Hari pertama (sonichi) 4

Kegelisahan stella sekarang bertambah, dikala dia menerima telefon dari nomor pribadi, yang menyatakan kalau membantu stella merebut hati farel sahabat kecilnya dari jeje gadis berpipi tembem dan pemilik gigi kelinci yang mempercantik parasnya.
Dia tak takut dengan semua itu, namun biar bagaimanapun jeje adalah sahabat dia, walau sekarang hubungan mereka sedang tidak baik.
Dan dia yakin bahwa penelfon itu adalah orang yang tau persahabatan dan perasaan lamanya pada farel! Dan dia yakin sekali kalau ghaida tidak pernah pantang dengan apa yang dia katakan, yah aku yakin suara disebrang ponsel itu adalah ghaida.

Stella terlihat bingung dan panik mencari keberadaan ghaida.
Stella bertanya tanya pada beberapa orang didalam aula namun tak ada yang tau keberadaan ghaida, kecuali nabilah yang ternyata sedang duduk di barisan belakang sambil memperhatikan naskah drama yang dimiliki semua pemeran drama musikal tersebut.
Dengan terburu buru stella menghampiri nabilah lalu menanyakan keberadaan ghaida, namun apa yang diingin kan stella tidak sesuai yang dia fikirkan! Di kejar waktu latihan yang sebentar lagi mau dimulai menuntut stella menjadi murka.
Belum sepatah katapun keluar dari mulut nabilah, namun sebaliknya dari stella.
Stella mulai tak sabar dengan nabilah sang menganggap omongan stella hanya angin lalu!
"Kamu denger aku ngomong gak sih bil?"
"Enggk, mungkin nada bicaramu kurang lamban, makanya aku susah mencerna"
Stella semakin emosi dengan perlakuan nabilah yang dia anggp hanya buang waktu.
"Yang kamu cari itu kan?" Tiba tiba nabilah memecah emosi batin stella, sambil memegang naskah nabilah mengayunkan dagunya dengan maksud menunjuk kedatangan ghaida.
Seolah tak mau tau dengan keberadaan stella, ghaida lewat dihadapannya dan bergegas duduk di samping nabilah, diikuti oleh stella disamping ghaida.
"Kamu urungkan niatmu itu, aku bisa kok selesein semuanya sendiri" stella berbisik pada ghaida yang hanya dibalas dengan senyuman berseringai!
"Kamu tenang aja sahabatku, aku gk bakal ngebuat kamu kehilangan farel, setelah kamu kehilangan queen of the year apa kamu bisa relain farel juga?"
Stella terlihat pasrah, percuma dia memaksakan ghaida karna itu gak bakalan ngebuat semua lebih baik, stella hafal sekali dengan watak dua sahabat kecilnya itu!
Farel yang penyayang dan selalu menjadi penengah diantara mereka, dan ghaida adalah wanita yang manis dan setia kawan, dia akan lakuin apapun demi melindungi sahabatnya! Selain keras kepala ghaida juga memiliki kehangatan kasih sayang serta keperdulian yang tinggi pada sahabatnya!
Stella mencoba memenangkan dirinya, dia berfikir keras agar ghaida mengurungkan niatnya.
"Biar bagaimanapun juga melody dan jeje adalah sahabatku, walaupun hubungan kami sedang tidak baik".

