Gua MAHAsiswa? siswaMAHA?

Apa yang ada dipikiranmu kalo denger kata mahasiswa?
.anak kuliahan
.demo
.rusuh
.buat onar
.tawuran
.udah gede
.ip tinggi
.tujuh tahun
.calon pengangguran
.cari pacar
.banci

-______-" kayanya pada gak genah ya sosok mahasiswa tuh.
Dan kebanyakan orang pasti nganggep mahasiswa itu suka demo dan rusuh
Bahkan ada juga yang bilang kalo mahasiswa itu banci, sukanya kroyokan dan teriak teriak di jalan
Katanya juga mahasiswa suka nyewa preman buat disuruh demo di barisan paling depan "-_____-

Para mahasiswa jangan pada sakit hati yah? Ini kan cuma pandangan orang aja, bukan KEBENARAN-nya

Klarifikasi:
Sebagai seorang mahasiswa baru (MABA) saya hanya bisa tertawa saat mendengar semua pendapat atau pandangan orang terhadap mahasiswa.

Sebagai mahasiswa kami memiliki yang namanya tri dharma perguruan tinggi.

Diantaranya ada:
1. Pendidikan dan pengajaran
2. Penelitian dan pengembangan
Dan yang terakhir adalah
3. PENGABDIAN TERHADAP MASYARAKAT

Nah sebagai seorang mahasiswa sadar akan perannya, kami melakukan semua ini semata mata karna tanggung jawab.
Bukan karena gak ada kerjaan, ataupun hobi teriak teriak di jalanan.
Kami melakukan ini sebagai bentuk protes atau mengemukakan pendapat.
Sebagai pengabdi masyarakat, kami harus membela rakyat kita, kami harus menyuarakan lolongan serta penderitaan mereka.
Karna kami sadar hanya dengan tangan dan suara kamilah arah negara ini berada.

Namun pandangan masyarakat kenapa berbeda?

"jangan nilai buku dari covernya" ada yang setuju dengan istilah itu?
Kalo boleh jujur, saya sangat TIDAK SETUJU
Pertama, manusia itu gak lebih kaya novel ataupun buku cerita. secara garis besar kita akan tau seseorang pasti saat melihatnya pertama kali. Dilihat dulu kualitas covernya, maka setelah itu gairah untuk membaca pun akan keluar selanjutnya.
Bahkan banyak orang gak jadi beli buku karna cover kurang menarik hatinya.
Jadi penilaian orang itu pasti dari covernya.
Jadi sebelum masyarakat itu tau kualitas buku kita, maka kita benahi dulu cover kita.
Kita mungkin gak sadar kalau cover kita itu sudah dirusak oleh orang lain, dimana seolah olah mahasiswa itu buruk, kami bertindak demikian karna ketidak adanya ketegasan pemerintahan kita. Kita terlalu di acuhkan, hanya dianggap gonggongan.
Coba saja sebagai mahasiswa kita di beri posisi dalam peran pemerintahan, mungkin dengan jalan diskusi terbuka bersama lembaga pemerintahan. Pasti kami tak perlu teriak teriak di jalanan.

Tapi ya sudahlah kita gak bisa salahkan pandangan rakyat atau tindakan lembaga pemerintahannya.
Kita hanya perlu memperbaiki cover kita.

#aku jadi kaya orasi hitam :-D
#SKIP

Jadi kita balik lagi ke MABA, jadi mahasiswa baru itu seru, asik, dan nasionalis. Hahahaha
Gak tau kenapa setelah PAMB [Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru] rasanya terlalu sayang kalau kita hanya berdiam diri di ruangan kampus sambil coret coret binder baru, kenapa kita gak bertindak aja? Kita beraksi. Jangan cuma coretin binder tapi tuker tukeran isi binder -_____-" *KrikKrikKrikKrik
Aku punya harvest banyak, doraemon ama naruto lengkap.
Lalu ada princes, helokiti ama ben tuju juga -_____-"

Sebagai makhluk berilmu, berfikiran serta memiliki rasa keluargaan yang tinggi, marilah kita memperjuangkan hak rakyat, apa gunanya sekolah tinggi tapi diBODOHI?

Gak perlu dengan jalan orasi, namun hanya dengan melindungi rakyat ini, jangan takut dengan kebenaran, namun tegur dan benahilah apa bila ada kesalahan, kalau bukan remaja seperti kita ini, mau siapa lagi?

Kita adalah kendali penuh NEGRI ini.

Terima kasih untuk kakak tingkat yang menyadarkan peran kami, menyadarkan arti mahasiswa ini

Dan terima kasih teman teman seperjuangan, mahasiswa baru yang akan memperjuangkan negri ini, jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan negri.

#NP
For, kelompok 1 dan 2 fekon. Universitas mulawarman beserta kakak BEM, DPM dan kakak kakak tingkatnya

KAWAN,

Kawan, kita bukanlah mentari yang slalu siap menyinari
Kita juga bukan rembulan yang sanggup menerangi
Namun, kita tak lebih dari hujan. Yang akan muncul saat mendung menyelimuti

Kawan, kita memang tak terus bersama seperti ini
Namun janganlah kau lupakan kami
Walau hanya pertemuan singkat ini
Tapi senyumanmu kan slalu terngiang di hati

Kawan, jadi lah mendung dalam setiap hujan ini
Jadilah pemicu semangat hari ini
Agar disaat kau ada, kami selalu menyertai

Ini memang bukan rangkaian kata yang indah
Namun ini hanyalah bukti
Bukti persahabatan ini
Bukti keberadaan kami saat ini
Tak perlu seperti puisi yang menyayat hati
Namun rangkaian kata dari hati ini sudah mewakili

Jika tua nanti kita tak bisa bersama lagi
Maka inggatlah HARI INI

Apa PLN patut di caci maki?

Maaf, mau klarifikasi aja. Kayanya titik permasalahan terbesar ada di kata "tinggal pake", jadi maksud saya. Selaku masyarakat kita kan hanya pengguna dari listrik ini. Jadi otomatis soal biaya ini bukan menjadi alasan.
Bayar listrik itu sudah masuk kategori kewajiban/kebutuhan pokok.
Jadi sudut pandang yang saya ambil diluar dari biaya listrik, karna kita sudah make, jadi gk perlu ngeluh buat bayarnya.

Makanya kita simpan aja dulu soal biaya, saya tau kok susahnya cari uang, saya tau juga kalo kita pengen pelayanan yang terbaik.

Cuman disini peran kita kan sebagai pengguna/pemakai listrik, jai kita kan tidak perlu mengatur dan mengolah SDA dulu.

Masa iya kita cuma mau tau bayar listrik, make sama menghujat petugas PLN?

