BBM untuk gingerbread

Hai kawan? Apa kabarnya?

Sekarang sudah tiba saatnya untuk hape jadul berBeBeMan ria.
Setelah penantian panjang, sekarang waktunya tiba.

Jadi kalo saya baca baca ada bnyak cara rumit cuma buat instal bbm.

Tapi disini saya cuma pengen mudahkan saja, gak perlu ribet ribet buat instal.

1. Download apk bbm DI SINI (dapet link dari temen)

2. Setelah didownload silahkan instal apk di ponsel anda

3. Setelah itu masuk ke aplikasi yang sudah di instal dan daftarkan bbm id anda. *semua kolom pendaftaran diisi

4. Setelah mengisi kolom dan mendaftarkan id, maka ponsel akan memakan waktu lama untuk mengatur BBM *dibutuhkan jaringan yang kuat, namun apa bila loading gak selesai selesai coba restart ponsel anda.

5. Dijamin BBM sudah connect di ponsel gingerbread

Dan buat hp mahal? Siap siap di ping dari hape murahan! Mito jadul mungkin! Hehehe

Cukup sekian cara instal BBM untuk gingerbread dengan cepat, dijamin work! Dan bukan tipu tipu.

Nanti kalo ada app resmi dari googleplay aku kabari!
Oke saya kira sudah cukup, apa bila ada yang masih bingung bisa hubungi lewat komen atau email saya. Dan yang udah berhasil invite aja 763D0335 *kalo mau.

Hahaha! Penantian panjang sudah berbuahkan hasil!
See you guys?

Hari pertama (sonichi) 2

Melody yang terpilih menjadi queen of the year sontak membuat stella kaget.
Hingga akhirnya stella terjebak di situasi yang sulit, dia harus mendengar kata ghaida ataukah tetap percaya pada sahabatnya, yang dia rasakan sahabatnya itu seperti mulai cuek terhadap stella.

"Kamu pegang apa sih stel?" Melody mulai curiga saat stella terlihat gugup
"Selamat ya mel?" Tiba tiba si kembar yupi dan cindy muncul sambil mengucap selamat dan memeluk erat melody
Aku sempat jengkel melihat melody dan jeje yang bersikap manis didepan cindy dan yupi karna sudah jelas yang merencanakan ide dibalik putusnya senar gitar jeje sudah pasti mereka.
Memang mau siapa lagi? Orang yang kurang suka dengan kita bertiga dan yang leluasa memegang alat alat musik untuk audisi ini cuma sikembar itu, jadi gak mungkin ghaida dan nabilah pelakunya.
Namun tiba tiba stella tersadar dengan situasi ini, dia bergegas menyelipkan kertas ghaida kedalam spatunya, lalu turut berbaur dengan melody, jeje, cindy dan yupi yang sepertinya sedang asik mengobrol.

"Oke anak anak, saya kira audisi ini sudah selesai, dan kalian bisa pulang sekarang juga, namun untuk pengumuman peran drama musikal, besok akan kita tempelkan daftar pemainnya di papan pengumuman, dan mulai besok kita sudah latihan di aula ini sekaligus dengan pemain prianya, oke? Selamat berjuang hingga dua minggu kedepan" penutupan oleh miss yuni itu mengiringi para siswa yang mulai berhambur keluar dari dalam aula, begitu juga melody, stella, jeje beserta novel di tangannya.
"Eh stel?" Melody tiba tiba memanggilku yang memang berjalan mendahului mereka.
"Kamu kenapa dari tadi murung? Apa karna kamu gak terima dengan kenyataan yang ada?" Perlahan Melody mendekati stella.
"Enggak kok mel? Mungkin perasaanmu aja" pinta stella sambil melangkahkan kakinya terus ke depan, namun belum beberapa langkah stella berjalan, melody menarik tangannya.
"Bukan berarti aku bahagia stel, saat aku menjadi juara, justru aku tersiksa" belum sempat melody menjelaskan, namun stella sudah menghentakkan tangannya hingga terlepas dan melanjutkan langkahnya.
"Maafkan aku yang sudah mengaku BINTANG pada kalian?" Begitulah kata yang terucap dari stella sebelum ia lari meninggalkan melody dan jeje.
Yah, stella sudah termakan gelar queen. Sampai sampai ia kolot dengan semua ini.