***

Suasana panas siang ini tak mengurungkan semangat para siswa dan siswi untuk latihan pertama, dimulai dari pendalaman peran, hafalan dialog sampai gambaran akting di lakoni siswa siswi dengan semangat dan berjalan lancar, termasuk oleh cindy dan yupi selaku penanggung jawab alat musik serta sebagai pemain drama.
Baru beberapa jam berlalu kedekatan cindy dan joey semakin akrab, beberapa kali terlihat senyuman riang dari wajah cindy karena ulah joey!
"Joey orangnya asik ya? Care, romantis dan ganteng, yah walaupun tampangnya sedikit arogan sih" cindy tiba tiba tertawa geli mengingat apa yang ia katakan ke yupi.
"Lalu kenapa dia sok sok misterius kirimin kamu surat dengan inisial yang sok misterius gitu" yupi bertanya dan terlihat bingung.
"Mungkin biar lebih romantis, baru kali ini ada cowo yang memperlakukan aku dengan istimewa dan romantis kaya tadi"
"Apa gak termasuk sama cewe di ujung sana?" Yupi menunjuk seorang perempuan yang sadang tertawa riang bersama joey yang sedang asyik merangkulkan tangannya di pundak perempuan itu.
Raut muka cindy seketika berubah, dia sedikit kesal melihat kedekatan joey dan perempuan itu.
"Aduh" teriak cindy saat bola pimpong melayang ke kakinya, dan anehnya bola itu tidak berpantul menjauhinya, namun malah jatuh di hadapannya yang membuat yupi refleks mengambil bola itu.
"Eh ada kertasnya cin, pantasan daya pantulnya rendah, soalnya berat massanya dibebani sama kertas ini" yupi terlihat sibuk mengeluarkan kertas dari bola itu sambil nengungkapkan teorinya.
Yang justru membuat cindy jadi penasaran dengan isi kertas itu.

~jangan cemberut dong, kamu gak pantes kalo kaya gitu! Yah walaupun tetep cantik sih biar gimanapun! Apalagi waktu main gitar~
Mr. J

Dengan lantang yupi membacakan kertas itu yang membuat wajah cindy memerah seketika.

"Kenapa cuma beberapa meter aja harus kirim kertas segala? Bukannya kalo ngomong langsung lebih gantle yah?" Yupi masih terus bertanya tanya sambil memainkan bola pimpong di tangannya.
"Kan aku udah bilang, karna joey itu cool dan romantis, baru kenal beberapa jam aja aku serasa di buat terbang sama dia" cindy makin malu malu sambil mendekap kertas yang iya cium berkali kali!
"Hati hati loh sama yang misterius, biasanya gak baik" yupi masih berusaha mengingatkan cindy yang sepertinya terjebak cinta misterius!
"Kamu seperti spongebob, banyak omong! Tapi itu tetep gk buat perasaanku berubah, joey itu misterius, romantis dan . . . . Dia asik! Buktinya banyak yang dekat sama dia"

"Orangnya asik atau playboy sih?, sepertinya kita harus cepat pulang dan melakukan ritual puja kerang ajaib! Supaya kamu sadar cin! Ululululu" yupi bergegas ke belakang panggung sambil memukul mukul mulutnya yang dimonyongkan menirukan tingkah spongebob saat memuja kerang ajaib!
Tingkah gadis pecinta shinchan dan spongebob ini memang konyol! Namun otaknya dibidang akademis tidak perlu di ragukan!

Cindy yang merasa badmood dengan tingkah saudara kembarnya itu bergegas lari mengikuti yupi ke belakang panggung sambil memonyongkan bibirnya!
"Ulululululululu" ucapnya singkat sambil memukulkan tangannya di ujung bibir mengikuti tingkah yupi yang sontak menbuat cindy tersenyum geli, "bocah itu memang selalu buat aku ketawa dengan tingkah konyolnya! Aku sayang kamu sista" cindy bergegas mempercepat langkahnya menghampiri yupi dan memeluknya erat!
Pelukan adik dan kakak yang penuh kasih dan cinta!

***

Terlihat senyum kejengkelan di wajah bintang saat secara tidak sengaja dia melihat bola pimpong yang iya berikan ke cindy dibuang!

Namun entah kenapa dia tak sangguk berlama lama memendam kekesalan itu, terlebih setelah dia melihat senyum di wajah cindy!
"Jeje, jeje! Gak kebayang deh kalo aku bisa sampe ngobrol akrab sama kamu! Cuma liat kamu dari jauh aja aku udah segembira ini" dengan masih salah faham bintang tetap menganggap gadis itu jeje.
Dia gadis yang bermain gitar di atas panggung audisi itu! Itulah yang bintang tau!
Masih sibuk tertawa tawa dalam kekesalannya, bintang bergerak mendekati bola pimpong itu bersamaan dengan cindy yang mulai melepaskan pelukan saudara kembarnya!.

