahlah, daripada kita cape nyerocos mending kita hafalan naskah" yupi yang mengiyakan kata kata cindy pun bergegas meninggalkan ghaida.

"Ih, dasar nyebelin! Berani beraninya dua anak kecil itu bilangin aku kunyuk, pokoknya kita harus buat agar mereka dan tiga sahabat itu hancur bil, gak mau tau gimanapun caranya"
*****

Tunggu next postnya, tinggal 1-2 post lagi udah selesai!

Dan ayo turut partisipasi? Request nama pemeran laki laki dan member yang ingin dilibatkan dalam ceritaku.

Reader yang baik selalu komen setelah baca.
Saya butuh kritik dan saran untuk perbaikan kedepannya.

Hari pertama (sonichi)

Stella, melody dan jeje. Tiga orang sahabat ini sedang sibuk mempersiapkan strategi untuk audisi QUEEN OF THE YEAR yang sedang diadakan sekolahnya, dimana project yang diselenggarakan antar ekskul musik, teater dan dance ini mencari sesosok perempuan yang multi talent untuk menjadi queen atau pemeran utama dalam drama musikal special hari jadi sekolahnya.

Selang beberapa menit dari perbincangan tiga sahabat ini, akhirnya bel sekolah berbunyi. Pertanda jam pelajaran berakhir.
Ruang kelas yang tadinya ribut karena jam pelajaran kosong, sekarang semakin tak terkendali, suara teriakan disana sini berkumandang, jeje yang tidak suka dengan suasana gaduh segera keluar dari kelas tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya yang lagi sibuk menyelesaikan catatannya.

"Eh, ada kutu buku" terdengar tawa diantara ghaida dan nabilah saat memaki jeje yang baru keluar dari kelasnya, namun tak ada perlawanan sedikitpun dari jeje. Dia tetap asik dengan novel yang ada ditangannya.
Terlihat tak mau menyerah, ghaida dan nabilah pun berlari melewati jeje dan berusa menjegalkan kakinya pada gadis berkaca mata dan berpipi chubby itu.
"Dasar bocah" tutur jeje sambil menurunkan novel dari jangkauan matanya. Lalu beralih melihat nabilah dan ghaida yang membentangkan kakinya menutupi jalan dikoridor.

"Kayanya gak bosen yah, kalian gangguin kita" terdengar suara lembut yang sangat keibuan dari belakang jeje, dan ternyata adalah melody yang ditemani stella
"Udahlah, jangan pedulikan kedua bocah ini" tanpa banyak omong jeje kembali berjalan dan sengaja menabrak kaki ghaida maupun nabilah yang menutupi jalan, lalu disusul stella dan melody.
"Eh sebentar" ujar stella lalu berbalik menghampiri dua orang yang sedang merengek kesal seperti bocah.
"Nih buat kalian, jangan nangis lagi yah?" Stella kemudian tertawa licik sambil memasukkan permen di saku kemeja dua bocah tadi, lalu berlanjut menyusul dua sahabatnya yang turut menikmati pertunjukan kecil itu.
"Dasar anak musik nyebelin!" Ghaida dan nabilah yang memang emosional terlihat kesal sekali melihat tingkah tiga sahabat yang dia anggak mengibarkan bendera perang itu, namun apa boleh buat, makian yang keluar dari mulut mereka berdua sungguh percuma, karena tiga sahabat it sudah menghilang di ujung koridor yang langsung menghadap pintu pagar.
"Sepertinya mereka sudah berani sama kita bil? Kita gak boleh tinggal diam" ucap ghaida emosi
"Lalu apa dong yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tenang aja bil? Aku ada rencana buat ngegagalin mereka audisi, kita lihat aja besok" ghaida tersenyum sinis pada nabilah yang justru bingung dan tak tau dengan ide licik di kepala ghaida.

***

Hari yang di tunggu akhinya tiba, semua siswi berbaju olah raga sudah berkumpul memenuhi aula. Mereka adalah wanita wanita yang memiliki tujuan sama, yaitu menjadi queen of the year tahun ini.