Apa gak pernah kita mikirin kalo posisi kita sbgai petugas PLN?

Sebagai rakyat mbok yo kita lebih berfikir dngan selektif.

PLN itu cuma bisa melakukan yang terbaik, mereka berfikir keras buat mengantisipasi "krisis listrik" provinsi kita, lakok kitanya malah nyumpahin mereka.

Memangnya siapa lagi yang bisa bantu krisis ini kalo bukan kita?

Setidaknya kita fikirkan nasib provinsi kita aja dulu, jangan memandang negara.

Tanah yang kita injek udah tambah tua, air yang kita minum luar biasa tercemarnya, sementara pendatang baru semakin banyak ke samarinda, hutan di tebang buat dijadikan perumahan atau bahkan lahan mencari nafkah para trans.

Sebagai pendatang hasil transmigrasi kadang kita belum puas sama pohon yang kita tebang habis, maunya jalanan di cor mulus juga, belum lagi kalo permasalahan listriknya yang belum ada demo lagi minta cepat di pasang.

Kependudukan provinsi kita makin lebar, sementara daya listrik mintanya sampe kepelosok pelosok desa.

Alhasil dengan semua perkembangan itu kebutuhan listrik kita meningkat, sementara daya tampung listrik kita?

Bahkan sejauh ini krisis listrik kita mencapai 25MW dari jangkauan yang ada, apa difikir nambah pembangkit listrik semudah kita nyalain tivi sama ngecas HP?
Enggak, provinsi ini punya struktur pemerintahan, memang semuanya dari rakyat dan untuk rakyat.
Tapi, masa yang di urus cuma listrik? Semuanya butuh PROSES.

Jadi wajar kalo daerah kita sering mati lampu, oke?

Memang gak ada hak sih buat kita untuk mikir sejauh itu, tapi setidaknya kita bisa saling sharing tentang masa depan tempat tinggal kita.

Provinsi kita ini provinsi tertinggal, tapi negara kita gak pernah ngelirik kesini.

Karna provinsinya kalimantan ini di anggap sudah kaya dengan SDA yang melimpah, padahal SDM yang ada bobrok.
gak seperti yang negara fikirkan, batu bara di eksport sembarangan, sungai mahakan dijadikan TPA bagi masyarakatnya, hutan di tebang buat di jadikan perumahan oleh warga. Itu semua apa yo bener?

Aturan kita malu lo, kita yang mayoritas pendatang bisanya cuma menghabiskan kekayaan SDA yang ada.

Gimana coba perasaan suku etnic kita?
kalo provinsi dan tanah lahir mereka sudah gak layak huni?
Kalo kita yang pendatang sih bisa kembali ke daerah asal kita, tapi suku etnic yang ada?
Memang gk semua orang yang ada di samarinda cuma tinggal setahun dua tahun, bhkan ada yang puluhan taun, tapi kalo status kita memang pendatang? Apa boleh dikata?

_________________

Memang sekarang bukan jaman.a penerangan api lagi, tapi apa salahnya kita perduli?
Walau jamannya sudah gadget, tivi dan ketergantungan sama listrik tapi setidaknya kita harus toleransi.

Periksa rumah kalian, introfeksi diri kita, apa baiknya kalo cucukan hape, gadget serta laptop tidak di cabut dari stopkontak?

Udah siang lampu gak di matikan, bahkan siang malam kipas dan AC gak bisa berenti, belumlagi tivi yang malah nonton pemilik rumahnya, sekarang ini bukan lagi tivi yang di tonton pemilik rumah.

Kalo terus begini, gimana nasib tempat tinggal kita?
Apa lubang ozon jadi lebar?
Atau efek rumah kaca bisa berhenti?

Memang susah buat menyatukan pendapat orang, yang ada malah saling maki dan menjatuhkan.

Kecuali kalo kutub utara sudah habis karna kita gk bisa mengendalikan efek rumah kaca, ozon serta LISTRIK kita.
Mungkin kita baru nyesal dan sadar.

Bukan maksud saya mengGURUi, tapi gak ada yang salah kan kalo pelajar juga ingin menyuarakan pendapatnya?

Kita harus lebih legowo untuk menerima dan mendengarkan pendapat orang, jangan malah emosi dan kepanasan.

Kalo kata anak abege sekarang tuh "keep KALEM and stay WOLES"

Sangat disayangkan loh kalo kita itu dianggap berkepribadian buruk gara gara kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita sendiri.

_______________

Mari sharing dengan tertib, kendalikan mulut dan hati kita dari kata kata dan tulisan gak enak dipandang mata.
Sayang kalo bulan ramadhan kita sia sia.

Mari diskusi sehat, lanjut aja ke link ini lagi kalau mau komen»»

Hari pertama (sonichi) 6

Ghaida tertawa sinis sambil memegang ganggang telfon rumahnya!
"Oke deh bil! Pokoknya besok kita harus jalankan rencana kita dengan mulus! Dan ini akhir dari segalanya" kembali ghaida terkekeh dan meletakkan ganggang telfon itu pada tempat semula.
Seolah telah puas dengan rencana barunya, ghaida bisa segera tidur dalam kebencian dihatinya!
Rasanya aku udah gak sabar pengen lihat reaksi stella di saat semua orang benci padanya, akulah sahabat terbaikmu stel. Bukan melody dan jeje
Ghaida segera menarik selimutnya dan bergegas memejamkan mata karna sudah tak sabar menanti esok paginya.

***

Kring . . . . . .

Suara bel international art school 029 sudah berdering, stella bergegas mempercepat langkah kakinya untuk menggapai pagar sekolah yang sebentar lagi pasti ditutup.
Namun saat jaraknya tinggal beberapa meter dari pagar sekolah tiba tiba stella memperlambat langkahnya, dia terlihat ngos ngosan dengan peluh yang menetes di sisi wajahnya, ini bukan pertamakalinya stella terlambat dan bukan pertama kalinya juga stella harus berada di luar gerbang untuk menunggu jam selanjutnya.
Stella mendudukkan diri disebrang jalan depan sekolahnya sambil memperhatikan siswa siswi yang duduk di depan gerbang sambil bercanda tawa dengan teman teman yang sama terlambatnya.
Stella berkali kali menengok jam tangannya tanda mulai bosan, masih dua jam lagi batin stella yang mulai menyesali keterlambatannya.
Memang susah sekolah ditempat begini, selain biayanya tinggi aturannya juga gak kalah ketat.
Sampai sampai stella sering menunggu jam pelajaran selanjutnya karena terlambat datang, dan yang gak kalah bikin stella bosan yaitu keberadaan sahabat yang biasanya menemani keterlambatannya terutama jeje yang memang suka berangkat bareng stella.
Ada sedikit kesedihan dalam diri stella, dia mulai merasakan dampak dari persahabatannya.
Stella sebenarnya sudah tak tahan harus jauh dari jeje dan melody, stella kangen bercanda dengan mereka, diperhatikan sahabat sahabatnya, mendapat nasehat nasehat yang keibuan dari melody serta bernyanyi nyanyi dan akustikan bersama, stella pengen semua itu kembali.