"Kok kertas didalamnya gak ada" begitu ucap bintang saat melihat bola pimpongnya kosong! Bintang yakin kertas itu turtut dibuang oleh cindy selepas iya membacanya.
"Kamu cari ini?" Begitu pinta seorang gadis yang sedang memegang sobekan kertas yang iya yakini bekas didalam bola tadi.
"Oh iya, kok bisa sama kamu?" Ujar bintang sambil mengambil kertas tadi, entah kenapa kontak diantara bintang dan gadis itu membuat bintang deg degan! Dia sendiri tak tau kenapa, namun perasaan ini bukan perasaan yang biasa! Apa karena dia orang pertama yang mau menegurku? Begitulah fikir bintang memberi alasan dengan semua perasaan itu, sambil mencoba melupakan perasaan aneh itu bintang bergegas memastikan apakah itu kertas yang dia maksud.
"Apa kamu yang menuliskan ini?" Begitu pinta bintang saat melihat ada coretan tangan di pojok kertas itu, namun gadis itu hanya membalas dengan gelengan di kepalanya sambil memasang raut aneh.
Dan sebaliknya bintang yang tiba tiba tersenyum gembira melihat semua itu!
"jadi itu kamu yang nulis? Cuma dengan balasan THANKS aja kamu bisa segembira itu" begitulah gadis itu bertanya dengan nada lirih yang pasti tidak akan sampai ketelinga bintang yang sedang berloncat kegirangan karna menerima balasan itu, sampai sampai bintang gak sadar kalau dia menabrak ghaida yang berjalan melewatinya.
"Eh sori!" Begitulah yang bintang ucapkan sebelum dia pergi melewati ghaida
"Woi! Yang sopan dong jadi cowo! Loe gak tau gue ini siapa?" Sambil menggerutu ghaida membereskan baju yang sebenarnya gak kusut ataupun kotor karena tabrakan tadi.
"Anak itu tadi siapa sih bil?" Namun nabilah hanya membalas gelengan!
"Dia anak baru kelas bahasa 3, namanya bintang!" Begitu ucap gadis yang mengamatinya dari tadi!
"Kamu tau dari mana je? Atau dia temanmu juga? Pengganti stella?" Ghaida tertawa geli dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Gue tadi sempat ngobrol sama dia, kalo loe mau ambil aja" jeje segera pergi ke panggung sambil menyenggol ghaida yang sontak membuat ghaida marah marah lagi.
"Kenapa sih semuanya nyebelin? Gak anak baru, tiga sahabat sok sokan, dan dua kembaran juga! Semuanya nyebelin!"
"Udah lah ghai? Kan masih ada gue" nabilah tersenyum dengan gaya slengekan
"Pokoknya kamu musti bantuin gue ngasih pelajaran sama mereka semua! Terutama buat tiga cewe sok sokan itu! Kalau perlu secara fisik dan batin sakitnya" ghaida tertawa renyah diikuti nabilah sambil menatap sinis jeje dan melody yang ada diatas panggung.
Bersambung………

Jangan lupa komennya guys?

Absurd

Apa kabar kawan! Lama gue gak nge joke! Hahaha. Yah walaupun garing sih! Hahaha.

Jadi ceritanya gue lagi nonton di bioskop nih! Maksud saya kenyataannya! Bukan ceritanya! #halah!

Jadi gue mau nonton comic 8 nih! Film yang dibintangi 8 stand up comedy!, sebut saja orang orang yang ketawanya ketawa cerdas! *kata temenku gitu!

Di liat dari pemainnya aja udah pasti yang mau nonton sebangsa pemainnya! Orang orang absurd!

