Jangan Hargai Kami

aku tinggal di sebuah gang yang sunyi, hanya ada beberapa tetangga yang kami miliki.
sehari hari hanya aku, ibu, nenek dan bapak ditemani TV.

malam ini suasana sangat sunyi, lampu listrik sedang mati. kebetulan daerah kami sedang dapat giliran mati listrik.
beginilah konsekuensi tinggal di kota rantau, suasana bising, panas, susah air serta listrikpun harus mati bergantian.
tapi semua akan tetap dijalani demi sesuap nasi dan uang di dunia ini.

perasaanku kembali gelisah, aku dan kedua orang tuaku habis bertengkar seharian tadi, seperti hari hari biasanya, selalu terjadi keributan atas dasar ego yang tak saling bisa di fahami.
mereka selalu beranggapan bahwa aku susah di atur dan tak tau diri, serta tak jarang mereka menyama nyamakan aku dengan bapak kandungku yang tak ku tau ada dimana saat ini.
yang mereka katakan memang benar, tapi apa tak ada kata kata lain yang harus mereka ucapkan selain memaki aku seperti bapak kandungku, sifat dia memang tak pantas untuk seorang bapak, tapi apa boleh buat? dia memang bapakku. dia yang melahirkanku, walaupun tidak ikut membesarkan dan membiayaiku. aku sebenarnya tak pernah ingin terlahir dari orang seperti itu. namun pada kenyataannya ini jalan hidupku.
dadaku masih berdegub kencang, air mataku masih terus keluar walaupun aku berusaha tetap tersenyum bak anak durhaka yang siap menerkam ibu dan ayah tirinya.
aku segera bangkit dari alas tidurku yang hanya tilam lipat. aku bahkan bingung harus berbuat apa, berulang kali ku pukul pukul dadaku. berharap agar batu yang seolah mengganjal di dalamnya dapat hilang.
segera kutiup cahaya lilin di hadapanku, dengan penuh harapan agar kegelapan dan suara suara nyanyian jangkrik dapat melepas beban yang mengganjal didada.

***
jawa timur, 2004

siang ini semua murid SDN 02 bersorak riang saat mendapatkan pengumuman bahwa guru guru harus mengadakan rapat kenaikan kelas.
pak boni terlihat menghampiri dan memukul lonceng sekolah yang terbuat dari besi tua di gantung di depan kantor guru.
serentak semua anak berhambur keluar area sekolah yang terbuka tanpa ada pagar disekelilingnya.

aku, hadi yang duduk di kelas 4 bergegas pergi melewati teman temannya yang sibuk menunggu sahabat masing masing untuk pulang bersama.
aku sebenarnya jenuh berada di sekolah ini, teman teman yang kebanyakan tetangga jarang mau berteman denganku, ada yang takut sama bapakku lah, karena kelakuan dan suaraku yang kaya cewek lah. aku bahkan tak faham dengan fikiran mereka, aku takut berada di antara mereka, dan aku lebih nyaman sendiri, tanpa ada yang menghina dan menyakiti.

dari kejauhan aku melihat kondisi rumah yang sepi, "mungkin aku pulang terlalu pagi" batinku dalam hati.
memang jarang aku pulang jam 8 pagi, kecuali jika sedang hari bebas setelah ujian kenaikan kelas seperti ini.
"sepertinya ibu lagi ngojek" tambahku dalam hati sambil berjalan kepintu belakang lewat samping rumah dan tanpa sengaja aku seperti melihat seorang lelaki di ruang tamu. ku dekatkan wajahku ke jendela rumah yang terbuat dari kaca, dan seolah terkaget sepertinya ibuku sedang terlonjak ke kursi sofa di samping om somat.
om somat hanyalah orang lain dalam keluarga kami, dulu dia pernah datang kerumahku sambil marah marah, karena beliau bilang bapakku pernah pinjam hutang darinya, namun sampai saat ini tak kunjung dibayar.
sejak hari itu aku sering melihat om somat datang kerumah untuk menagih hutang, namun tidak marah marah tapi malah terlihat akrab dengan ibuku.
begitu juga seperti yang kulihat dibalik kaca saat ini.
bukan hanya om somat, tapi masih banyak teman teman bapakku yang akrab dengan ibuku.
ada pak sidik, om jefri ataupun om ridwan.
terkadang salah satu dari mereka juga sering menginap dirumah saat bapakku datang, karena aku beberapa kali melihat salah satu dari mereka keluar rumahku saat menjelang subuh.
aku terkadang kesal saat melihat bapakku, beliu pulang kerumah tak lebih sebulan 2kali, dan setiap bapak datang hanya untuk membuat ribut dan bertengkar dengan ibuku.
aku yang masih berumur 10 tahun terkadang merasa sedih dengan kehidupan ini. aku merasa belum pantas memanggul beban seberat ini, aku merasa belum pantas anak seumuranku harus melihat keributan dan perkelahian mereka, aku juga merasa tak mampu harus dikucilkan para tetangga. yang bahkan aku sendiri tak tau salahnya diriku apa.
"AKU INGIN DIHARGAI, aku ingin dianggap seperti anak anak lainnya" terkadang hatiku seperti menjerit jerit saat merasa bosan dengan kehidupan ini, aku bosan menangisi hidup.

aku sontak tersadar dari lamunan  panjangku, "sudah 10 tahun berlalu, kenapa aku masih se cengeng ini" aku kembali bertanya tanya pada diriku.
kenapa aku begitu lemah, dan kapan kehidupan ini berubah?
perlahan aku mulai bangkit dari alas tidurku, dengan meraba raba di kegelapan malam ini aku menuju kamar nenek untuk menceritakan semua kegelisahan dan bayang bayang imajinerku.
dengan sedikit tersengal sengal dan suara sedikit bergetar serta isakan aku menceritakan semua, terlihat bayang bayang cemas dari nenekku yang terkena pancaran redup lilin di kamarnya.
dia seolah tau apa yang aku ceritakan, namun hanya diam saja.
"aku capek nek kalo terus begini" ucapku parau.
yang kemudian nenek memelukku sambil menepuk nepukkan tangannya pada punggungku.
"ada beberapa hal yang tidak kamu tau had" timpa nenekku sambil berbisik pelan dalam pelukannya.
"apa? apa lagi?" tanyaku merasa ingin tahu, namun disisi lain aku takut jika nenekku menyimpan hal yang sebenarnya tidak ingin aku ketahui.
"sudah lama aku ingin bicara ini sama kamu"
"bicara aja nek, aku gakpapa" jawabku sambil melepas perlahan pelukannya.
"apa kamu sayang bapakmu?"
"kenapa nenek tanya begitu? bagaimanapun juga dia yang melahirkanku, jadi walau aku benci dengannya tapi aku tetap merasa lebih nyaman dengannya, dibanding dengan ayah tiriku"
"lalu apa kau benci dengan ibumu?"
"kalau aku benci dengan dia, tak mungkin aku sekarang disini mengikutinya nek, aku hanya tak suka melihat dia di jadikan boneka oleh suami barunya ini"
"hush! kamu gak boleh ngomong gitu, kamu harus tau kalau ibumu itu rela melakukan apapun demi kamu. kamu ingat dengan apa yang kamu ceritakan tadi? tentang kedekatan om somat, pak sidik, jefri dan ridwan? ibumu terlihat akrab dengan mereka, namun sebenarnya dia sangat membenci mereka" nenekku perlahan memelukku kembali, pelukannya lebih erat di banding yang tadi, bahkan aku pun menjadi bingung, ada apa dengan nenek?

"mereka mereka itu adalah orang yang meminjami bapakmu uang had" lanjut nenek dengan nada yang mulai bergetar menahan amarah, dia masih memeluk tubuhku erat.
"aku tau itu nek" jawabku singkat
"mereka selalu datang untuk menagih uangnya, namun bapakmu sulit untuk membayar hutang itu, sampai sampai ibumu harus berusaha seakrab mungkin dengan mereka" nenek melepaskan pelukan lalu memegang kedua pundakku. dia menatapku seperti orang yang siap menerkamku. ada setetes air mata di sudut kelopaknya.
"jadi ibu harus mengakrabkan diri agar mereka tidak marah marah saat menagih hutang?" aku masih terus bertanya tanya
"bukan hanya itu, bahkan kenyataannya lebih buruk dari yang kamu fikirkan, ibumu tak sebatas mencoba akrab dengan mereka. namum ibumu memang harus bertindak seakrab mungkin, karena bapakmu membayar hutangnya dengan menjual ibumu pada mereka" nenek ku kemudian terdiam, titik titik air mata di ujung kelopaknya sekarang mulai mengalir.
sedangkan aku masih terdiam menatap nenekku lekat lekat.
dadaku kembali bergetar dan terasa ada yang menyumbat di dalamnya.
aku ingin berteriak untuk mengeluarkan sesuatu yang seperti menyumbat dadaku ini. tapi mulutku tak mampu berbuat apa apa.
"dan sekarang? ibumu disini menjadi boneka seperti yang kamu bilang, semata mata bukan karena dia bodoh atau pun tergila gila dengan bapak tirimu, namun dia melakukan ini atas dasar pengorbanannya untukmu, dia ingin kau sekolah tinggi, dia ingin agar kau tak hidup susah lagi, dia ingin agar kita bisa berteduh dan makan. hanya dengan jalan inilah dia bisa mendapatkan ini semua, hanya dengan bertindak bodoh dan menginjak injak harga dirinya" pandanganku mulai kosong, aku merasa bodoh dan tak ada gunanya.
otakku terlalu gelap dengan ego dan keras kepala. sampai aku tak tau pengorbanan ibuku menghancurkan masa depannya.
air mataku kembali keluar, dada dan nafasku makin tersengal sengal
aku merasa tak percaya dengan arti kehidupan ini.
"apa ini rasanya di hargai? apa ini rasanya di terima orang lain? dianggap ada oleh tetangga? di pandang sebagai manusia? tapi harus mengorbankan masa depannya, masa depan orang yang melahirkan dan merawatku. AKU SUDAH TAK BUTUH DI HARGAI, aku ingin sendiri"

"apakah semua yang berharga selalu ada nominalnya? andai aku tau akhirnya seperti ini, aku tak pernah merasa ingin dihargai, aku lebih baik di rendahkan dari pada bahagia karna menukar harga diri. jangan pernah hargai kami, karena kehidupan kami tak seharga nominal di bumi ini"

TOPENG

namaku hadi wardoyo, 20 tahun, 118kg/187cm.
tinggi, besar, mukaku juga jelek, suaraku juga seperti perempuan. aku lebih sering dikenal sebagai seorang banci.
aku tinggal bersama ibu dan nenek ku, kami berasal dari jawa, 8 tahun lalu kami hijrah ke samarinda dengan meniggal kan rumah, kenangan dan bapakku.
sejak saat itu aku sudah tak pernah melihat wajahnya, tak pernah mendengar nama serta kabarnya.
aku bahkan tak tau harus berekspresi apa dengan ini semua.
aku terkadang kasihan dengan bapakku, tapi dialah yang menginginkan ini semua, entah atas dasar apa dia rela menyakiti ibuku, meninggalkan kami, dan memeras uang kami untuk bersenang senang dengan wanita lain di luar sana. dengan istri istri yang sudah tak terhitung jumlahnya.