***

Suasana gaduh dilapangan futsal mulai reda, hanya tersisa bintang yang sedang meratapi nasib.
Ia gagal dalam audisi ini, ia tak dapat menjadi king of the year tahun ini.
Terlebih dia memang mengakui kemampuan farel yang luar biasa, selain icon sekolah, farel juga merupakan anak dengan segudang kelebihannya, pandai bermain alat musik, pintar, friendly, baik dan tidak sombong.
Sementara bintang? Bintang cuma anak baru yang gak punya temen walau sudah hampir satu bulan.
Bahkan sekarang harapannya untuk didatangi teman baru saat mendapat gelar king sudah musnah, bahkan dia tak dapat simpati sedikitpun dari teman temannya.
Namun tiba tiba lamunan bintang hancur saat teringat wajah gadis kembar, dengan twintail serta perawakan chuby dan kekanak kanakan yang tadi bintang intip sedang tampil diaula setelah bintang kembali dari toilet. Dan kalau tidak salah dengar tadi namanya jeje, gadis yang katanya jago main alat musik dan menjadi topik perbincangan para pria pria di lapangan futsal tadi.
Tiba tiba muncul ide untuk berkenalan dengangannya yang kebetulan kelasnya bersebelahan dengan kelas bintang, dia anak bahasa 2 sementara aku bahasa 3.
Namun untuk awal penjajakan bintang ingin mengetahui wataknya dengan cara berkenalan lewat surat yang segera bintang tuliskan kala itu juga.
Tanpa fikir panjang bintang bergegas keluar dari lapangan dan pergi keaula yang ternyata sudah tak ada orangnya.
Segera bintang tersadar dan melirik jam tangannya.
"Sudah jam empat" batin bintang sambil tertawa geli. Dia baru sadar kalau lamunannya dari tadi cukup memakan waktu.

***

Hari rabu pagi yang ditunggu akhirnya tiba, bel istirahat yang dinanti pun berbunyi. Sontak semua siswa menghambur ke papan pengumuman, sementara melody terlihat sibuk mencari stella yang gak biasanya udah ilang waktu bel istirahat baru berbunyi, atau jangan jangan stella begini karna marah sama melody? Berbagai pertanyaan timbul dalam benak melo, dia merasa kecewa dengan posisi ini, namun dengan cara inilah agar anak eksul musik tidak direndahkan oleh ekskul lain terutama oleh ekskul dance dan teater. Tapi disisi lain melody gak pengen gara gara posisi seperti ini dia di benci sahabatnya, dia juga merasa takmampu lagi tersenyum palsu di depan orang orang demi menjaga pecintraannya.
"Kamu kenapa mel? Kok ngelamun terus dari tadi" jeje yang usai menyelesaikan novelnya segera memecah lamunan melody.
"Eh, enggak papa kok je, cuma agak bingung aja, kok aku gak ada liat stella yah?" Tergambar raut melody yang sedang menyembunyikan sesuatu dari jeje.
"Paling liat pengumuman, ayo gih kita kedepan juga? Mudah mudahan aku gak dapat peran" begitulah harapan jeje yang keluar dari dalam hatinya, sambil bangkit dan menarik tangan melody.