Sekarang stella harus kemana mana sendirian, gak ada dua sahabat disampingnya.
Walaupun sekarang ada farel yang menemaninya namun beberadaan farel itu tak membuat stella setenang bersama melo dan jeje!
Farel mungkin bisa mengerti stella, tapi melo dan jeje lah yang peka dengan stella, bahkan tanpa harus cerita ke melo dan jeje kadang mereka sudah mengerti dan tau apa yang stella rasakan.

Lama stella melamun dan mengorek kembali sahabat sahabatnya, sampai akhirnya stella dengan sangat mantab ingin meminta maaf pada mereka berdua, stella sekarang tau bahwa yang dia butuhkan bukan simpati dari orang serta posisi tinggi, namun orang yang tau dan faham dengan dia lah yah ia butuhkan.
Dari pada membuang waktu stella meraih ransel dan mencari naskah dramanya, lebih baik dia menghafal naskan dari pada harus melamun, karena hari ini akan ada latihan penuh dengan semua pemain.
Tak terasa satu minggu lagi stella akan melihat seorang ratu tahun ini adalah sahabatnya. Dan akhirnya tumbuh sedikit kebanggaan pada diri stella.
"Tak kusangka, ternyata udah hampir sebulan kita gak bareng" stella membatin dan bergegas lanjut menghafal naskahnya.

***

Jam pertama pelajaran sudah berakhir.
Stella terhuyung lesu melewati koridor yang di hiasi siswa berlalu lalang, ada sebercak peluh diwajahnya, namun stella sudah tak memikirkan hal sesepele itu.

Ada sedikit kerinduan dalam diri stella, dia ingin sekali berlari kekelas dan memeluk sahabatnya, namun itu semua tak dapat iya lakukan, langkahnya tak bisa ia percepat, dan hatinya dipenuhi kegelisahan.
Namun dengan terhuyung lemas stella sudah sampai didepan kelas juga, dia tak berharap untuk bertemu dua sahabatnya hari ini!

Dengan terus menundukkan kepala stella coba mengabaikan hatinya untuk memandang jeje dan melody, dia segera duduk lalu mengeluarkan buku bukunya.

Namun belum sempat stella mengelap peluh dan mempersiapkan buku, mickrofon sekolah berbunyi. Pertanda ada pengumuman untuk siswa yang ternyata guru guru akan melaksanakan rapat tahunan serta ada rapat osis untuk pembahasan ulang tahun sekolahnya, dan yang terpenting adalah panggilan untuk pemeran drama musikal agar berkumpul di aula, karna latihan gabungan akan dilakukan sekarang untuk mengisi jam yang kosong.

Stella menarik nafas penuh beban, dan secara refleks menolehkan matanya kearah melo dan jeje, dia ingin menggenggam tangan mereka.
Namun ini semua sudah terlanjur! "Aku gak boleh terus seperti ini, aku kuat tanpa mereka, lagian mereka kan udah gak perduli sama aku" stella beranjak dari kursi dan pergi ke aula.

Namun baru saja keluar dari pintu kelas, tiba tiba ada tangan yang merangkul dibahu stella sambial menyerahkah sebatang coklat dengan satu tangannya, stella menolehkan pandangan dan meleberkan senyum.
"Thanks rel"
"Santai aja" jawab farel singkat lalu melanjutkan langkahnya sambil bercanda ria.

***

Hari pertama (sonichi) 5

2 minggu berjalan begitu cepat! Sudah banyak hal terjadi di "internasional art school 029", mulai dari perseteruan jeje, melody dan dua orang bocah serta si kembar ataupun kedekatan stella dan farel.

Namun jauh berbeda dengan kisah bintang! Dia sekarang berada di fase keterpurukan.
Dia merasa gagal dalam mendekati cindy, karna usahanya sejauh ini sia sia.
Cindy terlanjur berpacaran dengan joey!
Dan itu membuat bintang merasa sakit hati, terlebih saat melihat kemesraan diantara mereka!
Namun bintang yakin kalau usaha keras yang dia lakuin ini gak akan menghianati, bintang tetap mengirimkan chocolate dan setangkai mawar putih disetiap minggunya.
Dan hari sabtu ini bintang berada di depan kelas cindy yang terlihat sepi karena jam istirahat!
Bintang bahkan sudah sangat hafal dengan kondisi kelas itu, karna ini bukan pertama kalinya dia menyelipkan bunga itu di dalam tas cindy!
Bergegas bintang menyelinap masuk dan meletakkan coklat serta bunga itu lalu buru buru keluar kelas karna takut ada yang memergokinya dan tanpa disengaja bintang menabrak seorang gadis yang berpapasan di depan kelas cindy.
Dalam kondisi kaget bintang hanya bisa memperhatikan gadis yang tertabrak itu tanpa refleks membantunya, bintang merasa pernah bertemu dengannya.
"Eh sori maaf" segera bintang sadar dari lamunannya, yang ternyata gadis itu sudah berdiri lagi berkat bantuan sahabat gadis itu.
"Iya gak papa, kamu anak baru itukan? Yang pake inisial mr.j?" Gadis itu tersenyum simpul pada bintang sambil merapikan bajunya.
"Oh, kamu yang sempat lihat kertas dari jeje waktu itu yah? Nama aku bintang, j itu inisial orang yang kusuka" segera bintang mengulurkan tangan, yang membuat bintang jadi berdebar debar. Namum bukannya membalas uluran tangan bintang tapi gadis itu malah terlihat bingung dan saling pandang dengan sahabatnya. Yang membuat wajah bintang memerah dan merasa malu. Sambil tersenyum bintang menarik tangannya perlahan dan membungkukkan badannya sebagai tanda minta maaf karena lancang mengajak gadis itu berkenalan. Yang kemudian bintang melangkahkan kakinya untuk kembali kekelasnya.
"Nama aku jeje, dan dia sahabat aku melody, salam kenal" gadis itu berteriak sambil memasang senyum serta melambai lambaikan tangan yang turut mempercantik paras dan pesona seorang gadis.
Tak banyak gadis yang seramah itu, begitu penilaian dari bintang secara refleks.
Namun bintang hanya bisa menghentikan langkah dan membalik badannya setelah mendengar salam perkenalan itu.
Bintang seperti terkejut dan bertanya tanya, apakah ada dua jeje disekolah ini?
Bintang ingin memastikan lagi, namun gadis yang bernama jeje itu sudah tidak ada dihadapannya.
Bersamaan dengan itu bel pelajaran selanjutnya berbunyi, padahal bintang belum sempat mengisi perutnya sejak tadi pagi, tapi apa boleh buat!
Bintang bergegas membalikkan badan dan menuju kelasnya yang tak begitu jauh dari kelas cindy.