tapi aku tak ambil pusing, aku tak mungkin menyiksa diriku dengan bayangan masa lalu.
sekarang aku tinggal dengan ibu nenek serta ayah tiriku, ayah tiri yang masih berstatus istri orang lain.
hubungan beliau dengan istrinya sudah tidak harmonis, sebagai seorang istri dia tak mau merawat ayah tiriku yang sakit sakitan, oleh sebab itulah dia melampiaskan perasaannya kepada ibuku, kepada orang yang rela merawatnya saat sakit, menemani saat sendiri, dengan imbalan agar ayah tiriku mau membiayai pendidikan serta kebutuhan sehari hari kami.
tapi, aku benci dia. aku tak suka dengan sikapnya. setelah membiayaiku sejak smp sampai aku lulus SMA/K dia seolah olah menjadikan semua itu sebagai hutang budi.
aku merasa dia tak adil, dia ingin agar kami di perdaya olehnya, mungkin ibu dan nenekku bisa melewati ini semua, tapi aku tidak.
aku orang yang memiliki ego tinggi dan keras kepala.
tak mudah untukku menerima semua perlakuannya, kami seolah olah menjadi orang yang bodoh di mata dia, tak punya otak dan selalu bertindak salah.
"hmm, apa aku anak durhaka? tak tau diri dan terima kasih? apa memang keluargaku pantas untuk diinjak injak?"
tapi apa boleh buat? hidup adalah ketentuan yang HARUS dijalani manusia, andai hidup ini memang pilihan, aku tak akan pernah memilih untuk jadi seperti ini.

aku sudah terbiasa sendiri, menangis dan terinjak injak.

sulit bagiku untuk bergaul dengan orang, apa yang dapat ku banggakan?

terkadang aku iri saat melihat kehidupan di luar sana.
mereka hidup dengan saling mengerti, saling memahami dan menghangatkan, walau terkadang ada cekcok didalamnya.
aku juga ingin punya banyak uang, aku lelah harus menjadi orang miskin, tak terpandang, selalu diremehkan bahkan seperti takpunya harga diri.
terkadang malu rasanya saat kita harus berjalan dengan keterbatasan, motor yang butut, tak pernah dapat uang saku, serta selalu merasa tak bisa apa apa.

hatiku terlalu lemah untuk seorang lelaki, aku memang pantas di sebut banci.

aku bahkan hanya mampu berteman dengan wanita, aku merasa lebih tenang saat bersama mereka, aku bahkan lebih cocok dengan egonya.
ekspektasiku terlalu bertentangan kepada seorang lelaki, mereka hanya bisa membuat onar, ngois dan emosional. aku merasa akan  salah jika aku berteman dengan mereka, aku butuh teman yang bisa meredan ego serta emosiku, yang mampu memberiku kasih sayang, memberi kehangatan serta memberi serpihan masa laluku yang tak kudapatkan.

aku selalu bermimpi bisa menjadi lelaki yang tampan, memiliki kekayaan dan kehangatan dalam keluarganya.
tapi aku hanya bisa melampiaskan semua itu dalam tulisan, aku dapat melakukan apa yang aku mau, apa yang aku inginkan.

aku lelah harus hidup seperti ini, aku lelah harus memakai topeng dan menyembunyikan semua kenyataan yang ada.
salahkah jika aku terus memakai topeng ini? aku ingin teman, sahabat, keramaian, keluarga dan cinta.
tapi apa aku pantas mendapatkannya?

mungkin akan tiba, suatu saat aku meninggalkan topengku, membiarkan orang lain melihat kebenaranku, keapaadaanku, dan dapat menerimaku.

aku tak pernah memilih hidup seperti ini.
aku tak pernah berkeinginan untuk terlahir didunia ini.
tapi, aku juga tak pernah menyesali kenyataan yang sudah terjadi.
aku tak akan pernah menyerah dengan keadaan.

aku akan terus menjalani semua ini, sebagai seorang HADI.

Liebster Award

SELAMAT......... :D
entah dapet wangsit darimana sore ini aku blogwalking dan ngedapetin blog yang ngasih award ke blog gue :-)
Namanya Liebster Award .
apa itu Liebster Award/ aku juga sebenernya gak ngerti. cuman berdasarkan informasi yang aku dapet dari blog yang bersangkutan(ngasih award) bahwa ini sejenis penghargaan beruntun gitu, jadi saling sambung menyambung menjadi satu, itulah indonesia #halah

Tapi fungsi dari liebster Award ini lumayan keren , untuk membangun tali silahturahmi antar sesama blogger *TJAKEP kan?
Dan ini dia blog yang telah memberikan penghargaan ini ke gue, keblog gado gado gue. padahal blognya tak tentu arah jalan pulang. tapi ini bukan blog butiran debu ya.
sudah #SKIP aja sebelum tambah ngawur, ini dia "DUNIA KELAMBU" yang udah ngasih saya award sekaligus memperkenalkan saya dengan Liebster Award.

Katanya sih , Liebster Award itu , ada peraturannya , dan ini peraturannya .

  1. Post mengenai award ini di blog kamu.
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenenalkan award ini dan link back kepadanya
  3. Ceritakan 11 hal tentang diri sendiri.
  4. Jawab pertanyaan yang diberikan kepada kamu.
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan beri 11 pertanyaan juga 
Nah , Poin satu nih lagi berjalan .
Poin dua juga udah di atas tadi .
Nih Poin 3nya .

11 Hal tentang diri saya .1. saya orangnya suka BERKHAYAL TINGKAT TINGGI
2. saya suka makan, tidur, nulis, dan mainan internet atau yang berbau IT (sok)
3. saya suka jalan jalan, tapi gak bisa pake transportasi biasa, sukanya pake jet pribadi atau kapal latjar
4. saking sukanya BERKHAYAL sampe sampe poin satu sampe tiga itu termasuk dari khayalan saya :D
5. saya orangnya combro setia, tapi gak ngenes
6. saya suka bercanda, apalagi ngeBULLY orang (hobby)
7. saya orangnya angin anginan, gampang berpindah arus sesuai apa yang lagi buming, arusnya kpop saya ngikut, arus ipop aku juga ngikut, begitu juga yang lainnya (gak konsisten)
8. saya anak boga, jadi otomatis suka masak. apalagi buat kue. tapi tetep paling suka bagian makannya :-D
9. orangnya gak sabaran, emosinal, keras kepala dan gak mau ngalah (egois)
10. kata temenku orangnya boros, tapi aku ngerasa enggak
11. gue pengen jadi penulis, walaupun sekarang lagi gak punya leptop dan sering malas malasan tapi aku tetep yakin kalo aku bisa nerbitin buku (nantinya) :-D AAAAMMMMMIIIINNNNN.........

Poin ke 4 dari Liebster Award , itu menjawab pertanyaan dari yang ngasi award. jadi langsung aja.

  1. tanggal lahir ?
  2. Makanan kesukaan ?
  3. Presiden favorit ?
  4. Pahlawan yang paling kalian idolain ?
  5.  Angka apa yang paling bermakna menurut kalian ?
  6. Mouse tu penting gak buat kalian ?
  7.  Kalo gak punya laptop , senengnnya nonton tv apa denger radio ?
  8. Facebook apa twitter ?
  9. Cewe bule apa cewe Indonesia ?
  10. Pernah kenalan sama cewe bule gak ?
  11. Blog saya keren gak ?
jawabannya: *kaya lagi ujian
  1. 29 november 1994
  2. nasi goreng sama mie *pasaran banget yah?
  3. bapak habibie
  4. Orang tua gue, hahahaha
  5. 29 selain tanggal lahir tapi suka aja, smp gue juga 29 dan rata rata no hp gue belakangnya juga 29
  6. enggak, karena suka kencing dan berak sembarangan jadi gak suka deh
  7. galo gak punya tv ama radio juga gimana gan?
  8. maunya twitter tapi keseringannya di facebook
  9. INDONESIA.......
  10. pernah, kisahnya kaya temenan di e-mail gitu, cuman kemarin dia e-mail gak ku balas, soalnya aku gak ngerti bahasa inggris, mana dia kalo kirim email panjang banget lagi -_______-"
  11. keren sih, imajinatif, dan aku gak pernah baca :-P

dan sekarang sampe di point 5, yaitu blog yang gua kasi award selanjutnya
  1. siapa nama kalian?
  2. apa motivasi biar konsisten nulis blog?
  3. sejak kapan mau nulis? dan untuk apa?
  4. suka blogwalking kemana?
  5. ada keinginan nerbitin buku gak? tentang apa?
  6. paling malas nulis kalo kenapa?
  7. nulis blog biasanya dimana? dan pake apa?
  8. untuk topik postingan nyusunnya berapa lama?
  9. sering dapet inspirasi dari mana?
  10. viewnya blogmu udah berapa?
  11. dari tadi gua kepo, kalo boleh tau lahirnya tanggal berapa?

cukup sekian yah kekepoan gua, maaf baru sempat posting awardnya, soalnya susah kalo lewat HP jadi nunggu internet gratis deh, oke gan? see you and bye bye.......

dalam waktu dekat aku mau nulis nih, udah kangen ama ngeBLOG.......

Pacar? Maaf anda siapa saya?

Malem mblo? Apa kabarnya? Pasti bahagia?

Jomblo memang wajib bahagia! Jangan malah merasa terkutuk!

Gue salah satu jomblo bahagia.

Gue bukannya bahagia dengan kejombloan gue, tapi gue memang penentang keras orang orang berpacaran.

Kenapa kok gitu? Mungkin karna gua belum pernah pacaran kali yah? Makanya gak tau rasa manisnya cinta.
Pacaran cuma sekali aja tapi #ahSudahlah -_____-"

Jadi gini mblo, menurut gua yang terkutuk itu justru orang orang yang pacaran, kenapa?

Jadi gini, pacaran di era sekarang ini sudah gak karuan, banyak syaratnya

pertama kalo lo pengen pacaran, lo musti siap sakit hati.
Jadi maksudnya bukan doain nanti putus ditengah jalan, tapi emang pasti putus biarpun gak gue doain.
Karna prinsip orang pacaran itu bukan buat cari "pendamping hidup" lagi kaya jaman dulu, tapi diganti jadi "nyari pasangan yang pas di hati"

Woy, kita ini manusia apa bukan sih? Punya otak kan? Bisa mikir?

Tapi kenapa mau pacaran?

Udah jelas orang pacaran buat "nyari yang pas dihati". Loe kira kita kita ini pakaian di mall?

Yang loe liat, lalu di bawa kekamar pas dan dicoba.

Kalo gak pas? Di kembalikan lagi, sukur sukur loe dilipet lagi kaya tadi, kebanyakan kalo gak pas langsung di lempar ketumpukan.

Dasar loe MANTAN! #LOL

Buat apa kita nyari yang pas? Emang gak bisa apa kita liat nomor celana atau baju kita dulu? Jadi gak perlu dicobain satu satu, nanti yang laen malah dapet bekas loe semua.