Begitu juga yang terjadi di lapangan futsal, bintang si anak baru yang belum punya teman itu terlihat memojokkan diri, namun dengan perasaan optimis dia pasti akan terpilih dalam drama musikal ini, yah walaupun bukan sebagai king of the year, setidaknya dia ingin membuktikan kalau teman itu akan berdatangan disaat dia lolos dari audisi ini.
Bersama gitar kesayangannya bintang akan membuktikan pada mereka yang sekarang sedang meremehkan dan menggunjingnya.

Sudah sekian menit bintang menahan buang air kecil, karna takut giliran dia tampil namun dia tidak ada di tempat, apa boleh buat, dengan badan bergetar dan menggeliat geliat karna menahan buang air, dia segera berlari ke toilet yang ada di lantai satu, karna kebetulan aula dan sport area di sekolahan ini berada diatas gedung sekolah atau lantai dua.

Perlahan bintang mendengar sayup sayup suara gitar dari dalam aula, dia penasaran dengan sesosok pemain gitar itu, namun karna dia sudah tak tahan ingin ke toilet, dengan terpaksa dia urungkan niat untuk mengintip kedalam aula.

***

Huuu, begitulah sorakan yang bergema didalam aula, para peserta lain bersorak riuh saat alunan gitar jeje berubah menjadi fals karna dua senarnya putus, dengan wajah dingin jeje segera menghentikan permainannya, dia tak menyesali ini semua, karna pada dasarnya dia tak pernah ada niat untuk mengikuti audisi ini.
Namun berbeda dengan stella, dia segera menghampiri cindy dan yupi yang mengurus soal peralatan untuk audisi ini, termasuk mempersiapkan alat musik serta audionya.
"Pasti ini semua ulah kalian yah? Aku tau kalian tak suka sama kita bertiga, kalian takutkan kita merebut kemenangan tahun ini?" Ujar stella dengan majah kesal.
Namun yupi dan cindy hanya membalasnya dengan tertawa.
"Kalo memang gak bisa main musik ya terima aja, buat apa coba kita berbuat curang? Toh kita kan tau pemenangnya bakalan anak teater lagi? Pemenang tiga tahun berturut turut" yupi dan cindy pun segera naik ke atas panggung karna dia peserta selanjutnya, cindy bergegas mengambil gitarnya dan sementara yupi mempersiapkan micnya untuk akustikan dengan cindy.

Sementara stella masih geram saat mengingat nasib mereka bertiga yang audisinya tidak berjalan dngan baik, dia mulai menerka nerka siapa dalang dibalik semua ini.
"Udah lah stel? Kamu gak usah emosi sama bocah bocah kaya gitu? Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" jeje dan melody pun tertawa riang, diikuti oleh stella yang turut tersenyum.
"Oyah, menurut kalian berdua, aku bakalan kepilih jadi queen apa enggak?" Pinta stella sambil melenggak lenggok kan badannya sambil tertawa.
"Pasti dong, yang penampilannya paling keren kan tadi kita bertiga aja, cuman karena kita berdua gk tampil maksimal, jadi otomatis kamu yang pantas jadi pemenangnya" candaan melody sketika memecah tawanya
Namun sebaliknya dengan stella yang terlihat kebingungan, namun berusaha tersenyum.
"Mohon perhatiannya anak anak, waktunya kita mengumumkan peran dan queen dalam drama musikal kita" terdengar suara miss yuni yang menggema di gedung aula dan sontak membuat suara siswa yang tadinya gaduh menjadi hening. "Dan, yang terpilih menjadi queen tahun ini bukan siswa umum, namun dari perwakilan ekskul. Penilaian ini sepenuhnya berdasarkan potensi dan daya tarik serta yang terbaik dari kalian semua, dan yang lebih mengejutkan lagi, ini sejarah baru sepanjang tahun. Bahwa yang menang dari ekskul musik. . ." Miss yuni memberikan jeda di ujung pengumuman yang sontak membuat melody memeluk kedua sahabatnya itu.
"Sepertinya kau memang yang terbaik stell?" Melody melirikkan pandangannya pada stella yang sedang gugup serta panas dingin.
"Wanita yang memiliki potensi besar itu adalah? Melody perwakilan dari ekskul musik, sekaligus queen pertama dari ekskul musik" suara tepuk tangan segera menggema, namun sebaliknya dari si saudara kembar cindy dan yupi, serta duo bocah ghaida dan nabilah.
Jeje bergegas memeluk melody "Selamat ya mel? Kamu perwakilan pertama kita" begitu tutur jeje sambil memeluk melody yang di sertai dengan stella memeluk di sampingnya.
"Melody, cepat naik keatas panggung" panggil miss yuni agar melody naik ke panggung
Tanpa basa basi melody melepas pelukan sahabatnya, dan bergegas lari ke atas panggun.
"Mel? Selamat yah?" Untuk kesekian kalinya kata it keluar dari mulut jeje yang disambut acungan jempol dari melody yg sedang berjalan menuju panggung.
"Mel? Melo? Melody?" Bergantian stella yang ingin mengucapkan selamat pada melody namun tak ada respon, melody tetap berjalan menuju ganggung.
Tersirat senyum terpaksa dari wajah stella, "selamat ya mel?" Batin stella yang mulai putus asa.
Stella tak tahan melihat pemandangan di atas panggung, dia merasa bahagi karna sahabatnya berhasil menjadi queen, namun ada setitik rasa iri di hatinya.
"Aku ke toilet bentar ya je?" Ijinku pada jeje dan bergegas kebawah.

"Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" tiba tiba kesunyian di toilet terpecah oleh tawa seorang gadis yang ternyata ghaida
"Ngomong apa sih loe?" Tanyaku dengan nada yang mulai naik
"Jadi begini queen stella, kalo yang aku dengar dari perbincangan kalian tadi, kurasa sudah jelas kalo potensimu itu jauh dibawah jeje dan melody, tanpa harus tampil maksimal aja dia bisa menang, apalagi kalau tampil maksimal?" Ghaida merasa sudah dapat mengendalikan stella, terlihat dari ekspresi stella yang seperti orang kebingungan dan berfikir keras. "Atau mungkin aja mereka terpaksa nerima kamu jadi sahabatnya? Sampe sampe melody gak ngerespon kamu waktu kau panggil? Itu karena dia terlalu senang menjadi queen jadi lupa deh sama sahabat payahnya" kembali ghaida tertawa menang
Namun stella mulai terlihat panas.
"Udah puas ngocehnya? Lagian kamu kerjaannya nguping terus yah? Mending urusin aja tuh hidup kamu?" Stella yang mulai terpancing emosi segera bergegas pergi sambil membanting pintu toilet. Sementara ghaida tertawa penuh kemenangan dan kembali mengikuti stella ke aula.

Namun langkah stella terhenti saat ia berada di pintu aula.
Entah kenapa perasaannya menjadi aneh saat melihat jeje dan melody bercanda dengan eratnya. Perlahan ia mendatangi jeje dan melody sambil memasang senyum yang terlihat terpaksa.
"Eh stel? Ketoiletnya lama banget?" Sapa melody waktu melihatku perlahan mendekati mereka. Belum sempat aku membalas tiba tiba ghaida menyerempetku dari belakang.
"Eh sori" ucapnya singkat lalu memeluk melody dan mengucapkan selamat padanya, di lanjutkan memeluk jeje dan kemudian aku.
"Kalau mau curhat, aku siap jadi pendengar yang baik queen stella?" Bisik ghaida lirih didekat telingaku.
Perlahan ia menarik telapak tanganku dan menyelipkan selipat kertas lalu pergi begitu saja.
Pandanganku beralih pada melody dan jeje yang menatapku lekat lekat?
"Kayanya ghaida ngasih sesuatu ke kamu stel?" Tegas melody yang sontak membuatku keringat dingin.

Aku memang tak tau apa isi kertas ini, namun aku takut ini hanya jebakan si bocah it.

****
Tunggu next post yah?

evaluasi CINTA

jadi gini kasusnya! dngan sejuta kekepoan saya, saya memaksa si bejo supaya nyeritain beban yg lg dia bwa sekaran, karena udh mau UAS, jadi aku gak tega aja ngeliat dia galau terus terusan, niatnya sih pengen bantu, tapi apalah daya, sebgai seorang Combro sejati, saya gk ngerti soal lop lopan!