Namun belum sempat bintang masuk kekelas, dia berpapasan dengan cindy, yupi dan joey yang kebetulan baru balik dari kantin, ada keinginan untuk bintang menyapanya, namun entah apa yang terjadi dengan bibirnya, dia takmampu mengeluarkan sepatah sapaan, bukan karna ada kekasih cindy disitu, namun perasaannya pada cindy sudah melumpuhkan semua sarafnya, sehingga mengucap sapaan saja bintang tak mampu.
"Kamu kenapa kok senyum senyum sendiri?" Begitu tukas ibu eka selaku guru sains yang killer di sekolahan ini.
Jadi mau gak mau aku harus masuk kelas daripada kesemprot gara gara ngelamunin koridor kelas yang baru di lewatin sang bidadari gue.
Bintang tersenyum sendiri saat menyadari kegilaannya, kemudian bergegas masuk kekelas yang diikutin ibu eka dibelakangnya.

Raungan bu eka menggema disudut kelas yang malah membuat lamunan bintang melayang kemana mana, walaupun suaranya jauh lebih pecah dibanding suara gemericik hujan yang sedang turun diluar sana.

Diiringi alunan gemericik air dan bayang bayang butiran air di jendela serasa mendukung pergelutan hati yang dialami bintang, siapakah jeje yang sebenarnya? Keangkuhan dan ketertutupan bintang di sekolah baru ini membuat bintang tidak punya teman, sehingga komunikasinya pun statis dititik awal, walaupun dia sudah hampir satu bulan disini bintang hanya tau nama farel, dan dua orang yang dia anggap jeje itu, sungguh mengenaskan hidupku. Begitu batin bintang sambil melamunkan pandangannya pada halte yang berada di ujung jalan depan sekolah, di iringi rintik hujan diluar sana, seolah menjadi daya tarik tersendiri untuk bintang terus menembus guyuran hujan dan embun yang menghiasi kaca jendela didekat bangku bintang.
****

Bel pelajaran terakhir sudah berbunyi, ibu eka mulai bersiap membereskan buku bukunya dimeja.
"Oke, jangan lupa sama tugasnya yah, hati hati dijalan?"

"Baik miss" serentak siswa siswi membalas ucapan ibu eka dan bergegas menghambur keluar kelas.
"Baik bu" balasku dalam hati sambil merasa bersalah karena tidak memperhatikan bu eka dalam pelajaran hari ini.
Bintang merasakan ada kesedihan dalam hatinya, dan itu yang membawa jiwanya kehalte depan sekolah.

Namun sekarang waktu yang tepat untuk raganya berada disana, tanpa pikir panjang bintang bergegas keluar sekolah dan menerobos hujan untuk ke halte yang tak begitu jauh dari sekolahan itu.
Sebagian baju bintang basah terkena air hujan, namun itu tak menjadi penghalang untuk bintang beranjak dari keinginannya ke halte itu.
Bintang mencoba mendudukkan diri pada bangku halte tersebut, ada sedikit kegundahan di hatinya, dia terhanyut dengan suasana sore ini, suara gemericik air yang turut meredamkan suara kendaraan berlalu lalang cukup membuat keteduhan dihati bintang saat ini, dia merasa rindu dengan aroma besi kursi halte serta suara dentingan tetes air di atap halte tersebut seolah melengkapi kerinduan di hati bintang, sampai sampai dia tak sadar sudah ada seorang gadis yang duduk disebelahnya sambil menggibas gibaskan tangan untuk menyeka air hujan yang menempel di sekujur tubuhnya.
"Hidup itu sementara dan sederhana, untuk apa kita bersedih selagi masih ada waktu buat ibadah dan berhagia?" Sambil membereskan air yang menempel dibaju dan kulitnya, gadis itu mendudukkan dirinya tak begitu jauh dari bintang!

"Apa ada yang salah dengan cinta? Apakah cinta ada di dunia sebagai ujian buat kita? Sebagai luka yang harus dirasakan manusia?" Masih terhanyut dalam lamunan bintang seolah perbincangannya itu sedikit menghibur hatinya, baru kali ini bintang merasakan kehadiran orang yang seolah benar benar tau dengan posisi dan perasaannya saat ini.

Bintang tiba tiba terlonjak kaget dan tersadar dari lamunannya, saat sebuah tangan halus gadis itu mengusap pundaknya.

"Takdir itu misteri, namun cinta itu pilihan? Antara memperjuangkan orang yang kau cintai, dan mencoba mencintai orang yang cinta padamu!" Jeje memasang senyum yang bersahabat, terlihat begitu tentram dan penuh kehangatan.
Dan untuk yang kesekian kalinya hati bintang berdetak lebih cepat dari sebelumnya, senyuman pun tak bisa redup dari wajah bintang!
"I love you jesica?" Bintang bergumam dalam hati, namun jeje bisa mendengar ucapan itu dengan baik.
"Aku pulang duluan yah? Jemputanku dah dateng tuh!" Jeje segera menarik ranselnya sambil melambai lambaikan tangan untuk memberi tanda pada sopir yang sedang mengendarai mobil silver dengan tulisan jesica di bawah tulisan avanza pada mobil itu.
Bintang memperhatikan mobil dan jeje bergantian, seraya mencocokkan nama di mobil itu dengan nametag di baju putih yang dikenakan jeje.
"Kok namamu dimobil sama nametagmu berbeda?" Begitu senggah bintang sambil menatap bingung, yang hanya dibalas senyuman dari jeje yang mulai mendekati mobil didepan halte itu, jeje menarik pintu mobil disamping kemudi sambil terguyur tetesan hujan yang mulai reda dibanding sebelumnya.
Pandangan bintang tak dapat berpaling dari jeje, entah kenapa perasaan bintang berbeda dari biasanya.
Perlahan mobil itu mulai berjalan menjauh, yang membuat bintang mengalihkan pandangan dari mobil itu, serta menyadarkan raga dan jiwanya agar beranjak pulang dari suasana ini.