Lalu yang keDUA.
Orang pacaran itu udah kaya pemerintahan.
BANYAK ATURANNYA.

Pasal satu
Kalo PACAR mau kemana mana wajib ijin dulu.

Woy, loe siapa sih? Jejaring sosial? Atau buku diare? Yang wajib dilaporin ama kegiatan kegiatan pacar loe?

Pasal dua
Gak ngabarin = putus

Loe kira karet gelang? Seenaknya aja bisa putus tanpa alasan yang jelas

Pasal tiga
Orang pacaran itu gakGUNA! .. .. ..

Eh lo ngaca dong, kita ada didunia ini karena apa?
Karena orang tua kita.
Mereka udah ngerawat kita, udah jagain kita. Bahkan udah manjain kita sampe seGEDE ini.

Lah sekarang udah gede, mau maunya loe diPERBUDAK orang yang baru loe kenal.

Siapa yang baru loe kenal?
Ya itu tadi PACAR loe.

Dia itu siapa? Dateng dateng kok cuma buat ngatur kita, mau keluar ijin dulu, kalo dilarang? Nurut aja.

Kalo diminta anter jemput? Nurut, nanti takut kangen kalo gak ketemu.

Buat yang cowo, gak boleh ngerokok, disuruh kerja biar mandiri.

Eh, orang tua gue itu, mati matian usaha biar gue bahagia, kok loe mau nyiksa gua dengan jalan nyuruh ini itu, nglarang sana sini.

Udah lah guys, kita sekarang SADAR, kita itu udah durhaka sama orang tua kita, kita udah bnyak salahnya.

Kalo orang tua kita nasehatin dibilang ceramah, tapi kalo pacar yang nasehatin senengnya minta ampun, dibilang perhatian lah, t** kucing lah.

Kalo orang tua ngelarang ini itu dibilang ngekang, tapi kalo pacar? Katanya bukti kalo dia care atau sayang ama kita.

Buka mata loe BRO, SIST!
Kita itu diperbudak sama pasangan cinta monyet kita, tapi sebaliknya kita kaya gak punya hati sama orang tua kita, orang tua kita itu yang ngelairin, harusnya kita nurut sama mereka, bukan sama pacar!

Memangnya ortu loe harus pacaran dulu ama loe biar mereka bisa nasehatin loe, bisa ngekang ngekang loe?

Udah lah bro, gak perlu kita buang waktu buat nyari pengalaman pacaran, kita masih muda. Waktunya kita manjain orang tua, kita rawat mereka kaya dulu mereka rawat kita.

Jangan bisanya cuman perhatian ama pacar, pekanya ama pacar, dan manja manjain pacar.

Tapi waktunya kita rawat orang tua kita, yang udah ngasi makan kita, yang udah ngasi ilmu kita, yang udah ngasi hidup ke kita sampe sejauh ini.

Secara manusiawi orang itu pasti tau mana pasangan yang pas sama kita, yang bisa ngerti dengan orang tua kita, yang bisa diajak bersama sama menegakkan tembok tembok rumah tangga.

Jadi buat jomblo, gak usah ngiri karna gak dimanja manja, gak diperhatiin.
Apa yang kalian cari itu ada sma orang tua kita, bukan ama pacar. Okey.

Jadi jangan nyesel ama kejombloan loe, kelak loe dapet pacar, langsung sehidup semati loe.

Hahaha. Gua nulis blog udah kaya orang lagi kesurupan setan jomblo.

Penuh emosi dan gak jelas titik komanya, tapi gak papa. Yang penting gue puas curhat curhatannya.

Hahaha, sampe ketemu di next post!

See you bye bye :-* *BOW

Gua MAHAsiswa? siswaMAHA?

Apa yang ada dipikiranmu kalo denger kata mahasiswa?
.anak kuliahan
.demo
.rusuh
.buat onar
.tawuran
.udah gede
.ip tinggi
.tujuh tahun
.calon pengangguran
.cari pacar
.banci

-______-" kayanya pada gak genah ya sosok mahasiswa tuh.
Dan kebanyakan orang pasti nganggep mahasiswa itu suka demo dan rusuh
Bahkan ada juga yang bilang kalo mahasiswa itu banci, sukanya kroyokan dan teriak teriak di jalan
Katanya juga mahasiswa suka nyewa preman buat disuruh demo di barisan paling depan "-_____-

Para mahasiswa jangan pada sakit hati yah? Ini kan cuma pandangan orang aja, bukan KEBENARAN-nya

Klarifikasi:
Sebagai seorang mahasiswa baru (MABA) saya hanya bisa tertawa saat mendengar semua pendapat atau pandangan orang terhadap mahasiswa.

Sebagai mahasiswa kami memiliki yang namanya tri dharma perguruan tinggi.

Diantaranya ada:
1. Pendidikan dan pengajaran
2. Penelitian dan pengembangan
Dan yang terakhir adalah
3. PENGABDIAN TERHADAP MASYARAKAT

Nah sebagai seorang mahasiswa sadar akan perannya, kami melakukan semua ini semata mata karna tanggung jawab.
Bukan karena gak ada kerjaan, ataupun hobi teriak teriak di jalanan.
Kami melakukan ini sebagai bentuk protes atau mengemukakan pendapat.
Sebagai pengabdi masyarakat, kami harus membela rakyat kita, kami harus menyuarakan lolongan serta penderitaan mereka.
Karna kami sadar hanya dengan tangan dan suara kamilah arah negara ini berada.

Namun pandangan masyarakat kenapa berbeda?

"jangan nilai buku dari covernya" ada yang setuju dengan istilah itu?
Kalo boleh jujur, saya sangat TIDAK SETUJU
Pertama, manusia itu gak lebih kaya novel ataupun buku cerita. secara garis besar kita akan tau seseorang pasti saat melihatnya pertama kali. Dilihat dulu kualitas covernya, maka setelah itu gairah untuk membaca pun akan keluar selanjutnya.
Bahkan banyak orang gak jadi beli buku karna cover kurang menarik hatinya.
Jadi penilaian orang itu pasti dari covernya.
Jadi sebelum masyarakat itu tau kualitas buku kita, maka kita benahi dulu cover kita.
Kita mungkin gak sadar kalau cover kita itu sudah dirusak oleh orang lain, dimana seolah olah mahasiswa itu buruk, kami bertindak demikian karna ketidak adanya ketegasan pemerintahan kita. Kita terlalu di acuhkan, hanya dianggap gonggongan.
Coba saja sebagai mahasiswa kita di beri posisi dalam peran pemerintahan, mungkin dengan jalan diskusi terbuka bersama lembaga pemerintahan. Pasti kami tak perlu teriak teriak di jalanan.

Tapi ya sudahlah kita gak bisa salahkan pandangan rakyat atau tindakan lembaga pemerintahannya.
Kita hanya perlu memperbaiki cover kita.

#aku jadi kaya orasi hitam :-D
#SKIP

Jadi kita balik lagi ke MABA, jadi mahasiswa baru itu seru, asik, dan nasionalis. Hahahaha
Gak tau kenapa setelah PAMB [Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru] rasanya terlalu sayang kalau kita hanya berdiam diri di ruangan kampus sambil coret coret binder baru, kenapa kita gak bertindak aja? Kita beraksi. Jangan cuma coretin binder tapi tuker tukeran isi binder -_____-" *KrikKrikKrikKrik
Aku punya harvest banyak, doraemon ama naruto lengkap.
Lalu ada princes, helokiti ama ben tuju juga -_____-"

Sebagai makhluk berilmu, berfikiran serta memiliki rasa keluargaan yang tinggi, marilah kita memperjuangkan hak rakyat, apa gunanya sekolah tinggi tapi diBODOHI?

Gak perlu dengan jalan orasi, namun hanya dengan melindungi rakyat ini, jangan takut dengan kebenaran, namun tegur dan benahilah apa bila ada kesalahan, kalau bukan remaja seperti kita ini, mau siapa lagi?

Kita adalah kendali penuh NEGRI ini.

Terima kasih untuk kakak tingkat yang menyadarkan peran kami, menyadarkan arti mahasiswa ini

Dan terima kasih teman teman seperjuangan, mahasiswa baru yang akan memperjuangkan negri ini, jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan negri.

#NP
For, kelompok 1 dan 2 fekon. Universitas mulawarman beserta kakak BEM, DPM dan kakak kakak tingkatnya

KAWAN,

Kawan, kita bukanlah mentari yang slalu siap menyinari
Kita juga bukan rembulan yang sanggup menerangi
Namun, kita tak lebih dari hujan. Yang akan muncul saat mendung menyelimuti

Kawan, kita memang tak terus bersama seperti ini
Namun janganlah kau lupakan kami
Walau hanya pertemuan singkat ini
Tapi senyumanmu kan slalu terngiang di hati

Kawan, jadi lah mendung dalam setiap hujan ini
Jadilah pemicu semangat hari ini
Agar disaat kau ada, kami selalu menyertai

Ini memang bukan rangkaian kata yang indah
Namun ini hanyalah bukti
Bukti persahabatan ini
Bukti keberadaan kami saat ini
Tak perlu seperti puisi yang menyayat hati
Namun rangkaian kata dari hati ini sudah mewakili

Jika tua nanti kita tak bisa bersama lagi
Maka inggatlah HARI INI

Apa PLN patut di caci maki?

Maaf, mau klarifikasi aja. Kayanya titik permasalahan terbesar ada di kata "tinggal pake", jadi maksud saya. Selaku masyarakat kita kan hanya pengguna dari listrik ini. Jadi otomatis soal biaya ini bukan menjadi alasan.
Bayar listrik itu sudah masuk kategori kewajiban/kebutuhan pokok.
Jadi sudut pandang yang saya ambil diluar dari biaya listrik, karna kita sudah make, jadi gk perlu ngeluh buat bayarnya.

Makanya kita simpan aja dulu soal biaya, saya tau kok susahnya cari uang, saya tau juga kalo kita pengen pelayanan yang terbaik.

Cuman disini peran kita kan sebagai pengguna/pemakai listrik, jai kita kan tidak perlu mengatur dan mengolah SDA dulu.

Masa iya kita cuma mau tau bayar listrik, make sama menghujat petugas PLN?

Apa gak pernah kita mikirin kalo posisi kita sbgai petugas PLN?

Sebagai rakyat mbok yo kita lebih berfikir dngan selektif.

PLN itu cuma bisa melakukan yang terbaik, mereka berfikir keras buat mengantisipasi "krisis listrik" provinsi kita, lakok kitanya malah nyumpahin mereka.

Memangnya siapa lagi yang bisa bantu krisis ini kalo bukan kita?

Setidaknya kita fikirkan nasib provinsi kita aja dulu, jangan memandang negara.

Tanah yang kita injek udah tambah tua, air yang kita minum luar biasa tercemarnya, sementara pendatang baru semakin banyak ke samarinda, hutan di tebang buat dijadikan perumahan atau bahkan lahan mencari nafkah para trans.

Sebagai pendatang hasil transmigrasi kadang kita belum puas sama pohon yang kita tebang habis, maunya jalanan di cor mulus juga, belum lagi kalo permasalahan listriknya yang belum ada demo lagi minta cepat di pasang.