"sini jo!" sambil kutarik kerah bajunya supaya dia ngikutin aku!

"apaan sih kamu di?" protes bejo betexs gara gara keGALAUannya terusik!

"kamu sebenarnya kenapa sih? kerjaannya ngambilin rumput tetangga terus, abis tuh ngelamun lg sampe beliuran!, kamu lagi ngeGALAUin si tukini sapi tuan cahyo?, sampe sampe mkananmu aja ganti rumput? kita ini dh mau ujian, masa 3tahun sekolah kamu sia siain?"

gak tau berapa bab yang aku apalin it, sampe sampe bibirku rasanya tebel dan gk bertulang lagi!

lama lama aku jadi mikir, kenapa ngapalin agama yang 2ayat aja gak hapal hapal, tapi nyerocos sepanjang it kaya gak ada beban! ah sudah lah! loe pikir rumput tetangga lebih hijau dan lebat? go A head

"kamu pasti gak dengerin aku yah? aku ngomong sampe tenggorokan kering, tapi kamunya  malah beliuran(lagi)" dengan bodohnya aku nyadar, kalo udh tau bejo gak dengerin knapa aku gk berenti nerocos! ah sudah lah!

segera ku tabok muka bejo ke kanan, ke kiri berkali kali! #kayanya sadis bnget aq!

"jadi sebenernya kamu ingin ku kurangin bebannya apa enggak sih?"

"yaudah ayo ke gazebo! nanti kalo disini aku diliatin orang!" senggah bejo sambil ngepel liurnya yang bececeran.

***************

jadi gini di, bejo mulai curhat di gazebo.

kemarin tuh aku pinjam hapenya si tukini, buat nanyain sms tanggal 8 udah dihapus apa belom.
soalnya aku pernah liat tukini sms ke paijo dan aku jadi penasaran.

tapi kata tukini smsnya udah dihapus, akhirnya aku maksa bwt pinjam dan d bolehin. yah ternyata bener sih tukini smsan sama paijo. cuman aku baca 2 pesan langsung ku keluarin, soalnya gk pengen tambh sakit hati.
akhirnya aku maen game deh. cuma gak lama kemudian dia minta hapenya lg!
aku jadi penasaran sma sms slanjutnya apa. tapi aku pikir pikir takut sakit hati juga.
tapi sejauh it aku masih mikir positif aja sih di.
dan aku juga masih sering komunikasi ama tukini. ya walau cuma sebatas smsan.

baru setelah it aku ngerasa ada yang aneh aja sama aku! kayanya aku datang disaat yang tidak tepat.
cintamu tlah dimilik. #nyanyi.

woy jones dan PeHaPe, udah masukan!

yaudah deh di! nanti dilanjutin lagi waktu pulangan.

"ada novel kah di?"

"gak ada jo, emang buat apa?"

"buat baca lah, hari ini pelajaran pak selamat kan? males ngeliatin ujan lokalnya bapak! mending baca novel biar gak ngantuk!"

hahaha dasar kamu!
cpat kekalas dah, kamu ambil novelnya dilaciku.

aku mau catat curhatanmu di blogku dulu. hehe.

tapi beneran kan nanti curhatnya dilanjut jo?

"iya" jawab bejo singkat lalu ngacir ke kelas.

cinta Bodor dan Konyol

selamat sore hadirin yang dimulyakan allah.

apakah kalian gak ada yang merindukan kehadiranku!

aku rindu berat tau sama kalian :-D

sekarang hari selasa, hari ngapel buat para combro, ngapel lantai maksudnya.

GUA lagi GALAU :'(

gua merasa dikhianati dan di pehapein sama peliharaan gua.
dia lebih memilih tuan rudi si guguk tetangga sebelah.
yah, gua seleranya emang peliharaan, bukan manusia.

nasib jomblo memang gak jauh dari galau, se seneng senengnya jomblo pasti nanti bkalan ngerasa kesepian.
kayak lagunya sheila on sepen, "slamat tidur kekasih gelapku, KESEPIAN" yang kaya gitu tuh liriknya?
tau kan?
harus tau!

oyah dari atas ngomongin panjang lebar tentang galau, emang reader tau apa it galau?

kalo gak tau sini deh aku bisikin! deketin telinganya! :-*
*Oops! o_O aku khilaf!