Walaupun aku gak termasuk orang yang ketawanya cerdas (soalnya kalo nonton stand up aq jarang ketawa) tapi kadang ketawa karna liat tingkah penontonnya yang absurd! Bukan karna stand upnya #skip

Jadi aku niatnya mau nonton jam 14.50 tapi berhubung aku telat dateng jadinya ngambil jam 16.55 bayangin aja nungguin dua jam!
Mau keluar malas bayar parkir (red; ngirit) jadi terpaksa cuma mondar mandir di MOL!, maklum nonton sendirian! #JOMBLO makhluk absurd memang identik combro! *dibaca jomblo

1 jam kemudian»

Udah mulai bosen mondar mandir di MOL aku balik lagi ke cinema!
Gak ngerti mau ngapain akhirnya aku ngesot didepan toilet! *mulaiABSURD
Ini bukan mau nyari uang parkir lo yah! Tapi karna teater tiga ada di depan toilet! Jadi aku ngesot disitu buat nunggu jam 16.55

Pertamanya ngenes banget ngesot di depan toilet sendirian tapi gak lama dateng segerombol cewe deketin gue!
Gue sih sok jual mahal! Dan cewe cewe itu gak kalah jual mahal! Mereka sok sokan lewat di depan gue dan belok ke toilet! *ituPastiCumaModus! #jombloKEPEDEan

Kalo tadinya Cewe sok alesan ke toilet sekarang gantian cowo cowo yang datang! Buset, pasti mau ngeroyokin gue! Gue tau sih keabsurdan gue gak ada duanya! Tapi kalo bisa jangan keroyokan lah!
Sendirian aja gue belum tentu berani!
Tapi ternyata cowo cowo tadi ngikut gue ngesot di depan toilet juga! *ada temen

Pertamanya aku mati kutu! Mereka berenam! Lah aku? Sendirian! Mau ngobrol sama siapa coba?
Atau mau sok akrab? Gak mungkin!
Belum sempet aku kebingungan cewe cewe tadi keluar dari toilet dan gak mau kalah ngesot ngesotan juga!
Sampe sampe koridor antara toilet dan pintu teater penuh sesak!
Dan gue cuma bisa keheranan sambil ngamati wajah wajah absurd orang di sekeliling gue! Bahkan cuma bukan tampang tapi kelakuan gak kalah absur!
Mulai dari pergaulan, dari sekian banyak orang yang ngesot di depan toilet! Semuanya saling berkubu dan gak ada lawan jenisnya!
Cowo cowo sendiri! Cewe cewe sendiri!
Artinya semuanya JOMBLO! Hahahaha dalam hal status gue gak kesepian! Mereka JOMBLO SEMUA! :D
Hahaha! Mungkin karena mereka sibuk sama keabsurdannya kali yah? Sampe gak sempet mikirin lawan jenisnya.

Masih sibuk mikirin soal jomblo aku lebih kaget lagi ngeliat mereka yang punya keabsurdan masing masing!
Yg tiga cowo lagi sibuk motoin tiket bioskop dan nyuruh di upload entah kemana!
Ada lagi yang sibuk ngobrol pake bahasa jawa!
Ngobrol ngobrol sambil potoan dan gak kalah absurdnya ada yang bawa dan mainan UNO! Nah loh, kayanya emang niat tuh mau berangkat cepet! Sampe bawa kartu UNO segala!

Ini baru di luar! Kebayang gak di dalamnya gimana?

Aku yang duduk di kursi g-13 sengaja karna cuma itu barisan yang gk terlalu dekat dan jauh dari layar! Dan! Karna tadi waktu aku pesan tempat bnyak kursi yang keisi tapi itungannya genap semua(ada pasangannya)
Dan di kursi itu yang jaraknya satu kursi dari kursi yang aku yakin dipesan sepasang kekasih!

Sampe akhirnya film mulai dan gue baru ngerasa kalo gue memang absurd yang gak ada duanya!