Kependudukan provinsi kita makin lebar, sementara daya listrik mintanya sampe kepelosok pelosok desa.

Alhasil dengan semua perkembangan itu kebutuhan listrik kita meningkat, sementara daya tampung listrik kita?

Bahkan sejauh ini krisis listrik kita mencapai 25MW dari jangkauan yang ada, apa difikir nambah pembangkit listrik semudah kita nyalain tivi sama ngecas HP?
Enggak, provinsi ini punya struktur pemerintahan, memang semuanya dari rakyat dan untuk rakyat.
Tapi, masa yang di urus cuma listrik? Semuanya butuh PROSES.

Jadi wajar kalo daerah kita sering mati lampu, oke?

Memang gak ada hak sih buat kita untuk mikir sejauh itu, tapi setidaknya kita bisa saling sharing tentang masa depan tempat tinggal kita.

Provinsi kita ini provinsi tertinggal, tapi negara kita gak pernah ngelirik kesini.

Karna provinsinya kalimantan ini di anggap sudah kaya dengan SDA yang melimpah, padahal SDM yang ada bobrok.
gak seperti yang negara fikirkan, batu bara di eksport sembarangan, sungai mahakan dijadikan TPA bagi masyarakatnya, hutan di tebang buat di jadikan perumahan oleh warga. Itu semua apa yo bener?

Aturan kita malu lo, kita yang mayoritas pendatang bisanya cuma menghabiskan kekayaan SDA yang ada.

Gimana coba perasaan suku etnic kita?
kalo provinsi dan tanah lahir mereka sudah gak layak huni?
Kalo kita yang pendatang sih bisa kembali ke daerah asal kita, tapi suku etnic yang ada?
Memang gk semua orang yang ada di samarinda cuma tinggal setahun dua tahun, bhkan ada yang puluhan taun, tapi kalo status kita memang pendatang? Apa boleh dikata?

_________________

Memang sekarang bukan jaman.a penerangan api lagi, tapi apa salahnya kita perduli?
Walau jamannya sudah gadget, tivi dan ketergantungan sama listrik tapi setidaknya kita harus toleransi.

Periksa rumah kalian, introfeksi diri kita, apa baiknya kalo cucukan hape, gadget serta laptop tidak di cabut dari stopkontak?

Udah siang lampu gak di matikan, bahkan siang malam kipas dan AC gak bisa berenti, belumlagi tivi yang malah nonton pemilik rumahnya, sekarang ini bukan lagi tivi yang di tonton pemilik rumah.

Kalo terus begini, gimana nasib tempat tinggal kita?
Apa lubang ozon jadi lebar?
Atau efek rumah kaca bisa berhenti?

Memang susah buat menyatukan pendapat orang, yang ada malah saling maki dan menjatuhkan.

Kecuali kalo kutub utara sudah habis karna kita gk bisa mengendalikan efek rumah kaca, ozon serta LISTRIK kita.
Mungkin kita baru nyesal dan sadar.

Bukan maksud saya mengGURUi, tapi gak ada yang salah kan kalo pelajar juga ingin menyuarakan pendapatnya?

Kita harus lebih legowo untuk menerima dan mendengarkan pendapat orang, jangan malah emosi dan kepanasan.

Kalo kata anak abege sekarang tuh "keep KALEM and stay WOLES"

Sangat disayangkan loh kalo kita itu dianggap berkepribadian buruk gara gara kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita sendiri.

_______________

Mari sharing dengan tertib, kendalikan mulut dan hati kita dari kata kata dan tulisan gak enak dipandang mata.
Sayang kalo bulan ramadhan kita sia sia.

Mari diskusi sehat, lanjut aja ke link ini lagi kalau mau komen»»

Hari pertama (sonichi) 6

Ghaida tertawa sinis sambil memegang ganggang telfon rumahnya!
"Oke deh bil! Pokoknya besok kita harus jalankan rencana kita dengan mulus! Dan ini akhir dari segalanya" kembali ghaida terkekeh dan meletakkan ganggang telfon itu pada tempat semula.
Seolah telah puas dengan rencana barunya, ghaida bisa segera tidur dalam kebencian dihatinya!
Rasanya aku udah gak sabar pengen lihat reaksi stella di saat semua orang benci padanya, akulah sahabat terbaikmu stel. Bukan melody dan jeje
Ghaida segera menarik selimutnya dan bergegas memejamkan mata karna sudah tak sabar menanti esok paginya.

***

Kring . . . . . .

Suara bel international art school 029 sudah berdering, stella bergegas mempercepat langkah kakinya untuk menggapai pagar sekolah yang sebentar lagi pasti ditutup.
Namun saat jaraknya tinggal beberapa meter dari pagar sekolah tiba tiba stella memperlambat langkahnya, dia terlihat ngos ngosan dengan peluh yang menetes di sisi wajahnya, ini bukan pertamakalinya stella terlambat dan bukan pertama kalinya juga stella harus berada di luar gerbang untuk menunggu jam selanjutnya.
Stella mendudukkan diri disebrang jalan depan sekolahnya sambil memperhatikan siswa siswi yang duduk di depan gerbang sambil bercanda tawa dengan teman teman yang sama terlambatnya.
Stella berkali kali menengok jam tangannya tanda mulai bosan, masih dua jam lagi batin stella yang mulai menyesali keterlambatannya.
Memang susah sekolah ditempat begini, selain biayanya tinggi aturannya juga gak kalah ketat.
Sampai sampai stella sering menunggu jam pelajaran selanjutnya karena terlambat datang, dan yang gak kalah bikin stella bosan yaitu keberadaan sahabat yang biasanya menemani keterlambatannya terutama jeje yang memang suka berangkat bareng stella.
Ada sedikit kesedihan dalam diri stella, dia mulai merasakan dampak dari persahabatannya.
Stella sebenarnya sudah tak tahan harus jauh dari jeje dan melody, stella kangen bercanda dengan mereka, diperhatikan sahabat sahabatnya, mendapat nasehat nasehat yang keibuan dari melody serta bernyanyi nyanyi dan akustikan bersama, stella pengen semua itu kembali.

Sekarang stella harus kemana mana sendirian, gak ada dua sahabat disampingnya.
Walaupun sekarang ada farel yang menemaninya namun beberadaan farel itu tak membuat stella setenang bersama melo dan jeje!
Farel mungkin bisa mengerti stella, tapi melo dan jeje lah yang peka dengan stella, bahkan tanpa harus cerita ke melo dan jeje kadang mereka sudah mengerti dan tau apa yang stella rasakan.

Lama stella melamun dan mengorek kembali sahabat sahabatnya, sampai akhirnya stella dengan sangat mantab ingin meminta maaf pada mereka berdua, stella sekarang tau bahwa yang dia butuhkan bukan simpati dari orang serta posisi tinggi, namun orang yang tau dan faham dengan dia lah yah ia butuhkan.
Dari pada membuang waktu stella meraih ransel dan mencari naskah dramanya, lebih baik dia menghafal naskan dari pada harus melamun, karena hari ini akan ada latihan penuh dengan semua pemain.
Tak terasa satu minggu lagi stella akan melihat seorang ratu tahun ini adalah sahabatnya. Dan akhirnya tumbuh sedikit kebanggaan pada diri stella.
"Tak kusangka, ternyata udah hampir sebulan kita gak bareng" stella membatin dan bergegas lanjut menghafal naskahnya.

***

Jam pertama pelajaran sudah berakhir.
Stella terhuyung lesu melewati koridor yang di hiasi siswa berlalu lalang, ada sebercak peluh diwajahnya, namun stella sudah tak memikirkan hal sesepele itu.

Ada sedikit kerinduan dalam diri stella, dia ingin sekali berlari kekelas dan memeluk sahabatnya, namun itu semua tak dapat iya lakukan, langkahnya tak bisa ia percepat, dan hatinya dipenuhi kegelisahan.
Namun dengan terhuyung lemas stella sudah sampai didepan kelas juga, dia tak berharap untuk bertemu dua sahabatnya hari ini!

Dengan terus menundukkan kepala stella coba mengabaikan hatinya untuk memandang jeje dan melody, dia segera duduk lalu mengeluarkan buku bukunya.

Namun belum sempat stella mengelap peluh dan mempersiapkan buku, mickrofon sekolah berbunyi. Pertanda ada pengumuman untuk siswa yang ternyata guru guru akan melaksanakan rapat tahunan serta ada rapat osis untuk pembahasan ulang tahun sekolahnya, dan yang terpenting adalah panggilan untuk pemeran drama musikal agar berkumpul di aula, karna latihan gabungan akan dilakukan sekarang untuk mengisi jam yang kosong.

Stella menarik nafas penuh beban, dan secara refleks menolehkan matanya kearah melo dan jeje, dia ingin menggenggam tangan mereka.
Namun ini semua sudah terlanjur! "Aku gak boleh terus seperti ini, aku kuat tanpa mereka, lagian mereka kan udah gak perduli sama aku" stella beranjak dari kursi dan pergi ke aula.

Namun baru saja keluar dari pintu kelas, tiba tiba ada tangan yang merangkul dibahu stella sambial menyerahkah sebatang coklat dengan satu tangannya, stella menolehkan pandangan dan meleberkan senyum.
"Thanks rel"
"Santai aja" jawab farel singkat lalu melanjutkan langkahnya sambil bercanda ria.

***

Hari pertama (sonichi) 5

2 minggu berjalan begitu cepat! Sudah banyak hal terjadi di "internasional art school 029", mulai dari perseteruan jeje, melody dan dua orang bocah serta si kembar ataupun kedekatan stella dan farel.

Namun jauh berbeda dengan kisah bintang! Dia sekarang berada di fase keterpurukan.
Dia merasa gagal dalam mendekati cindy, karna usahanya sejauh ini sia sia.
Cindy terlanjur berpacaran dengan joey!
Dan itu membuat bintang merasa sakit hati, terlebih saat melihat kemesraan diantara mereka!
Namun bintang yakin kalau usaha keras yang dia lakuin ini gak akan menghianati, bintang tetap mengirimkan chocolate dan setangkai mawar putih disetiap minggunya.
Dan hari sabtu ini bintang berada di depan kelas cindy yang terlihat sepi karena jam istirahat!
Bintang bahkan sudah sangat hafal dengan kondisi kelas itu, karna ini bukan pertama kalinya dia menyelipkan bunga itu di dalam tas cindy!
Bergegas bintang menyelinap masuk dan meletakkan coklat serta bunga itu lalu buru buru keluar kelas karna takut ada yang memergokinya dan tanpa disengaja bintang menabrak seorang gadis yang berpapasan di depan kelas cindy.
Dalam kondisi kaget bintang hanya bisa memperhatikan gadis yang tertabrak itu tanpa refleks membantunya, bintang merasa pernah bertemu dengannya.
"Eh sori maaf" segera bintang sadar dari lamunannya, yang ternyata gadis itu sudah berdiri lagi berkat bantuan sahabat gadis itu.
"Iya gak papa, kamu anak baru itukan? Yang pake inisial mr.j?" Gadis itu tersenyum simpul pada bintang sambil merapikan bajunya.
"Oh, kamu yang sempat lihat kertas dari jeje waktu itu yah? Nama aku bintang, j itu inisial orang yang kusuka" segera bintang mengulurkan tangan, yang membuat bintang jadi berdebar debar. Namum bukannya membalas uluran tangan bintang tapi gadis itu malah terlihat bingung dan saling pandang dengan sahabatnya. Yang membuat wajah bintang memerah dan merasa malu. Sambil tersenyum bintang menarik tangannya perlahan dan membungkukkan badannya sebagai tanda minta maaf karena lancang mengajak gadis itu berkenalan. Yang kemudian bintang melangkahkan kakinya untuk kembali kekelasnya.
"Nama aku jeje, dan dia sahabat aku melody, salam kenal" gadis itu berteriak sambil memasang senyum serta melambai lambaikan tangan yang turut mempercantik paras dan pesona seorang gadis.
Tak banyak gadis yang seramah itu, begitu penilaian dari bintang secara refleks.
Namun bintang hanya bisa menghentikan langkah dan membalik badannya setelah mendengar salam perkenalan itu.
Bintang seperti terkejut dan bertanya tanya, apakah ada dua jeje disekolah ini?
Bintang ingin memastikan lagi, namun gadis yang bernama jeje itu sudah tidak ada dihadapannya.
Bersamaan dengan itu bel pelajaran selanjutnya berbunyi, padahal bintang belum sempat mengisi perutnya sejak tadi pagi, tapi apa boleh buat!
Bintang bergegas membalikkan badan dan menuju kelasnya yang tak begitu jauh dari kelas cindy.