#skip

jadi galau itu rasanya kayak cowok yang disuruh belikan pemb*lut sama i*unya, lalu belaga sok gak ngerti apa guna pemb*lut supaya gak ditanyaain kasir di swalayan! DAN ternyata setelah nyampe rumah i*u kita udah beli pemb*lut sendi!
itlah galau! -____-

selain galau ada juga adeknya yang biasanya disebut PeHaPe sama jones jones di ujung sana!

jadi pehape it gak beda jauh ama galau!
yaitu kaya kita yang lagi kebelet be`eng, dan musti jalan berkilo kilo meter buat nyari jamb*n, tapi setelah d depan jamban kita buka pintu dan disitu gak ada kran air, WC atwpun sebangsanya, jadi cuma bisa masuk, maksa be`eng lalu dijilat dan ditelan! #superJOROK *huek!
tapi mau gimana lagi  coba, itlah rasanya pehape!

ciri ciri galau dan korban pehape
- mojok sendirian, maksudnya diem dipojokan sendirian

- orangnya keliatan bersih dan seger, soalnya tiap hari kena air terus! mulai dari nangis, showeran di pojok kamar manadi, sampe maen ujan ujanan biar gak ketahuan kalo lagi nangis #ngenes -__-

- sering online di sosmed, maksudnya jadi stalkernya "ORANG"

dan masih banyak lagi!

tapi buat para combro jangan pada galau, soalnya masih bnyak yg lebih baik dari orang yang pehapein kamu! :-D

tapi orang ngomong itu gak semudah ngelakuinnya sih! hahaha!

nah! kayanya cukup sekian materi galau dan  pehapenya!
tungguin evaluasinya yah! nanti aku kasih sepenggal kasus Galau dan kalian coba renungin solusinya!

oke, dah gelap waktunya buat aku bekeliaran! hehehe

duluan MBLO! :-D

Hadi comeback

hai hai hai, apa kabar kalian semua? Maaf nih lama gak posting, aku gk ada maksud buat ninggalin blog ini, cuman 2minggu terakhir ini saya sibuk sama PSG, jadi gak ada waktu deh buat posting, hehehe *sokSOKan.

Oyah sebelumnya saya selaku pemilik BLOG mohon maaf apabila ada salah kata, ucapan, yang menyinggung hati reader sekalian.

Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Oyah, saya juga minta maaf karna tidak bisa mengikuti #juniNgeblog yang d adakan salah satu akun twitter sampai selesai, sehingga cerpenya gak berlanjut deh.

Tapi sebagai bentuk permintaan maaf, saya akan buat tulisan yang berGenre fanfic, dimana tokohnya adalah member jekeiti fourty eight
Hehehe, buat para VVota berbahagialah XD
Dan yang haterz atwpun tidak suka jekeiti jangan bersedih, karna genre cerpen.a umum, jadi walau reader bukan fans jekeiti, kalian tetap bisa mengikuti alur cerita.a

Karna saya juga bukan skaimen (fans langit :-D ) jadi kalo soal jekeiti cuma tau dasar dasarnya aja, hehe
Jadi banyak do'a aja deh biar fanficnya gak garing oke?

Jadi rencananya fanficnya bakalan d update minimal 1posting dalam seminggu, ingat yah minimal jadi bisa aja seminggu 2posting atw lebih.
Selain itu mohon dimaklumi kalau sering ada typo atau singkatan singkatan, karena ngeBLOGnya lewat HP, maklumlah belum bisa beli leptop, hehe *kokMalahCurhat #lupakan

Next,

selain postingan fanfic juga perkenankan saya memposting semua cerita cerita di dunia industri yang sedang saya jalani, pokoknya dijamin buat hari hari kalian terhibur deh, okey?

Kayanya itu aja deh kabar baru yang dapat saya sampaikan, hehehe stay terus disini yah?

Sampai ketemu di first fanfic, lop yu al? :-*