Gua bingung harus ketawanya kapan! Soalnya aku gak ada kompaknya ama penonton lainnya!
Waktu penonton lain ketawa gue cuma ngikut ketawa!
Giliran gue ketawa beneran kenapa gak ada yang ngikut? :'(

Hari pertama (sonichi) 3

Setelah beberapa menit, stella, jeje dan melody tak sengaja masuk kedalam aula secara bersamaan.
Melody yang coba menyapa stella hanya dibalas senyum palsu, yang seketika membuat melody terlihat kusam.
Jeje kembali menepuk nepuk kan tangannya di punggung melody sebagai isyarat dia harus sabar menghadapi stella yang sedang emosi, dan hanya senyum lah yang bisa melody berikan pada jeje sebagai tanda mengiyakan.

Seolah tak ada masalah jeje menarik tangan melody untuk melewati stella yang terlebih dahulu memasuki aula.
Jangan tatap stella, bisik jeje di telinga melody.
Dengan mantap melody mencoba percaya pada semua rencana jeje.

Stella yang terlihat jengkel segera menghentikan langkahnya, dan duduk di bangku sebelah kirinya.

Stella mencoba mengalihkan kejengkelannya dengan cara mendalami naskah yang di berikan di pintu masuk aula tadi.
Sudah berkali kali stella membaca satu bait dialog namun tak ada yang menempel di otaknya!
Perlahan stella pun mulai gusar dengan kejengkelannya, berulang kali dia acak acak rambut untuk mengekspresikan ke jengkelannya itu.
"Katanya kalo orang lagi bad mood, coklat bisa jadi rekomendasi yang baik lo" stella sontak kaget dengan suara asing itu, dia edarkan pandangan pada lelaki yang sedang memegang coklat di bangku sampingnya, tanpa banyak bicara stella mengalihkan lagi pandangan dari lelaki itu.
Kekesalan yang dia rasakan membuat stella malas basa basi, apa lagi makan.
Sekilas stella sadar kalau coklat di hadapannya sudah dibukakan bungkusnya.
"Coba makan deh, atau pengen ku suapin?" Laki laki itu berulang kali menyuapkan sebatang coklat ke mulut stella, yang ada malah membuat stella semakin jengkel dan emosi.
"Udah deh rel? Jangan ganggu gue" bentak stella dengan nada yang semakin tinggi.
Farel, lelaki yang duduk disamping stella tiba tiba tersenyum geli, dia merasa senang melihat tingkah kekanak kanakan sahabat kecilnya itu.
"Kamu masih kekanak kanakan yah tingkahnya" dengan gemas farel mencubit pipi dan hidung
stella.
"Ih, apa si lo rel? Kamu juga kan tetep yang paling bisa buat aku senyum!" Sekilas stella tersenyum senang dengan keberadaan farel disampingnya, lalu merebut dan melahap coklat dari genggaman lelaki yang sudah menghiburnya.

Setidaknya stella merasa ada yang masih perduli padanya, yaitu farel sahabat kecilnya, walaupun persahabatan mereka sempat dijaraki oleh melody dan jeje sahabat barunya. Tapi farel tak segan menghibur stella dikala hatinya di hinggapi rasa kesendirian.
Stella melirik farel yang ternyata sedang memperhatikan dia.
"Ih, kamu kenapa liatin aku kaya gitu? Nanti naksir loh?" Tawa stella pecah seketika saat melihat farel tersenyum simpul
"Tenang aja, gue bakalan tetep setia sama jeje kok" farel pun turut memecahkan tawanya, di barengi dengan wajahnya yang mulai memerah.
Stella sejenak berubah masam melihat tingkah farel, dia mengalih kan pandangan pada jeje dan farel bergantian, ada sedikit kecemburuan dalam hatinya, namun dia harus memendam perasaannya itu, karena dia sudah berjanji pada farel untuk membantu mendekatkan farel dengan jeje.
Sambil menikmati coklat di dan rasa kecemburuan stella menyandarkan kepalanya dibahu farel, bahu yang selalu menemani kesedihannya semasa ia kecil dulu, disaat stella mengis saat jatuh dari sepeda, saat dia di tinggal sahabat sahabatnya dan bahu inilah tempat bersandarnya, tempat meneteskan air mata dan tempat stella mendapatkan. . . .
"Udah kamu jangan cemberut terus, jadi bener yah kamu kelahian sama melo dan jeje" sambil melayangkan pertanyaan itu farel membelai lembut rambut stella
"Yah, disinilah tempatku biasa mendapat belaian dari orang yang ia sayang dan cintai" begitu batin stella melanjutkan lamunannya.
Dia bahkan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya, dia lupa dengan melo, jeje, ataupun queen of the year!
Yang ada di otaknya saat ini hanya farel, farel, farel dan farel.