Namun belum sempat bintang masuk kekelas, dia berpapasan dengan cindy, yupi dan joey yang kebetulan baru balik dari kantin, ada keinginan untuk bintang menyapanya, namun entah apa yang terjadi dengan bibirnya, dia takmampu mengeluarkan sepatah sapaan, bukan karna ada kekasih cindy disitu, namun perasaannya pada cindy sudah melumpuhkan semua sarafnya, sehingga mengucap sapaan saja bintang tak mampu.
"Kamu kenapa kok senyum senyum sendiri?" Begitu tukas ibu eka selaku guru sains yang killer di sekolahan ini.
Jadi mau gak mau aku harus masuk kelas daripada kesemprot gara gara ngelamunin koridor kelas yang baru di lewatin sang bidadari gue.
Bintang tersenyum sendiri saat menyadari kegilaannya, kemudian bergegas masuk kekelas yang diikutin ibu eka dibelakangnya.

Raungan bu eka menggema disudut kelas yang malah membuat lamunan bintang melayang kemana mana, walaupun suaranya jauh lebih pecah dibanding suara gemericik hujan yang sedang turun diluar sana.

Diiringi alunan gemericik air dan bayang bayang butiran air di jendela serasa mendukung pergelutan hati yang dialami bintang, siapakah jeje yang sebenarnya? Keangkuhan dan ketertutupan bintang di sekolah baru ini membuat bintang tidak punya teman, sehingga komunikasinya pun statis dititik awal, walaupun dia sudah hampir satu bulan disini bintang hanya tau nama farel, dan dua orang yang dia anggap jeje itu, sungguh mengenaskan hidupku. Begitu batin bintang sambil melamunkan pandangannya pada halte yang berada di ujung jalan depan sekolah, di iringi rintik hujan diluar sana, seolah menjadi daya tarik tersendiri untuk bintang terus menembus guyuran hujan dan embun yang menghiasi kaca jendela didekat bangku bintang.
****

Bel pelajaran terakhir sudah berbunyi, ibu eka mulai bersiap membereskan buku bukunya dimeja.
"Oke, jangan lupa sama tugasnya yah, hati hati dijalan?"

"Baik miss" serentak siswa siswi membalas ucapan ibu eka dan bergegas menghambur keluar kelas.
"Baik bu" balasku dalam hati sambil merasa bersalah karena tidak memperhatikan bu eka dalam pelajaran hari ini.
Bintang merasakan ada kesedihan dalam hatinya, dan itu yang membawa jiwanya kehalte depan sekolah.

Namun sekarang waktu yang tepat untuk raganya berada disana, tanpa pikir panjang bintang bergegas keluar sekolah dan menerobos hujan untuk ke halte yang tak begitu jauh dari sekolahan itu.
Sebagian baju bintang basah terkena air hujan, namun itu tak menjadi penghalang untuk bintang beranjak dari keinginannya ke halte itu.
Bintang mencoba mendudukkan diri pada bangku halte tersebut, ada sedikit kegundahan di hatinya, dia terhanyut dengan suasana sore ini, suara gemericik air yang turut meredamkan suara kendaraan berlalu lalang cukup membuat keteduhan dihati bintang saat ini, dia merasa rindu dengan aroma besi kursi halte serta suara dentingan tetes air di atap halte tersebut seolah melengkapi kerinduan di hati bintang, sampai sampai dia tak sadar sudah ada seorang gadis yang duduk disebelahnya sambil menggibas gibaskan tangan untuk menyeka air hujan yang menempel di sekujur tubuhnya.
"Hidup itu sementara dan sederhana, untuk apa kita bersedih selagi masih ada waktu buat ibadah dan berhagia?" Sambil membereskan air yang menempel dibaju dan kulitnya, gadis itu mendudukkan dirinya tak begitu jauh dari bintang!

"Apa ada yang salah dengan cinta? Apakah cinta ada di dunia sebagai ujian buat kita? Sebagai luka yang harus dirasakan manusia?" Masih terhanyut dalam lamunan bintang seolah perbincangannya itu sedikit menghibur hatinya, baru kali ini bintang merasakan kehadiran orang yang seolah benar benar tau dengan posisi dan perasaannya saat ini.

Bintang tiba tiba terlonjak kaget dan tersadar dari lamunannya, saat sebuah tangan halus gadis itu mengusap pundaknya.

"Takdir itu misteri, namun cinta itu pilihan? Antara memperjuangkan orang yang kau cintai, dan mencoba mencintai orang yang cinta padamu!" Jeje memasang senyum yang bersahabat, terlihat begitu tentram dan penuh kehangatan.
Dan untuk yang kesekian kalinya hati bintang berdetak lebih cepat dari sebelumnya, senyuman pun tak bisa redup dari wajah bintang!
"I love you jesica?" Bintang bergumam dalam hati, namun jeje bisa mendengar ucapan itu dengan baik.
"Aku pulang duluan yah? Jemputanku dah dateng tuh!" Jeje segera menarik ranselnya sambil melambai lambaikan tangan untuk memberi tanda pada sopir yang sedang mengendarai mobil silver dengan tulisan jesica di bawah tulisan avanza pada mobil itu.
Bintang memperhatikan mobil dan jeje bergantian, seraya mencocokkan nama di mobil itu dengan nametag di baju putih yang dikenakan jeje.
"Kok namamu dimobil sama nametagmu berbeda?" Begitu senggah bintang sambil menatap bingung, yang hanya dibalas senyuman dari jeje yang mulai mendekati mobil didepan halte itu, jeje menarik pintu mobil disamping kemudi sambil terguyur tetesan hujan yang mulai reda dibanding sebelumnya.
Pandangan bintang tak dapat berpaling dari jeje, entah kenapa perasaan bintang berbeda dari biasanya.
Perlahan mobil itu mulai berjalan menjauh, yang membuat bintang mengalihkan pandangan dari mobil itu, serta menyadarkan raga dan jiwanya agar beranjak pulang dari suasana ini.

Namun belum sempat bintang bersiap pulang mobil itu kembali mendekat kearahnya yang kemudian disusul kemunculan jeje dari pintu depan.
"Oyah! Makasih ya udah mau jadi temen ngobrol? Ini buat kamu?" Jeje mendekatkan diri ke bintang yang masih duduk di halte sambil menyodorkan beberapa lolipop, bintang benar benar tak menyangka kalau jeje akan kembali hanya untuk memberikan lolipop, bintang benar benar tak menyangka kalau ini terjadi begitu cepat.
"Makasih ya jes?" Bintang menerima lolipop itu sambil memperhatikan nametag jeje yang terlihat jelas di depan matanya
"Eh sori, makasih jeje?" Bintang terlihat membenahi ucapan terimakasih yang sebelumnya sudah di ucapkan.
Namun jeje bergegas kembali ke mobil dengan senyuman khas yang bisa membuat hati bintang berdebar debar, sampai sampai ia terlihat bodoh sekali hari ini, harinya hanya diisi oleh lamunan lamunan konyolnya.

Bintang tersenyum geli sambil membangkitkan diri dari kursi halte yang sudah terasa hangat itu, sekilas dialihkan pandangannya itu pada mobil jeje yang ternyata kaca belakangnya sedang bergerak menutup, pertanda ada orang yang usai membukanya.
Bintang merasa geli melihatnya "tapi, bukan nya jeje duduk di depan yah?" Bintang tersadar kalau jeje tadi duduk didepan, bukan belakang.
Namun karna tak mau ambil pusing bintang mencoba melupakan semua itu, dia beranjak melangkahkan kaki menuju arah berlawanan dengan mobil jeje yang kebetulan rumah bintang memang gak jauh dari sekolah barunya ini.

Walau berusaha sesantai mungkin, dalam hati kecilnya tetap menyimpan bermacam pertanyaan!
Siapakah jeje yang sebenarnya? Gadis yang baru dia ketahui bernama cindy itu, ataukah gadis yang memiliki nama jesica di mobilnya?
Lalu apa yang jeje tau soal hidupnya sehingga dia bisa berbicara dan ngobrol dengan bintang begitu hangatnya. Seolah jeje tau apa yang di alami dan difikirkan bintang.
Lalu tau dari mana soal lolipop ini? Dia tau darimana kalau lolipop memang obat terbaik untuk bintang?
Dan, apa arti sikap manis jeje dan debaran dihati bintang itu!
"Arghhh . . . ." Bintang berteriak dengan lantang, seolah teriakannya itu bisa mengurangi semua pertanyaan pertanyaan konyol itu, sampai bintang tak menyadari badannya mulai basah dengan rintikan hujan di hari yang sudah menjelang sore ini, mungkin trotoar disepanjang jalan ini sudah tertawa apabila benda mati bisa berbicara saat menyaksikan bintang yang lebih terlihat seperti orang gila ini.
Bintang yang berjalan gontai dibawah rintik hujan sore ini.

Mungkinkah ini Hari Pertama bintang mengenal CINTA? Hanya waktu dan misteri takdirlah yah akan menjawabnya!

Bersambung . . . . .

Hehehe, sori kalo lanjutannya agak lama, soalnya sibuk tryout segala, belum lagi mau US juga!
Doain lulus yah sobat? #malahCURHAT

Oyah! Kalo bisa tinggalkan kritik serta sarannya ya? Biar bisa buat perbaikan kedepannya.

Mudah mudahan lanjutannya gak terlalu molor? Ok guys? See ya!