Namun belum sempat bintang bersiap pulang mobil itu kembali mendekat kearahnya yang kemudian disusul kemunculan jeje dari pintu depan.
"Oyah! Makasih ya udah mau jadi temen ngobrol? Ini buat kamu?" Jeje mendekatkan diri ke bintang yang masih duduk di halte sambil menyodorkan beberapa lolipop, bintang benar benar tak menyangka kalau jeje akan kembali hanya untuk memberikan lolipop, bintang benar benar tak menyangka kalau ini terjadi begitu cepat.
"Makasih ya jes?" Bintang menerima lolipop itu sambil memperhatikan nametag jeje yang terlihat jelas di depan matanya
"Eh sori, makasih jeje?" Bintang terlihat membenahi ucapan terimakasih yang sebelumnya sudah di ucapkan.
Namun jeje bergegas kembali ke mobil dengan senyuman khas yang bisa membuat hati bintang berdebar debar, sampai sampai ia terlihat bodoh sekali hari ini, harinya hanya diisi oleh lamunan lamunan konyolnya.

Bintang tersenyum geli sambil membangkitkan diri dari kursi halte yang sudah terasa hangat itu, sekilas dialihkan pandangannya itu pada mobil jeje yang ternyata kaca belakangnya sedang bergerak menutup, pertanda ada orang yang usai membukanya.
Bintang merasa geli melihatnya "tapi, bukan nya jeje duduk di depan yah?" Bintang tersadar kalau jeje tadi duduk didepan, bukan belakang.
Namun karna tak mau ambil pusing bintang mencoba melupakan semua itu, dia beranjak melangkahkan kaki menuju arah berlawanan dengan mobil jeje yang kebetulan rumah bintang memang gak jauh dari sekolah barunya ini.

Walau berusaha sesantai mungkin, dalam hati kecilnya tetap menyimpan bermacam pertanyaan!
Siapakah jeje yang sebenarnya? Gadis yang baru dia ketahui bernama cindy itu, ataukah gadis yang memiliki nama jesica di mobilnya?
Lalu apa yang jeje tau soal hidupnya sehingga dia bisa berbicara dan ngobrol dengan bintang begitu hangatnya. Seolah jeje tau apa yang di alami dan difikirkan bintang.
Lalu tau dari mana soal lolipop ini? Dia tau darimana kalau lolipop memang obat terbaik untuk bintang?
Dan, apa arti sikap manis jeje dan debaran dihati bintang itu!
"Arghhh . . . ." Bintang berteriak dengan lantang, seolah teriakannya itu bisa mengurangi semua pertanyaan pertanyaan konyol itu, sampai bintang tak menyadari badannya mulai basah dengan rintikan hujan di hari yang sudah menjelang sore ini, mungkin trotoar disepanjang jalan ini sudah tertawa apabila benda mati bisa berbicara saat menyaksikan bintang yang lebih terlihat seperti orang gila ini.
Bintang yang berjalan gontai dibawah rintik hujan sore ini.

Mungkinkah ini Hari Pertama bintang mengenal CINTA? Hanya waktu dan misteri takdirlah yah akan menjawabnya!

Bersambung . . . . .

Hehehe, sori kalo lanjutannya agak lama, soalnya sibuk tryout segala, belum lagi mau US juga!
Doain lulus yah sobat? #malahCURHAT

Oyah! Kalo bisa tinggalkan kritik serta sarannya ya? Biar bisa buat perbaikan kedepannya.

Mudah mudahan lanjutannya gak terlalu molor? Ok guys? See ya!

Hari pertama (sonichi) 4

Kegelisahan stella sekarang bertambah, dikala dia menerima telefon dari nomor pribadi, yang menyatakan kalau membantu stella merebut hati farel sahabat kecilnya dari jeje gadis berpipi tembem dan pemilik gigi kelinci yang mempercantik parasnya.
Dia tak takut dengan semua itu, namun biar bagaimanapun jeje adalah sahabat dia, walau sekarang hubungan mereka sedang tidak baik.
Dan dia yakin bahwa penelfon itu adalah orang yang tau persahabatan dan perasaan lamanya pada farel! Dan dia yakin sekali kalau ghaida tidak pernah pantang dengan apa yang dia katakan, yah aku yakin suara disebrang ponsel itu adalah ghaida.

Stella terlihat bingung dan panik mencari keberadaan ghaida.
Stella bertanya tanya pada beberapa orang didalam aula namun tak ada yang tau keberadaan ghaida, kecuali nabilah yang ternyata sedang duduk di barisan belakang sambil memperhatikan naskah drama yang dimiliki semua pemeran drama musikal tersebut.
Dengan terburu buru stella menghampiri nabilah lalu menanyakan keberadaan ghaida, namun apa yang diingin kan stella tidak sesuai yang dia fikirkan! Di kejar waktu latihan yang sebentar lagi mau dimulai menuntut stella menjadi murka.
Belum sepatah katapun keluar dari mulut nabilah, namun sebaliknya dari stella.
Stella mulai tak sabar dengan nabilah sang menganggap omongan stella hanya angin lalu!
"Kamu denger aku ngomong gak sih bil?"
"Enggk, mungkin nada bicaramu kurang lamban, makanya aku susah mencerna"
Stella semakin emosi dengan perlakuan nabilah yang dia anggp hanya buang waktu.
"Yang kamu cari itu kan?" Tiba tiba nabilah memecah emosi batin stella, sambil memegang naskah nabilah mengayunkan dagunya dengan maksud menunjuk kedatangan ghaida.
Seolah tak mau tau dengan keberadaan stella, ghaida lewat dihadapannya dan bergegas duduk di samping nabilah, diikuti oleh stella disamping ghaida.
"Kamu urungkan niatmu itu, aku bisa kok selesein semuanya sendiri" stella berbisik pada ghaida yang hanya dibalas dengan senyuman berseringai!
"Kamu tenang aja sahabatku, aku gk bakal ngebuat kamu kehilangan farel, setelah kamu kehilangan queen of the year apa kamu bisa relain farel juga?"
Stella terlihat pasrah, percuma dia memaksakan ghaida karna itu gak bakalan ngebuat semua lebih baik, stella hafal sekali dengan watak dua sahabat kecilnya itu!
Farel yang penyayang dan selalu menjadi penengah diantara mereka, dan ghaida adalah wanita yang manis dan setia kawan, dia akan lakuin apapun demi melindungi sahabatnya! Selain keras kepala ghaida juga memiliki kehangatan kasih sayang serta keperdulian yang tinggi pada sahabatnya!
Stella mencoba memenangkan dirinya, dia berfikir keras agar ghaida mengurungkan niatnya.
"Biar bagaimanapun juga melody dan jeje adalah sahabatku, walaupun hubungan kami sedang tidak baik".