***

Sekilas melody melihat stella yang keluar dari kerumunan siswa siswa di depan papan pengumuman.
Namun belum sempat melody memberi tahu jeje, stella keburu naik ke lantai dua.
"Kok malah ngelamun lagi sih mel?" Jeje mencoba menggoyang goyangkan tangan melody yang dia genggam, dengan tujuan agar melody tersadar dari lamunannya.
"Eh iya, ayo cepat liat" begitu tutur melody sambil menarik jeje.
Melody mulai memandangi papan dengan seksama, mencari dua nama sahabatnya yang ternyata berperan sebagai black devil dan guardiant angel.
Yah, stella black devil dan jeje guardiant angel.
"Yah, kok stella jadi musuhku sih? Dan lawan mainku farel, sungguh pilihan yang sulit, harus musuhan sama sahabat sendiri, dan. . . ." Melody sengaja mengulur ulur ucapannya sambil menggoda jeje yang merangkul punggung melody.
"Dan apa coba?" Sontak tawa jeje terpecah, namun sebaliknya dengan melody yang terlihat mulai melamun lagi, "padahal yang biasanya suka ngolokin dan jodoh jodohin kamu sama farel kan stella je?"
"Udah, ayo kita naik aja, jangan galau terus, nanti king farel marah lo karna aku gagal menjagmu" melody dan jeje pun tertawa dengan riangnya sambil melangkahkan kaki menuju lantai dua aula sekolahnya, karena anak ada rapat untuk persiapan drama musikal.

Stella terlihat menyendiri, dia duduk seorang diri dikursi depan sambil membaca baca naskah drama yang dibagikan didepan aula tadi, melody terlihat menarik tangan jeje mendekati kursi stella, namun melody yang bermaksud ngobrol dengan stella malah di respon dengan sangat dingin, dimana malah membuat jeje menjadi jengkel dengan tindakan stella yang jeje anggap kekanak kanakan itu, "wah wah, kayanya tiga sahabat sejati sedang gk akur nih, abisnya ada musuh dalam selimut sih" ghaida pun tertawa puas melihat tiga sahabat itu saling bersikap dingin. Dimana tindakan ghaida yang dibarengi celotehan nabilah membuat jeje emosinya naik.
"Udah seneng sekarang kalian? Dapat teman bocah satu lagi?" Jeje pun menatap stella sinis
"Jeje, jangan ngomong gitu?"
"Masih aja ya mel kepalamu dingin? Kamu gak denger omongan bocah bocah ini? Kamu gak usah belain orang yang udah jelas gak percaya sama kamu?"
"Gimana mau percaya? Ngakunya sahabat, tapi bukannya bantuin malah nikung dari belakang, hahaha kasian stella ya bil?" Belum puas juga ghaida memanaskan suasana di aula itu.
"Bilang aja coba kalo sebenernya pengen jadi queen? Jadi kan gak perlu sok manis didepan sahabatnya" nabilah pun turut memanaskan suasana di aula itu
Hingga akhirnya jeje mulai murka, seorang jeje yang hobi membaca novel, main musik serta cuek itu seperti setan hitam, yang sontak membuat stella terperangah dan bergegas meninggalkan ruangan aula yang mulai dipenuhi siswa siswi itu.
Namun sebaliknya dengan melody, bersusah payang menahan dan menenangkan jeje yang ingin mencabik cabik ghaida dan nabilah.
Bukannya makin redup, tapi suasana malah bertambah parah saat si kembar yupi dan cindy turut menyalahkan ghaida dan nabilah yang dianggap ikut campur urusan orang itu.
Dan tanpa berlama lama lagi melody menarik jeje keluar ruangan disaat pertengkaran antara si kembar dan bocah makin serius, "eh anak kecil? Kamu gak tau diri yah? Udah baik baiknya aku belain eksul teater yang mereka anggap bisa kalah dengan ekskul musik kaya mereka" ghaida merasa berada di atas awan sekarang, terlebih saat yupi dan cindy mulai berfikir.
"Kira kira yang ngomng itu melody dan jeje atau dua kunyuk yah cin?" Dengan nada cuek yupi malah berbalik memanasi ghaida.
"Wah, gak tau juga tuh pi? Hahaha, tapi sudahlah, daripada kita cape nyerocos mending kita hafalan naskah" yupi yang mengiyakan kata kata cindy pun bergegas meninggalkan ghaida.