Hari pertama (sonichi) 4

Kegelisahan stella sekarang bertambah, dikala dia menerima telefon dari nomor pribadi, yang menyatakan kalau membantu stella merebut hati farel sahabat kecilnya dari jeje gadis berpipi tembem dan pemilik gigi kelinci yang mempercantik parasnya.
Dia tak takut dengan semua itu, namun biar bagaimanapun jeje adalah sahabat dia, walau sekarang hubungan mereka sedang tidak baik.
Dan dia yakin bahwa penelfon itu adalah orang yang tau persahabatan dan perasaan lamanya pada farel! Dan dia yakin sekali kalau ghaida tidak pernah pantang dengan apa yang dia katakan, yah aku yakin suara disebrang ponsel itu adalah ghaida.

Stella terlihat bingung dan panik mencari keberadaan ghaida.
Stella bertanya tanya pada beberapa orang didalam aula namun tak ada yang tau keberadaan ghaida, kecuali nabilah yang ternyata sedang duduk di barisan belakang sambil memperhatikan naskah drama yang dimiliki semua pemeran drama musikal tersebut.
Dengan terburu buru stella menghampiri nabilah lalu menanyakan keberadaan ghaida, namun apa yang diingin kan stella tidak sesuai yang dia fikirkan! Di kejar waktu latihan yang sebentar lagi mau dimulai menuntut stella menjadi murka.
Belum sepatah katapun keluar dari mulut nabilah, namun sebaliknya dari stella.
Stella mulai tak sabar dengan nabilah sang menganggap omongan stella hanya angin lalu!
"Kamu denger aku ngomong gak sih bil?"
"Enggk, mungkin nada bicaramu kurang lamban, makanya aku susah mencerna"
Stella semakin emosi dengan perlakuan nabilah yang dia anggp hanya buang waktu.
"Yang kamu cari itu kan?" Tiba tiba nabilah memecah emosi batin stella, sambil memegang naskah nabilah mengayunkan dagunya dengan maksud menunjuk kedatangan ghaida.
Seolah tak mau tau dengan keberadaan stella, ghaida lewat dihadapannya dan bergegas duduk di samping nabilah, diikuti oleh stella disamping ghaida.
"Kamu urungkan niatmu itu, aku bisa kok selesein semuanya sendiri" stella berbisik pada ghaida yang hanya dibalas dengan senyuman berseringai!
"Kamu tenang aja sahabatku, aku gk bakal ngebuat kamu kehilangan farel, setelah kamu kehilangan queen of the year apa kamu bisa relain farel juga?"
Stella terlihat pasrah, percuma dia memaksakan ghaida karna itu gak bakalan ngebuat semua lebih baik, stella hafal sekali dengan watak dua sahabat kecilnya itu!
Farel yang penyayang dan selalu menjadi penengah diantara mereka, dan ghaida adalah wanita yang manis dan setia kawan, dia akan lakuin apapun demi melindungi sahabatnya! Selain keras kepala ghaida juga memiliki kehangatan kasih sayang serta keperdulian yang tinggi pada sahabatnya!
Stella mencoba memenangkan dirinya, dia berfikir keras agar ghaida mengurungkan niatnya.
"Biar bagaimanapun juga melody dan jeje adalah sahabatku, walaupun hubungan kami sedang tidak baik".

***

Suasana panas siang ini tak mengurungkan semangat para siswa dan siswi untuk latihan pertama, dimulai dari pendalaman peran, hafalan dialog sampai gambaran akting di lakoni siswa siswi dengan semangat dan berjalan lancar, termasuk oleh cindy dan yupi selaku penanggung jawab alat musik serta sebagai pemain drama.
Baru beberapa jam berlalu kedekatan cindy dan joey semakin akrab, beberapa kali terlihat senyuman riang dari wajah cindy karena ulah joey!
"Joey orangnya asik ya? Care, romantis dan ganteng, yah walaupun tampangnya sedikit arogan sih" cindy tiba tiba tertawa geli mengingat apa yang ia katakan ke yupi.
"Lalu kenapa dia sok sok misterius kirimin kamu surat dengan inisial yang sok misterius gitu" yupi bertanya dan terlihat bingung.
"Mungkin biar lebih romantis, baru kali ini ada cowo yang memperlakukan aku dengan istimewa dan romantis kaya tadi"
"Apa gak termasuk sama cewe di ujung sana?" Yupi menunjuk seorang perempuan yang sadang tertawa riang bersama joey yang sedang asyik merangkulkan tangannya di pundak perempuan itu.
Raut muka cindy seketika berubah, dia sedikit kesal melihat kedekatan joey dan perempuan itu.
"Aduh" teriak cindy saat bola pimpong melayang ke kakinya, dan anehnya bola itu tidak berpantul menjauhinya, namun malah jatuh di hadapannya yang membuat yupi refleks mengambil bola itu.
"Eh ada kertasnya cin, pantasan daya pantulnya rendah, soalnya berat massanya dibebani sama kertas ini" yupi terlihat sibuk mengeluarkan kertas dari bola itu sambil nengungkapkan teorinya.
Yang justru membuat cindy jadi penasaran dengan isi kertas itu.

~jangan cemberut dong, kamu gak pantes kalo kaya gitu! Yah walaupun tetep cantik sih biar gimanapun! Apalagi waktu main gitar~
Mr. J

Dengan lantang yupi membacakan kertas itu yang membuat wajah cindy memerah seketika.

"Kenapa cuma beberapa meter aja harus kirim kertas segala? Bukannya kalo ngomong langsung lebih gantle yah?" Yupi masih terus bertanya tanya sambil memainkan bola pimpong di tangannya.
"Kan aku udah bilang, karna joey itu cool dan romantis, baru kenal beberapa jam aja aku serasa di buat terbang sama dia" cindy makin malu malu sambil mendekap kertas yang iya cium berkali kali!
"Hati hati loh sama yang misterius, biasanya gak baik" yupi masih berusaha mengingatkan cindy yang sepertinya terjebak cinta misterius!
"Kamu seperti spongebob, banyak omong! Tapi itu tetep gk buat perasaanku berubah, joey itu misterius, romantis dan . . . . Dia asik! Buktinya banyak yang dekat sama dia"

"Orangnya asik atau playboy sih?, sepertinya kita harus cepat pulang dan melakukan ritual puja kerang ajaib! Supaya kamu sadar cin! Ululululu" yupi bergegas ke belakang panggung sambil memukul mukul mulutnya yang dimonyongkan menirukan tingkah spongebob saat memuja kerang ajaib!
Tingkah gadis pecinta shinchan dan spongebob ini memang konyol! Namun otaknya dibidang akademis tidak perlu di ragukan!

Cindy yang merasa badmood dengan tingkah saudara kembarnya itu bergegas lari mengikuti yupi ke belakang panggung sambil memonyongkan bibirnya!
"Ulululululululu" ucapnya singkat sambil memukulkan tangannya di ujung bibir mengikuti tingkah yupi yang sontak menbuat cindy tersenyum geli, "bocah itu memang selalu buat aku ketawa dengan tingkah konyolnya! Aku sayang kamu sista" cindy bergegas mempercepat langkahnya menghampiri yupi dan memeluknya erat!
Pelukan adik dan kakak yang penuh kasih dan cinta!

***

Terlihat senyum kejengkelan di wajah bintang saat secara tidak sengaja dia melihat bola pimpong yang iya berikan ke cindy dibuang!

Namun entah kenapa dia tak sangguk berlama lama memendam kekesalan itu, terlebih setelah dia melihat senyum di wajah cindy!
"Jeje, jeje! Gak kebayang deh kalo aku bisa sampe ngobrol akrab sama kamu! Cuma liat kamu dari jauh aja aku udah segembira ini" dengan masih salah faham bintang tetap menganggap gadis itu jeje.
Dia gadis yang bermain gitar di atas panggung audisi itu! Itulah yang bintang tau!
Masih sibuk tertawa tawa dalam kekesalannya, bintang bergerak mendekati bola pimpong itu bersamaan dengan cindy yang mulai melepaskan pelukan saudara kembarnya!.

"Kok kertas didalamnya gak ada" begitu ucap bintang saat melihat bola pimpongnya kosong! Bintang yakin kertas itu turtut dibuang oleh cindy selepas iya membacanya.
"Kamu cari ini?" Begitu pinta seorang gadis yang sedang memegang sobekan kertas yang iya yakini bekas didalam bola tadi.
"Oh iya, kok bisa sama kamu?" Ujar bintang sambil mengambil kertas tadi, entah kenapa kontak diantara bintang dan gadis itu membuat bintang deg degan! Dia sendiri tak tau kenapa, namun perasaan ini bukan perasaan yang biasa! Apa karena dia orang pertama yang mau menegurku? Begitulah fikir bintang memberi alasan dengan semua perasaan itu, sambil mencoba melupakan perasaan aneh itu bintang bergegas memastikan apakah itu kertas yang dia maksud.
"Apa kamu yang menuliskan ini?" Begitu pinta bintang saat melihat ada coretan tangan di pojok kertas itu, namun gadis itu hanya membalas dengan gelengan di kepalanya sambil memasang raut aneh.
Dan sebaliknya bintang yang tiba tiba tersenyum gembira melihat semua itu!
"jadi itu kamu yang nulis? Cuma dengan balasan THANKS aja kamu bisa segembira itu" begitulah gadis itu bertanya dengan nada lirih yang pasti tidak akan sampai ketelinga bintang yang sedang berloncat kegirangan karna menerima balasan itu, sampai sampai bintang gak sadar kalau dia menabrak ghaida yang berjalan melewatinya.
"Eh sori!" Begitulah yang bintang ucapkan sebelum dia pergi melewati ghaida
"Woi! Yang sopan dong jadi cowo! Loe gak tau gue ini siapa?" Sambil menggerutu ghaida membereskan baju yang sebenarnya gak kusut ataupun kotor karena tabrakan tadi.
"Anak itu tadi siapa sih bil?" Namun nabilah hanya membalas gelengan!
"Dia anak baru kelas bahasa 3, namanya bintang!" Begitu ucap gadis yang mengamatinya dari tadi!
"Kamu tau dari mana je? Atau dia temanmu juga? Pengganti stella?" Ghaida tertawa geli dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Gue tadi sempat ngobrol sama dia, kalo loe mau ambil aja" jeje segera pergi ke panggung sambil menyenggol ghaida yang sontak membuat ghaida marah marah lagi.
"Kenapa sih semuanya nyebelin? Gak anak baru, tiga sahabat sok sokan, dan dua kembaran juga! Semuanya nyebelin!"
"Udah lah ghai? Kan masih ada gue" nabilah tersenyum dengan gaya slengekan
"Pokoknya kamu musti bantuin gue ngasih pelajaran sama mereka semua! Terutama buat tiga cewe sok sokan itu! Kalau perlu secara fisik dan batin sakitnya" ghaida tertawa renyah diikuti nabilah sambil menatap sinis jeje dan melody yang ada diatas panggung.
Bersambung………

Jangan lupa komennya guys?

Absurd

Apa kabar kawan! Lama gue gak nge joke! Hahaha. Yah walaupun garing sih! Hahaha.

Jadi ceritanya gue lagi nonton di bioskop nih! Maksud saya kenyataannya! Bukan ceritanya! #halah!

Jadi gue mau nonton comic 8 nih! Film yang dibintangi 8 stand up comedy!, sebut saja orang orang yang ketawanya ketawa cerdas! *kata temenku gitu!