***

Suasana panas siang ini tak mengurungkan semangat para siswa dan siswi untuk latihan pertama, dimulai dari pendalaman peran, hafalan dialog sampai gambaran akting di lakoni siswa siswi dengan semangat dan berjalan lancar, termasuk oleh cindy dan yupi selaku penanggung jawab alat musik serta sebagai pemain drama.
Baru beberapa jam berlalu kedekatan cindy dan joey semakin akrab, beberapa kali terlihat senyuman riang dari wajah cindy karena ulah joey!
"Joey orangnya asik ya? Care, romantis dan ganteng, yah walaupun tampangnya sedikit arogan sih" cindy tiba tiba tertawa geli mengingat apa yang ia katakan ke yupi.
"Lalu kenapa dia sok sok misterius kirimin kamu surat dengan inisial yang sok misterius gitu" yupi bertanya dan terlihat bingung.
"Mungkin biar lebih romantis, baru kali ini ada cowo yang memperlakukan aku dengan istimewa dan romantis kaya tadi"
"Apa gak termasuk sama cewe di ujung sana?" Yupi menunjuk seorang perempuan yang sadang tertawa riang bersama joey yang sedang asyik merangkulkan tangannya di pundak perempuan itu.
Raut muka cindy seketika berubah, dia sedikit kesal melihat kedekatan joey dan perempuan itu.
"Aduh" teriak cindy saat bola pimpong melayang ke kakinya, dan anehnya bola itu tidak berpantul menjauhinya, namun malah jatuh di hadapannya yang membuat yupi refleks mengambil bola itu.
"Eh ada kertasnya cin, pantasan daya pantulnya rendah, soalnya berat massanya dibebani sama kertas ini" yupi terlihat sibuk mengeluarkan kertas dari bola itu sambil nengungkapkan teorinya.
Yang justru membuat cindy jadi penasaran dengan isi kertas itu.

~jangan cemberut dong, kamu gak pantes kalo kaya gitu! Yah walaupun tetep cantik sih biar gimanapun! Apalagi waktu main gitar~
Mr. J

Dengan lantang yupi membacakan kertas itu yang membuat wajah cindy memerah seketika.

"Kenapa cuma beberapa meter aja harus kirim kertas segala? Bukannya kalo ngomong langsung lebih gantle yah?" Yupi masih terus bertanya tanya sambil memainkan bola pimpong di tangannya.
"Kan aku udah bilang, karna joey itu cool dan romantis, baru kenal beberapa jam aja aku serasa di buat terbang sama dia" cindy makin malu malu sambil mendekap kertas yang iya cium berkali kali!
"Hati hati loh sama yang misterius, biasanya gak baik" yupi masih berusaha mengingatkan cindy yang sepertinya terjebak cinta misterius!
"Kamu seperti spongebob, banyak omong! Tapi itu tetep gk buat perasaanku berubah, joey itu misterius, romantis dan . . . . Dia asik! Buktinya banyak yang dekat sama dia"

"Orangnya asik atau playboy sih?, sepertinya kita harus cepat pulang dan melakukan ritual puja kerang ajaib! Supaya kamu sadar cin! Ululululu" yupi bergegas ke belakang panggung sambil memukul mukul mulutnya yang dimonyongkan menirukan tingkah spongebob saat memuja kerang ajaib!
Tingkah gadis pecinta shinchan dan spongebob ini memang konyol! Namun otaknya dibidang akademis tidak perlu di ragukan!

Cindy yang merasa badmood dengan tingkah saudara kembarnya itu bergegas lari mengikuti yupi ke belakang panggung sambil memonyongkan bibirnya!
"Ulululululululu" ucapnya singkat sambil memukulkan tangannya di ujung bibir mengikuti tingkah yupi yang sontak menbuat cindy tersenyum geli, "bocah itu memang selalu buat aku ketawa dengan tingkah konyolnya! Aku sayang kamu sista" cindy bergegas mempercepat langkahnya menghampiri yupi dan memeluknya erat!
Pelukan adik dan kakak yang penuh kasih dan cinta!

***

Terlihat senyum kejengkelan di wajah bintang saat secara tidak sengaja dia melihat bola pimpong yang iya berikan ke cindy dibuang!

Namun entah kenapa dia tak sangguk berlama lama memendam kekesalan itu, terlebih setelah dia melihat senyum di wajah cindy!
"Jeje, jeje! Gak kebayang deh kalo aku bisa sampe ngobrol akrab sama kamu! Cuma liat kamu dari jauh aja aku udah segembira ini" dengan masih salah faham bintang tetap menganggap gadis itu jeje.
Dia gadis yang bermain gitar di atas panggung audisi itu! Itulah yang bintang tau!
Masih sibuk tertawa tawa dalam kekesalannya, bintang bergerak mendekati bola pimpong itu bersamaan dengan cindy yang mulai melepaskan pelukan saudara kembarnya!.

"Kok kertas didalamnya gak ada" begitu ucap bintang saat melihat bola pimpongnya kosong! Bintang yakin kertas itu turtut dibuang oleh cindy selepas iya membacanya.
"Kamu cari ini?" Begitu pinta seorang gadis yang sedang memegang sobekan kertas yang iya yakini bekas didalam bola tadi.
"Oh iya, kok bisa sama kamu?" Ujar bintang sambil mengambil kertas tadi, entah kenapa kontak diantara bintang dan gadis itu membuat bintang deg degan! Dia sendiri tak tau kenapa, namun perasaan ini bukan perasaan yang biasa! Apa karena dia orang pertama yang mau menegurku? Begitulah fikir bintang memberi alasan dengan semua perasaan itu, sambil mencoba melupakan perasaan aneh itu bintang bergegas memastikan apakah itu kertas yang dia maksud.
"Apa kamu yang menuliskan ini?" Begitu pinta bintang saat melihat ada coretan tangan di pojok kertas itu, namun gadis itu hanya membalas dengan gelengan di kepalanya sambil memasang raut aneh.
Dan sebaliknya bintang yang tiba tiba tersenyum gembira melihat semua itu!
"jadi itu kamu yang nulis? Cuma dengan balasan THANKS aja kamu bisa segembira itu" begitulah gadis itu bertanya dengan nada lirih yang pasti tidak akan sampai ketelinga bintang yang sedang berloncat kegirangan karna menerima balasan itu, sampai sampai bintang gak sadar kalau dia menabrak ghaida yang berjalan melewatinya.
"Eh sori!" Begitulah yang bintang ucapkan sebelum dia pergi melewati ghaida
"Woi! Yang sopan dong jadi cowo! Loe gak tau gue ini siapa?" Sambil menggerutu ghaida membereskan baju yang sebenarnya gak kusut ataupun kotor karena tabrakan tadi.
"Anak itu tadi siapa sih bil?" Namun nabilah hanya membalas gelengan!
"Dia anak baru kelas bahasa 3, namanya bintang!" Begitu ucap gadis yang mengamatinya dari tadi!
"Kamu tau dari mana je? Atau dia temanmu juga? Pengganti stella?" Ghaida tertawa geli dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Gue tadi sempat ngobrol sama dia, kalo loe mau ambil aja" jeje segera pergi ke panggung sambil menyenggol ghaida yang sontak membuat ghaida marah marah lagi.
"Kenapa sih semuanya nyebelin? Gak anak baru, tiga sahabat sok sokan, dan dua kembaran juga! Semuanya nyebelin!"
"Udah lah ghai? Kan masih ada gue" nabilah tersenyum dengan gaya slengekan
"Pokoknya kamu musti bantuin gue ngasih pelajaran sama mereka semua! Terutama buat tiga cewe sok sokan itu! Kalau perlu secara fisik dan batin sakitnya" ghaida tertawa renyah diikuti nabilah sambil menatap sinis jeje dan melody yang ada diatas panggung.
Bersambung………