"Ih, dasar nyebelin! Berani beraninya dua anak kecil itu bilangin aku kunyuk, pokoknya kita harus buat agar mereka dan tiga sahabat itu hancur bil, gak mau tau gimanapun caranya"
*****

Tunggu next postnya, tinggal 1-2 post lagi udah selesai!

Dan ayo turut partisipasi? Request nama pemeran laki laki dan member yang ingin dilibatkan dalam ceritaku.

Reader yang baik selalu komen setelah baca.
Saya butuh kritik dan saran untuk perbaikan kedepannya.

Hari pertama (sonichi)

Stella, melody dan jeje. Tiga orang sahabat ini sedang sibuk mempersiapkan strategi untuk audisi QUEEN OF THE YEAR yang sedang diadakan sekolahnya, dimana project yang diselenggarakan antar ekskul musik, teater dan dance ini mencari sesosok perempuan yang multi talent untuk menjadi queen atau pemeran utama dalam drama musikal special hari jadi sekolahnya.

Selang beberapa menit dari perbincangan tiga sahabat ini, akhirnya bel sekolah berbunyi. Pertanda jam pelajaran berakhir.
Ruang kelas yang tadinya ribut karena jam pelajaran kosong, sekarang semakin tak terkendali, suara teriakan disana sini berkumandang, jeje yang tidak suka dengan suasana gaduh segera keluar dari kelas tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya yang lagi sibuk menyelesaikan catatannya.

"Eh, ada kutu buku" terdengar tawa diantara ghaida dan nabilah saat memaki jeje yang baru keluar dari kelasnya, namun tak ada perlawanan sedikitpun dari jeje. Dia tetap asik dengan novel yang ada ditangannya.
Terlihat tak mau menyerah, ghaida dan nabilah pun berlari melewati jeje dan berusa menjegalkan kakinya pada gadis berkaca mata dan berpipi chubby itu.
"Dasar bocah" tutur jeje sambil menurunkan novel dari jangkauan matanya. Lalu beralih melihat nabilah dan ghaida yang membentangkan kakinya menutupi jalan dikoridor.

"Kayanya gak bosen yah, kalian gangguin kita" terdengar suara lembut yang sangat keibuan dari belakang jeje, dan ternyata adalah melody yang ditemani stella
"Udahlah, jangan pedulikan kedua bocah ini" tanpa banyak omong jeje kembali berjalan dan sengaja menabrak kaki ghaida maupun nabilah yang menutupi jalan, lalu disusul stella dan melody.
"Eh sebentar" ujar stella lalu berbalik menghampiri dua orang yang sedang merengek kesal seperti bocah.
"Nih buat kalian, jangan nangis lagi yah?" Stella kemudian tertawa licik sambil memasukkan permen di saku kemeja dua bocah tadi, lalu berlanjut menyusul dua sahabatnya yang turut menikmati pertunjukan kecil itu.
"Dasar anak musik nyebelin!" Ghaida dan nabilah yang memang emosional terlihat kesal sekali melihat tingkah tiga sahabat yang dia anggak mengibarkan bendera perang itu, namun apa boleh buat, makian yang keluar dari mulut mereka berdua sungguh percuma, karena tiga sahabat it sudah menghilang di ujung koridor yang langsung menghadap pintu pagar.
"Sepertinya mereka sudah berani sama kita bil? Kita gak boleh tinggal diam" ucap ghaida emosi
"Lalu apa dong yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tenang aja bil? Aku ada rencana buat ngegagalin mereka audisi, kita lihat aja besok" ghaida tersenyum sinis pada nabilah yang justru bingung dan tak tau dengan ide licik di kepala ghaida.

***

Hari yang di tunggu akhinya tiba, semua siswi berbaju olah raga sudah berkumpul memenuhi aula. Mereka adalah wanita wanita yang memiliki tujuan sama, yaitu menjadi queen of the year tahun ini.