Di liat dari pemainnya aja udah pasti yang mau nonton sebangsa pemainnya! Orang orang absurd!

Walaupun aku gak termasuk orang yang ketawanya cerdas (soalnya kalo nonton stand up aq jarang ketawa) tapi kadang ketawa karna liat tingkah penontonnya yang absurd! Bukan karna stand upnya #skip

Jadi aku niatnya mau nonton jam 14.50 tapi berhubung aku telat dateng jadinya ngambil jam 16.55 bayangin aja nungguin dua jam!
Mau keluar malas bayar parkir (red; ngirit) jadi terpaksa cuma mondar mandir di MOL!, maklum nonton sendirian! #JOMBLO makhluk absurd memang identik combro! *dibaca jomblo

1 jam kemudian»

Udah mulai bosen mondar mandir di MOL aku balik lagi ke cinema!
Gak ngerti mau ngapain akhirnya aku ngesot didepan toilet! *mulaiABSURD
Ini bukan mau nyari uang parkir lo yah! Tapi karna teater tiga ada di depan toilet! Jadi aku ngesot disitu buat nunggu jam 16.55

Pertamanya ngenes banget ngesot di depan toilet sendirian tapi gak lama dateng segerombol cewe deketin gue!
Gue sih sok jual mahal! Dan cewe cewe itu gak kalah jual mahal! Mereka sok sokan lewat di depan gue dan belok ke toilet! *ituPastiCumaModus! #jombloKEPEDEan

Kalo tadinya Cewe sok alesan ke toilet sekarang gantian cowo cowo yang datang! Buset, pasti mau ngeroyokin gue! Gue tau sih keabsurdan gue gak ada duanya! Tapi kalo bisa jangan keroyokan lah!
Sendirian aja gue belum tentu berani!
Tapi ternyata cowo cowo tadi ngikut gue ngesot di depan toilet juga! *ada temen

Pertamanya aku mati kutu! Mereka berenam! Lah aku? Sendirian! Mau ngobrol sama siapa coba?
Atau mau sok akrab? Gak mungkin!
Belum sempet aku kebingungan cewe cewe tadi keluar dari toilet dan gak mau kalah ngesot ngesotan juga!
Sampe sampe koridor antara toilet dan pintu teater penuh sesak!
Dan gue cuma bisa keheranan sambil ngamati wajah wajah absurd orang di sekeliling gue! Bahkan cuma bukan tampang tapi kelakuan gak kalah absur!
Mulai dari pergaulan, dari sekian banyak orang yang ngesot di depan toilet! Semuanya saling berkubu dan gak ada lawan jenisnya!
Cowo cowo sendiri! Cewe cewe sendiri!
Artinya semuanya JOMBLO! Hahahaha dalam hal status gue gak kesepian! Mereka JOMBLO SEMUA! :D
Hahaha! Mungkin karena mereka sibuk sama keabsurdannya kali yah? Sampe gak sempet mikirin lawan jenisnya.

Masih sibuk mikirin soal jomblo aku lebih kaget lagi ngeliat mereka yang punya keabsurdan masing masing!
Yg tiga cowo lagi sibuk motoin tiket bioskop dan nyuruh di upload entah kemana!
Ada lagi yang sibuk ngobrol pake bahasa jawa!
Ngobrol ngobrol sambil potoan dan gak kalah absurdnya ada yang bawa dan mainan UNO! Nah loh, kayanya emang niat tuh mau berangkat cepet! Sampe bawa kartu UNO segala!

Ini baru di luar! Kebayang gak di dalamnya gimana?

Aku yang duduk di kursi g-13 sengaja karna cuma itu barisan yang gk terlalu dekat dan jauh dari layar! Dan! Karna tadi waktu aku pesan tempat bnyak kursi yang keisi tapi itungannya genap semua(ada pasangannya)
Dan di kursi itu yang jaraknya satu kursi dari kursi yang aku yakin dipesan sepasang kekasih!

Sampe akhirnya film mulai dan gue baru ngerasa kalo gue memang absurd yang gak ada duanya!

Gua bingung harus ketawanya kapan! Soalnya aku gak ada kompaknya ama penonton lainnya!
Waktu penonton lain ketawa gue cuma ngikut ketawa!
Giliran gue ketawa beneran kenapa gak ada yang ngikut? :'(

Hari pertama (sonichi) 3

Setelah beberapa menit, stella, jeje dan melody tak sengaja masuk kedalam aula secara bersamaan.
Melody yang coba menyapa stella hanya dibalas senyum palsu, yang seketika membuat melody terlihat kusam.
Jeje kembali menepuk nepuk kan tangannya di punggung melody sebagai isyarat dia harus sabar menghadapi stella yang sedang emosi, dan hanya senyum lah yang bisa melody berikan pada jeje sebagai tanda mengiyakan.

Seolah tak ada masalah jeje menarik tangan melody untuk melewati stella yang terlebih dahulu memasuki aula.
Jangan tatap stella, bisik jeje di telinga melody.
Dengan mantap melody mencoba percaya pada semua rencana jeje.

Stella yang terlihat jengkel segera menghentikan langkahnya, dan duduk di bangku sebelah kirinya.

Stella mencoba mengalihkan kejengkelannya dengan cara mendalami naskah yang di berikan di pintu masuk aula tadi.
Sudah berkali kali stella membaca satu bait dialog namun tak ada yang menempel di otaknya!
Perlahan stella pun mulai gusar dengan kejengkelannya, berulang kali dia acak acak rambut untuk mengekspresikan ke jengkelannya itu.
"Katanya kalo orang lagi bad mood, coklat bisa jadi rekomendasi yang baik lo" stella sontak kaget dengan suara asing itu, dia edarkan pandangan pada lelaki yang sedang memegang coklat di bangku sampingnya, tanpa banyak bicara stella mengalihkan lagi pandangan dari lelaki itu.
Kekesalan yang dia rasakan membuat stella malas basa basi, apa lagi makan.
Sekilas stella sadar kalau coklat di hadapannya sudah dibukakan bungkusnya.
"Coba makan deh, atau pengen ku suapin?" Laki laki itu berulang kali menyuapkan sebatang coklat ke mulut stella, yang ada malah membuat stella semakin jengkel dan emosi.
"Udah deh rel? Jangan ganggu gue" bentak stella dengan nada yang semakin tinggi.
Farel, lelaki yang duduk disamping stella tiba tiba tersenyum geli, dia merasa senang melihat tingkah kekanak kanakan sahabat kecilnya itu.
"Kamu masih kekanak kanakan yah tingkahnya" dengan gemas farel mencubit pipi dan hidung
stella.
"Ih, apa si lo rel? Kamu juga kan tetep yang paling bisa buat aku senyum!" Sekilas stella tersenyum senang dengan keberadaan farel disampingnya, lalu merebut dan melahap coklat dari genggaman lelaki yang sudah menghiburnya.

Setidaknya stella merasa ada yang masih perduli padanya, yaitu farel sahabat kecilnya, walaupun persahabatan mereka sempat dijaraki oleh melody dan jeje sahabat barunya. Tapi farel tak segan menghibur stella dikala hatinya di hinggapi rasa kesendirian.
Stella melirik farel yang ternyata sedang memperhatikan dia.
"Ih, kamu kenapa liatin aku kaya gitu? Nanti naksir loh?" Tawa stella pecah seketika saat melihat farel tersenyum simpul
"Tenang aja, gue bakalan tetep setia sama jeje kok" farel pun turut memecahkan tawanya, di barengi dengan wajahnya yang mulai memerah.
Stella sejenak berubah masam melihat tingkah farel, dia mengalih kan pandangan pada jeje dan farel bergantian, ada sedikit kecemburuan dalam hatinya, namun dia harus memendam perasaannya itu, karena dia sudah berjanji pada farel untuk membantu mendekatkan farel dengan jeje.
Sambil menikmati coklat di dan rasa kecemburuan stella menyandarkan kepalanya dibahu farel, bahu yang selalu menemani kesedihannya semasa ia kecil dulu, disaat stella mengis saat jatuh dari sepeda, saat dia di tinggal sahabat sahabatnya dan bahu inilah tempat bersandarnya, tempat meneteskan air mata dan tempat stella mendapatkan. . . .
"Udah kamu jangan cemberut terus, jadi bener yah kamu kelahian sama melo dan jeje" sambil melayangkan pertanyaan itu farel membelai lembut rambut stella
"Yah, disinilah tempatku biasa mendapat belaian dari orang yang ia sayang dan cintai" begitu batin stella melanjutkan lamunannya.
Dia bahkan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya, dia lupa dengan melo, jeje, ataupun queen of the year!
Yang ada di otaknya saat ini hanya farel, farel, farel dan farel.

"Memangnya kamu gak marah, karna aku lebih perdulikan sahabat baruku. Melo dan jeje?" Perlahan stella menegakkan kepala dan menatap farel.
Tak langsung menjawab, tetapi farel malah menatap kosong ke arah panggung aula yang di penuhi panitia untuk menyiapkan pengeras suara.
"Menurutku sahabat itu gak perlu selalu ada buat kita, namun bisa faham dan mengerti kita itu sudah cukup" kembali stella mengalihkan pandangannya ke farel yang masih melamun.
"Jeje pasti beruntung bisa dicintai orang perhatian, pintar, ganteng dan setia kaya kamu" stella mencoba tersenyum dibalik kecemburuan yang dia rasakan "aku pasti akan selalu bantu kamu kok, karna aku yakin jeje juga suka sama kamu, siapa sih yang tega nolak sahabatku" stella seketika tertawa geli diiringi konflik di dalam batinnya "Aku akan selalu ngerti dan memahami kamu rel, karna kau itu sahabat ku, iya sahabat" batin stella semakin gundah, dia tak tau harus membenci jeje yang sudah membutakan farel, sehingga farel tak sadar dengan keberadaan stella yang mencintainya.
Namun disisi lain, kenapa stella perjanji akan membantu farel sahabatnya itu untuk mengejar kebahagiaannya.
Di tengah konflik batin yang dialami, stella dikejutkan getaran ponsel di sakunya.
Dia rogoh saku di baju putih dan mengfokuskan pandangan pada layar ponsel itu.
Private number~ begitu batin stella berkata.
"Siapa yang telfon? Kok gak diangkat?"
"Gakpapa kok rel" sekilas stella tersenyum simpul dan mendekatkan jari jempolnya menuju layar ponsel layar sentuhnya, stella sudah mantap ingin mengangkat telfonnya, walaupun ini akan menjadi pertamakalinya stella mengangkat telefon yang misterius, karna teman temannya saja banyak yang jengkel saat telfon penting namun tak direspon stella, dimana alasannya karena nomornya gak ada nama.
Namun berbeda kali ini. Dia penasaran dan segera menerima panggilan masuk itu, semakin dekat telinganya dengan ponsel namun tak ada suara yang keluar, dan seolah mulut stella kaku sehingga tak mampu untuk mengucapkan sepatah kata saja.
"Gue bakalan ngebantu loe buat rebut sahabat kecil loe itu dari jeje"
"Kamu~" stella segera menarik ponselnya dari telinga, dan dengan ekspresi yang was was dia edarkan pandangannya ke seluruh sudut aula.
"Ada apa stell? Kayanya kamu ketakutan gitu" stella seolah tak menggubris farel, dia masih sibuk dengan suara misterius tadi, dia yakin tau orang itu, dan dia yakin hanya orang yang tau masalalunya yang bisa bicara begitu, dia adalah orang yang dekat denganku.
"Oh, aku gakpapa kok rel, cuman lagi nyari ghaida, apa kamu tau dia dimana?"