Jangan lupa komennya guys?

Absurd

Apa kabar kawan! Lama gue gak nge joke! Hahaha. Yah walaupun garing sih! Hahaha.

Jadi ceritanya gue lagi nonton di bioskop nih! Maksud saya kenyataannya! Bukan ceritanya! #halah!

Jadi gue mau nonton comic 8 nih! Film yang dibintangi 8 stand up comedy!, sebut saja orang orang yang ketawanya ketawa cerdas! *kata temenku gitu!

Di liat dari pemainnya aja udah pasti yang mau nonton sebangsa pemainnya! Orang orang absurd!

Walaupun aku gak termasuk orang yang ketawanya cerdas (soalnya kalo nonton stand up aq jarang ketawa) tapi kadang ketawa karna liat tingkah penontonnya yang absurd! Bukan karna stand upnya #skip

Jadi aku niatnya mau nonton jam 14.50 tapi berhubung aku telat dateng jadinya ngambil jam 16.55 bayangin aja nungguin dua jam!
Mau keluar malas bayar parkir (red; ngirit) jadi terpaksa cuma mondar mandir di MOL!, maklum nonton sendirian! #JOMBLO makhluk absurd memang identik combro! *dibaca jomblo

1 jam kemudian»

Udah mulai bosen mondar mandir di MOL aku balik lagi ke cinema!
Gak ngerti mau ngapain akhirnya aku ngesot didepan toilet! *mulaiABSURD
Ini bukan mau nyari uang parkir lo yah! Tapi karna teater tiga ada di depan toilet! Jadi aku ngesot disitu buat nunggu jam 16.55

Pertamanya ngenes banget ngesot di depan toilet sendirian tapi gak lama dateng segerombol cewe deketin gue!
Gue sih sok jual mahal! Dan cewe cewe itu gak kalah jual mahal! Mereka sok sokan lewat di depan gue dan belok ke toilet! *ituPastiCumaModus! #jombloKEPEDEan

Kalo tadinya Cewe sok alesan ke toilet sekarang gantian cowo cowo yang datang! Buset, pasti mau ngeroyokin gue! Gue tau sih keabsurdan gue gak ada duanya! Tapi kalo bisa jangan keroyokan lah!
Sendirian aja gue belum tentu berani!
Tapi ternyata cowo cowo tadi ngikut gue ngesot di depan toilet juga! *ada temen

Pertamanya aku mati kutu! Mereka berenam! Lah aku? Sendirian! Mau ngobrol sama siapa coba?
Atau mau sok akrab? Gak mungkin!
Belum sempet aku kebingungan cewe cewe tadi keluar dari toilet dan gak mau kalah ngesot ngesotan juga!
Sampe sampe koridor antara toilet dan pintu teater penuh sesak!
Dan gue cuma bisa keheranan sambil ngamati wajah wajah absurd orang di sekeliling gue! Bahkan cuma bukan tampang tapi kelakuan gak kalah absur!
Mulai dari pergaulan, dari sekian banyak orang yang ngesot di depan toilet! Semuanya saling berkubu dan gak ada lawan jenisnya!
Cowo cowo sendiri! Cewe cewe sendiri!
Artinya semuanya JOMBLO! Hahahaha dalam hal status gue gak kesepian! Mereka JOMBLO SEMUA! :D
Hahaha! Mungkin karena mereka sibuk sama keabsurdannya kali yah? Sampe gak sempet mikirin lawan jenisnya.

Masih sibuk mikirin soal jomblo aku lebih kaget lagi ngeliat mereka yang punya keabsurdan masing masing!
Yg tiga cowo lagi sibuk motoin tiket bioskop dan nyuruh di upload entah kemana!
Ada lagi yang sibuk ngobrol pake bahasa jawa!
Ngobrol ngobrol sambil potoan dan gak kalah absurdnya ada yang bawa dan mainan UNO! Nah loh, kayanya emang niat tuh mau berangkat cepet! Sampe bawa kartu UNO segala!

Ini baru di luar! Kebayang gak di dalamnya gimana?

Aku yang duduk di kursi g-13 sengaja karna cuma itu barisan yang gk terlalu dekat dan jauh dari layar! Dan! Karna tadi waktu aku pesan tempat bnyak kursi yang keisi tapi itungannya genap semua(ada pasangannya)
Dan di kursi itu yang jaraknya satu kursi dari kursi yang aku yakin dipesan sepasang kekasih!

Sampe akhirnya film mulai dan gue baru ngerasa kalo gue memang absurd yang gak ada duanya!

Gua bingung harus ketawanya kapan! Soalnya aku gak ada kompaknya ama penonton lainnya!
Waktu penonton lain ketawa gue cuma ngikut ketawa!
Giliran gue ketawa beneran kenapa gak ada yang ngikut? :'(

Hari pertama (sonichi) 3

Setelah beberapa menit, stella, jeje dan melody tak sengaja masuk kedalam aula secara bersamaan.
Melody yang coba menyapa stella hanya dibalas senyum palsu, yang seketika membuat melody terlihat kusam.
Jeje kembali menepuk nepuk kan tangannya di punggung melody sebagai isyarat dia harus sabar menghadapi stella yang sedang emosi, dan hanya senyum lah yang bisa melody berikan pada jeje sebagai tanda mengiyakan.

Seolah tak ada masalah jeje menarik tangan melody untuk melewati stella yang terlebih dahulu memasuki aula.
Jangan tatap stella, bisik jeje di telinga melody.
Dengan mantap melody mencoba percaya pada semua rencana jeje.

Stella yang terlihat jengkel segera menghentikan langkahnya, dan duduk di bangku sebelah kirinya.