Begitu juga yang terjadi di lapangan futsal, bintang si anak baru yang belum punya teman itu terlihat memojokkan diri, namun dengan perasaan optimis dia pasti akan terpilih dalam drama musikal ini, yah walaupun bukan sebagai king of the year, setidaknya dia ingin membuktikan kalau teman itu akan berdatangan disaat dia lolos dari audisi ini.
Bersama gitar kesayangannya bintang akan membuktikan pada mereka yang sekarang sedang meremehkan dan menggunjingnya.

Sudah sekian menit bintang menahan buang air kecil, karna takut giliran dia tampil namun dia tidak ada di tempat, apa boleh buat, dengan badan bergetar dan menggeliat geliat karna menahan buang air, dia segera berlari ke toilet yang ada di lantai satu, karna kebetulan aula dan sport area di sekolahan ini berada diatas gedung sekolah atau lantai dua.

Perlahan bintang mendengar sayup sayup suara gitar dari dalam aula, dia penasaran dengan sesosok pemain gitar itu, namun karna dia sudah tak tahan ingin ke toilet, dengan terpaksa dia urungkan niat untuk mengintip kedalam aula.

***

Huuu, begitulah sorakan yang bergema didalam aula, para peserta lain bersorak riuh saat alunan gitar jeje berubah menjadi fals karna dua senarnya putus, dengan wajah dingin jeje segera menghentikan permainannya, dia tak menyesali ini semua, karna pada dasarnya dia tak pernah ada niat untuk mengikuti audisi ini.
Namun berbeda dengan stella, dia segera menghampiri cindy dan yupi yang mengurus soal peralatan untuk audisi ini, termasuk mempersiapkan alat musik serta audionya.
"Pasti ini semua ulah kalian yah? Aku tau kalian tak suka sama kita bertiga, kalian takutkan kita merebut kemenangan tahun ini?" Ujar stella dengan majah kesal.
Namun yupi dan cindy hanya membalasnya dengan tertawa.
"Kalo memang gak bisa main musik ya terima aja, buat apa coba kita berbuat curang? Toh kita kan tau pemenangnya bakalan anak teater lagi? Pemenang tiga tahun berturut turut" yupi dan cindy pun segera naik ke atas panggung karna dia peserta selanjutnya, cindy bergegas mengambil gitarnya dan sementara yupi mempersiapkan micnya untuk akustikan dengan cindy.

Sementara stella masih geram saat mengingat nasib mereka bertiga yang audisinya tidak berjalan dngan baik, dia mulai menerka nerka siapa dalang dibalik semua ini.
"Udah lah stel? Kamu gak usah emosi sama bocah bocah kaya gitu? Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" jeje dan melody pun tertawa riang, diikuti oleh stella yang turut tersenyum.
"Oyah, menurut kalian berdua, aku bakalan kepilih jadi queen apa enggak?" Pinta stella sambil melenggak lenggok kan badannya sambil tertawa.
"Pasti dong, yang penampilannya paling keren kan tadi kita bertiga aja, cuman karena kita berdua gk tampil maksimal, jadi otomatis kamu yang pantas jadi pemenangnya" candaan melody sketika memecah tawanya
Namun sebaliknya dengan stella yang terlihat kebingungan, namun berusaha tersenyum.
"Mohon perhatiannya anak anak, waktunya kita mengumumkan peran dan queen dalam drama musikal kita" terdengar suara miss yuni yang menggema di gedung aula dan sontak membuat suara siswa yang tadinya gaduh menjadi hening. "Dan, yang terpilih menjadi queen tahun ini bukan siswa umum, namun dari perwakilan ekskul. Penilaian ini sepenuhnya berdasarkan potensi dan daya tarik serta yang terbaik dari kalian semua, dan yang lebih mengejutkan lagi, ini sejarah baru sepanjang tahun. Bahwa yang menang dari ekskul musik. . ." Miss yuni memberikan jeda di ujung pengumuman yang sontak membuat melody memeluk kedua sahabatnya itu.
"Sepertinya kau memang yang terbaik stell?" Melody melirikkan pandangannya pada stella yang sedang gugup serta panas dingin.
"Wanita yang memiliki potensi besar itu adalah? Melody perwakilan dari ekskul musik, sekaligus queen pertama dari ekskul musik" suara tepuk tangan segera menggema, namun sebaliknya dari si saudara kembar cindy dan yupi, serta duo bocah ghaida dan nabilah.
Jeje bergegas memeluk melody "Selamat ya mel? Kamu perwakilan pertama kita" begitu tutur jeje sambil memeluk melody yang di sertai dengan stella memeluk di sampingnya.
"Melody, cepat naik keatas panggung" panggil miss yuni agar melody naik ke panggung
Tanpa basa basi melody melepas pelukan sahabatnya, dan bergegas lari ke atas panggun.
"Mel? Selamat yah?" Untuk kesekian kalinya kata it keluar dari mulut jeje yang disambut acungan jempol dari melody yg sedang berjalan menuju panggung.
"Mel? Melo? Melody?" Bergantian stella yang ingin mengucapkan selamat pada melody namun tak ada respon, melody tetap berjalan menuju ganggung.
Tersirat senyum terpaksa dari wajah stella, "selamat ya mel?" Batin stella yang mulai putus asa.
Stella tak tahan melihat pemandangan di atas panggung, dia merasa bahagi karna sahabatnya berhasil menjadi queen, namun ada setitik rasa iri di hatinya.
"Aku ke toilet bentar ya je?" Ijinku pada jeje dan bergegas kebawah.

"Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" tiba tiba kesunyian di toilet terpecah oleh tawa seorang gadis yang ternyata ghaida
"Ngomong apa sih loe?" Tanyaku dengan nada yang mulai naik
"Jadi begini queen stella, kalo yang aku dengar dari perbincangan kalian tadi, kurasa sudah jelas kalo potensimu itu jauh dibawah jeje dan melody, tanpa harus tampil maksimal aja dia bisa menang, apalagi kalau tampil maksimal?" Ghaida merasa sudah dapat mengendalikan stella, terlihat dari ekspresi stella yang seperti orang kebingungan dan berfikir keras. "Atau mungkin aja mereka terpaksa nerima kamu jadi sahabatnya? Sampe sampe melody gak ngerespon kamu waktu kau panggil? Itu karena dia terlalu senang menjadi queen jadi lupa deh sama sahabat payahnya" kembali ghaida tertawa menang
Namun stella mulai terlihat panas.
"Udah puas ngocehnya? Lagian kamu kerjaannya nguping terus yah? Mending urusin aja tuh hidup kamu?" Stella yang mulai terpancing emosi segera bergegas pergi sambil membanting pintu toilet. Sementara ghaida tertawa penuh kemenangan dan kembali mengikuti stella ke aula.

Namun langkah stella terhenti saat ia berada di pintu aula.
Entah kenapa perasaannya menjadi aneh saat melihat jeje dan melody bercanda dengan eratnya. Perlahan ia mendatangi jeje dan melody sambil memasang senyum yang terlihat terpaksa.
"Eh stel? Ketoiletnya lama banget?" Sapa melody waktu melihatku perlahan mendekati mereka. Belum sempat aku membalas tiba tiba ghaida menyerempetku dari belakang.
"Eh sori" ucapnya singkat lalu memeluk melody dan mengucapkan selamat padanya, di lanjutkan memeluk jeje dan kemudian aku.
"Kalau mau curhat, aku siap jadi pendengar yang baik queen stella?" Bisik ghaida lirih didekat telingaku.
Perlahan ia menarik telapak tanganku dan menyelipkan selipat kertas lalu pergi begitu saja.
Pandanganku beralih pada melody dan jeje yang menatapku lekat lekat?
"Kayanya ghaida ngasih sesuatu ke kamu stel?" Tegas melody yang sontak membuatku keringat dingin.

Aku memang tak tau apa isi kertas ini, namun aku takut ini hanya jebakan si bocah it.

****
Tunggu next post yah?