"Memangnya kamu gak marah, karna aku lebih perdulikan sahabat baruku. Melo dan jeje?" Perlahan stella menegakkan kepala dan menatap farel.
Tak langsung menjawab, tetapi farel malah menatap kosong ke arah panggung aula yang di penuhi panitia untuk menyiapkan pengeras suara.
"Menurutku sahabat itu gak perlu selalu ada buat kita, namun bisa faham dan mengerti kita itu sudah cukup" kembali stella mengalihkan pandangannya ke farel yang masih melamun.
"Jeje pasti beruntung bisa dicintai orang perhatian, pintar, ganteng dan setia kaya kamu" stella mencoba tersenyum dibalik kecemburuan yang dia rasakan "aku pasti akan selalu bantu kamu kok, karna aku yakin jeje juga suka sama kamu, siapa sih yang tega nolak sahabatku" stella seketika tertawa geli diiringi konflik di dalam batinnya "Aku akan selalu ngerti dan memahami kamu rel, karna kau itu sahabat ku, iya sahabat" batin stella semakin gundah, dia tak tau harus membenci jeje yang sudah membutakan farel, sehingga farel tak sadar dengan keberadaan stella yang mencintainya.
Namun disisi lain, kenapa stella perjanji akan membantu farel sahabatnya itu untuk mengejar kebahagiaannya.
Di tengah konflik batin yang dialami, stella dikejutkan getaran ponsel di sakunya.
Dia rogoh saku di baju putih dan mengfokuskan pandangan pada layar ponsel itu.
Private number~ begitu batin stella berkata.
"Siapa yang telfon? Kok gak diangkat?"
"Gakpapa kok rel" sekilas stella tersenyum simpul dan mendekatkan jari jempolnya menuju layar ponsel layar sentuhnya, stella sudah mantap ingin mengangkat telfonnya, walaupun ini akan menjadi pertamakalinya stella mengangkat telefon yang misterius, karna teman temannya saja banyak yang jengkel saat telfon penting namun tak direspon stella, dimana alasannya karena nomornya gak ada nama.
Namun berbeda kali ini. Dia penasaran dan segera menerima panggilan masuk itu, semakin dekat telinganya dengan ponsel namun tak ada suara yang keluar, dan seolah mulut stella kaku sehingga tak mampu untuk mengucapkan sepatah kata saja.
"Gue bakalan ngebantu loe buat rebut sahabat kecil loe itu dari jeje"
"Kamu~" stella segera menarik ponselnya dari telinga, dan dengan ekspresi yang was was dia edarkan pandangannya ke seluruh sudut aula.
"Ada apa stell? Kayanya kamu ketakutan gitu" stella seolah tak menggubris farel, dia masih sibuk dengan suara misterius tadi, dia yakin tau orang itu, dan dia yakin hanya orang yang tau masalalunya yang bisa bicara begitu, dia adalah orang yang dekat denganku.
"Oh, aku gakpapa kok rel, cuman lagi nyari ghaida, apa kamu tau dia dimana?"

Bersambung………
Ada pelebaran part guys, jadi belum tau sampe part berapa, hehehe.

Dan tolong komentar dan sarannya ya?