Stella mencoba mengalihkan kejengkelannya dengan cara mendalami naskah yang di berikan di pintu masuk aula tadi.
Sudah berkali kali stella membaca satu bait dialog namun tak ada yang menempel di otaknya!
Perlahan stella pun mulai gusar dengan kejengkelannya, berulang kali dia acak acak rambut untuk mengekspresikan ke jengkelannya itu.
"Katanya kalo orang lagi bad mood, coklat bisa jadi rekomendasi yang baik lo" stella sontak kaget dengan suara asing itu, dia edarkan pandangan pada lelaki yang sedang memegang coklat di bangku sampingnya, tanpa banyak bicara stella mengalihkan lagi pandangan dari lelaki itu.
Kekesalan yang dia rasakan membuat stella malas basa basi, apa lagi makan.
Sekilas stella sadar kalau coklat di hadapannya sudah dibukakan bungkusnya.
"Coba makan deh, atau pengen ku suapin?" Laki laki itu berulang kali menyuapkan sebatang coklat ke mulut stella, yang ada malah membuat stella semakin jengkel dan emosi.
"Udah deh rel? Jangan ganggu gue" bentak stella dengan nada yang semakin tinggi.
Farel, lelaki yang duduk disamping stella tiba tiba tersenyum geli, dia merasa senang melihat tingkah kekanak kanakan sahabat kecilnya itu.
"Kamu masih kekanak kanakan yah tingkahnya" dengan gemas farel mencubit pipi dan hidung
stella.
"Ih, apa si lo rel? Kamu juga kan tetep yang paling bisa buat aku senyum!" Sekilas stella tersenyum senang dengan keberadaan farel disampingnya, lalu merebut dan melahap coklat dari genggaman lelaki yang sudah menghiburnya.

Setidaknya stella merasa ada yang masih perduli padanya, yaitu farel sahabat kecilnya, walaupun persahabatan mereka sempat dijaraki oleh melody dan jeje sahabat barunya. Tapi farel tak segan menghibur stella dikala hatinya di hinggapi rasa kesendirian.
Stella melirik farel yang ternyata sedang memperhatikan dia.
"Ih, kamu kenapa liatin aku kaya gitu? Nanti naksir loh?" Tawa stella pecah seketika saat melihat farel tersenyum simpul
"Tenang aja, gue bakalan tetep setia sama jeje kok" farel pun turut memecahkan tawanya, di barengi dengan wajahnya yang mulai memerah.
Stella sejenak berubah masam melihat tingkah farel, dia mengalih kan pandangan pada jeje dan farel bergantian, ada sedikit kecemburuan dalam hatinya, namun dia harus memendam perasaannya itu, karena dia sudah berjanji pada farel untuk membantu mendekatkan farel dengan jeje.
Sambil menikmati coklat di dan rasa kecemburuan stella menyandarkan kepalanya dibahu farel, bahu yang selalu menemani kesedihannya semasa ia kecil dulu, disaat stella mengis saat jatuh dari sepeda, saat dia di tinggal sahabat sahabatnya dan bahu inilah tempat bersandarnya, tempat meneteskan air mata dan tempat stella mendapatkan. . . .
"Udah kamu jangan cemberut terus, jadi bener yah kamu kelahian sama melo dan jeje" sambil melayangkan pertanyaan itu farel membelai lembut rambut stella
"Yah, disinilah tempatku biasa mendapat belaian dari orang yang ia sayang dan cintai" begitu batin stella melanjutkan lamunannya.
Dia bahkan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya, dia lupa dengan melo, jeje, ataupun queen of the year!
Yang ada di otaknya saat ini hanya farel, farel, farel dan farel.

"Memangnya kamu gak marah, karna aku lebih perdulikan sahabat baruku. Melo dan jeje?" Perlahan stella menegakkan kepala dan menatap farel.
Tak langsung menjawab, tetapi farel malah menatap kosong ke arah panggung aula yang di penuhi panitia untuk menyiapkan pengeras suara.
"Menurutku sahabat itu gak perlu selalu ada buat kita, namun bisa faham dan mengerti kita itu sudah cukup" kembali stella mengalihkan pandangannya ke farel yang masih melamun.
"Jeje pasti beruntung bisa dicintai orang perhatian, pintar, ganteng dan setia kaya kamu" stella mencoba tersenyum dibalik kecemburuan yang dia rasakan "aku pasti akan selalu bantu kamu kok, karna aku yakin jeje juga suka sama kamu, siapa sih yang tega nolak sahabatku" stella seketika tertawa geli diiringi konflik di dalam batinnya "Aku akan selalu ngerti dan memahami kamu rel, karna kau itu sahabat ku, iya sahabat" batin stella semakin gundah, dia tak tau harus membenci jeje yang sudah membutakan farel, sehingga farel tak sadar dengan keberadaan stella yang mencintainya.
Namun disisi lain, kenapa stella perjanji akan membantu farel sahabatnya itu untuk mengejar kebahagiaannya.
Di tengah konflik batin yang dialami, stella dikejutkan getaran ponsel di sakunya.
Dia rogoh saku di baju putih dan mengfokuskan pandangan pada layar ponsel itu.
Private number~ begitu batin stella berkata.
"Siapa yang telfon? Kok gak diangkat?"
"Gakpapa kok rel" sekilas stella tersenyum simpul dan mendekatkan jari jempolnya menuju layar ponsel layar sentuhnya, stella sudah mantap ingin mengangkat telfonnya, walaupun ini akan menjadi pertamakalinya stella mengangkat telefon yang misterius, karna teman temannya saja banyak yang jengkel saat telfon penting namun tak direspon stella, dimana alasannya karena nomornya gak ada nama.
Namun berbeda kali ini. Dia penasaran dan segera menerima panggilan masuk itu, semakin dekat telinganya dengan ponsel namun tak ada suara yang keluar, dan seolah mulut stella kaku sehingga tak mampu untuk mengucapkan sepatah kata saja.
"Gue bakalan ngebantu loe buat rebut sahabat kecil loe itu dari jeje"
"Kamu~" stella segera menarik ponselnya dari telinga, dan dengan ekspresi yang was was dia edarkan pandangannya ke seluruh sudut aula.
"Ada apa stell? Kayanya kamu ketakutan gitu" stella seolah tak menggubris farel, dia masih sibuk dengan suara misterius tadi, dia yakin tau orang itu, dan dia yakin hanya orang yang tau masalalunya yang bisa bicara begitu, dia adalah orang yang dekat denganku.
"Oh, aku gakpapa kok rel, cuman lagi nyari ghaida, apa kamu tau dia dimana?"

Bersambung………
Ada pelebaran part guys, jadi belum tau sampe part berapa, hehehe.

Dan tolong komentar dan sarannya ya?