Bersambung………
Ada pelebaran part guys, jadi belum tau sampe part berapa, hehehe.

Dan tolong komentar dan sarannya ya?

BBM untuk gingerbread

Hai kawan? Apa kabarnya?

Sekarang sudah tiba saatnya untuk hape jadul berBeBeMan ria.
Setelah penantian panjang, sekarang waktunya tiba.

Jadi kalo saya baca baca ada bnyak cara rumit cuma buat instal bbm.

Tapi disini saya cuma pengen mudahkan saja, gak perlu ribet ribet buat instal.

1. Download apk bbm DI SINI (dapet link dari temen)

2. Setelah didownload silahkan instal apk di ponsel anda

3. Setelah itu masuk ke aplikasi yang sudah di instal dan daftarkan bbm id anda. *semua kolom pendaftaran diisi

4. Setelah mengisi kolom dan mendaftarkan id, maka ponsel akan memakan waktu lama untuk mengatur BBM *dibutuhkan jaringan yang kuat, namun apa bila loading gak selesai selesai coba restart ponsel anda.

5. Dijamin BBM sudah connect di ponsel gingerbread

Dan buat hp mahal? Siap siap di ping dari hape murahan! Mito jadul mungkin! Hehehe

Cukup sekian cara instal BBM untuk gingerbread dengan cepat, dijamin work! Dan bukan tipu tipu.

Nanti kalo ada app resmi dari googleplay aku kabari!
Oke saya kira sudah cukup, apa bila ada yang masih bingung bisa hubungi lewat komen atau email saya. Dan yang udah berhasil invite aja 763D0335 *kalo mau.

Hahaha! Penantian panjang sudah berbuahkan hasil!
See you guys?

Hari pertama (sonichi) 2

Melody yang terpilih menjadi queen of the year sontak membuat stella kaget.
Hingga akhirnya stella terjebak di situasi yang sulit, dia harus mendengar kata ghaida ataukah tetap percaya pada sahabatnya, yang dia rasakan sahabatnya itu seperti mulai cuek terhadap stella.

"Kamu pegang apa sih stel?" Melody mulai curiga saat stella terlihat gugup
"Selamat ya mel?" Tiba tiba si kembar yupi dan cindy muncul sambil mengucap selamat dan memeluk erat melody
Aku sempat jengkel melihat melody dan jeje yang bersikap manis didepan cindy dan yupi karna sudah jelas yang merencanakan ide dibalik putusnya senar gitar jeje sudah pasti mereka.
Memang mau siapa lagi? Orang yang kurang suka dengan kita bertiga dan yang leluasa memegang alat alat musik untuk audisi ini cuma sikembar itu, jadi gak mungkin ghaida dan nabilah pelakunya.
Namun tiba tiba stella tersadar dengan situasi ini, dia bergegas menyelipkan kertas ghaida kedalam spatunya, lalu turut berbaur dengan melody, jeje, cindy dan yupi yang sepertinya sedang asik mengobrol.

"Oke anak anak, saya kira audisi ini sudah selesai, dan kalian bisa pulang sekarang juga, namun untuk pengumuman peran drama musikal, besok akan kita tempelkan daftar pemainnya di papan pengumuman, dan mulai besok kita sudah latihan di aula ini sekaligus dengan pemain prianya, oke? Selamat berjuang hingga dua minggu kedepan" penutupan oleh miss yuni itu mengiringi para siswa yang mulai berhambur keluar dari dalam aula, begitu juga melody, stella, jeje beserta novel di tangannya.
"Eh stel?" Melody tiba tiba memanggilku yang memang berjalan mendahului mereka.
"Kamu kenapa dari tadi murung? Apa karna kamu gak terima dengan kenyataan yang ada?" Perlahan Melody mendekati stella.
"Enggak kok mel? Mungkin perasaanmu aja" pinta stella sambil melangkahkan kakinya terus ke depan, namun belum beberapa langkah stella berjalan, melody menarik tangannya.
"Bukan berarti aku bahagia stel, saat aku menjadi juara, justru aku tersiksa" belum sempat melody menjelaskan, namun stella sudah menghentakkan tangannya hingga terlepas dan melanjutkan langkahnya.
"Maafkan aku yang sudah mengaku BINTANG pada kalian?" Begitulah kata yang terucap dari stella sebelum ia lari meninggalkan melody dan jeje.
Yah, stella sudah termakan gelar queen. Sampai sampai ia kolot dengan semua ini.

***

Suasana gaduh dilapangan futsal mulai reda, hanya tersisa bintang yang sedang meratapi nasib.
Ia gagal dalam audisi ini, ia tak dapat menjadi king of the year tahun ini.
Terlebih dia memang mengakui kemampuan farel yang luar biasa, selain icon sekolah, farel juga merupakan anak dengan segudang kelebihannya, pandai bermain alat musik, pintar, friendly, baik dan tidak sombong.
Sementara bintang? Bintang cuma anak baru yang gak punya temen walau sudah hampir satu bulan.
Bahkan sekarang harapannya untuk didatangi teman baru saat mendapat gelar king sudah musnah, bahkan dia tak dapat simpati sedikitpun dari teman temannya.
Namun tiba tiba lamunan bintang hancur saat teringat wajah gadis kembar, dengan twintail serta perawakan chuby dan kekanak kanakan yang tadi bintang intip sedang tampil diaula setelah bintang kembali dari toilet. Dan kalau tidak salah dengar tadi namanya jeje, gadis yang katanya jago main alat musik dan menjadi topik perbincangan para pria pria di lapangan futsal tadi.
Tiba tiba muncul ide untuk berkenalan dengangannya yang kebetulan kelasnya bersebelahan dengan kelas bintang, dia anak bahasa 2 sementara aku bahasa 3.
Namun untuk awal penjajakan bintang ingin mengetahui wataknya dengan cara berkenalan lewat surat yang segera bintang tuliskan kala itu juga.
Tanpa fikir panjang bintang bergegas keluar dari lapangan dan pergi keaula yang ternyata sudah tak ada orangnya.
Segera bintang tersadar dan melirik jam tangannya.
"Sudah jam empat" batin bintang sambil tertawa geli. Dia baru sadar kalau lamunannya dari tadi cukup memakan waktu.

***

Hari rabu pagi yang ditunggu akhirnya tiba, bel istirahat yang dinanti pun berbunyi. Sontak semua siswa menghambur ke papan pengumuman, sementara melody terlihat sibuk mencari stella yang gak biasanya udah ilang waktu bel istirahat baru berbunyi, atau jangan jangan stella begini karna marah sama melody? Berbagai pertanyaan timbul dalam benak melo, dia merasa kecewa dengan posisi ini, namun dengan cara inilah agar anak eksul musik tidak direndahkan oleh ekskul lain terutama oleh ekskul dance dan teater. Tapi disisi lain melody gak pengen gara gara posisi seperti ini dia di benci sahabatnya, dia juga merasa takmampu lagi tersenyum palsu di depan orang orang demi menjaga pecintraannya.
"Kamu kenapa mel? Kok ngelamun terus dari tadi" jeje yang usai menyelesaikan novelnya segera memecah lamunan melody.
"Eh, enggak papa kok je, cuma agak bingung aja, kok aku gak ada liat stella yah?" Tergambar raut melody yang sedang menyembunyikan sesuatu dari jeje.
"Paling liat pengumuman, ayo gih kita kedepan juga? Mudah mudahan aku gak dapat peran" begitulah harapan jeje yang keluar dari dalam hatinya, sambil bangkit dan menarik tangan melody.

***

Sekilas melody melihat stella yang keluar dari kerumunan siswa siswa di depan papan pengumuman.
Namun belum sempat melody memberi tahu jeje, stella keburu naik ke lantai dua.
"Kok malah ngelamun lagi sih mel?" Jeje mencoba menggoyang goyangkan tangan melody yang dia genggam, dengan tujuan agar melody tersadar dari lamunannya.
"Eh iya, ayo cepat liat" begitu tutur melody sambil menarik jeje.
Melody mulai memandangi papan dengan seksama, mencari dua nama sahabatnya yang ternyata berperan sebagai black devil dan guardiant angel.
Yah, stella black devil dan jeje guardiant angel.
"Yah, kok stella jadi musuhku sih? Dan lawan mainku farel, sungguh pilihan yang sulit, harus musuhan sama sahabat sendiri, dan. . . ." Melody sengaja mengulur ulur ucapannya sambil menggoda jeje yang merangkul punggung melody.
"Dan apa coba?" Sontak tawa jeje terpecah, namun sebaliknya dengan melody yang terlihat mulai melamun lagi, "padahal yang biasanya suka ngolokin dan jodoh jodohin kamu sama farel kan stella je?"
"Udah, ayo kita naik aja, jangan galau terus, nanti king farel marah lo karna aku gagal menjagmu" melody dan jeje pun tertawa dengan riangnya sambil melangkahkan kaki menuju lantai dua aula sekolahnya, karena anak ada rapat untuk persiapan drama musikal.

Stella terlihat menyendiri, dia duduk seorang diri dikursi depan sambil membaca baca naskah drama yang dibagikan didepan aula tadi, melody terlihat menarik tangan jeje mendekati kursi stella, namun melody yang bermaksud ngobrol dengan stella malah di respon dengan sangat dingin, dimana malah membuat jeje menjadi jengkel dengan tindakan stella yang jeje anggap kekanak kanakan itu, "wah wah, kayanya tiga sahabat sejati sedang gk akur nih, abisnya ada musuh dalam selimut sih" ghaida pun tertawa puas melihat tiga sahabat itu saling bersikap dingin. Dimana tindakan ghaida yang dibarengi celotehan nabilah membuat jeje emosinya naik.
"Udah seneng sekarang kalian? Dapat teman bocah satu lagi?" Jeje pun menatap stella sinis
"Jeje, jangan ngomong gitu?"
"Masih aja ya mel kepalamu dingin? Kamu gak denger omongan bocah bocah ini? Kamu gak usah belain orang yang udah jelas gak percaya sama kamu?"
"Gimana mau percaya? Ngakunya sahabat, tapi bukannya bantuin malah nikung dari belakang, hahaha kasian stella ya bil?" Belum puas juga ghaida memanaskan suasana di aula itu.
"Bilang aja coba kalo sebenernya pengen jadi queen? Jadi kan gak perlu sok manis didepan sahabatnya" nabilah pun turut memanaskan suasana di aula itu
Hingga akhirnya jeje mulai murka, seorang jeje yang hobi membaca novel, main musik serta cuek itu seperti setan hitam, yang sontak membuat stella terperangah dan bergegas meninggalkan ruangan aula yang mulai dipenuhi siswa siswi itu.
Namun sebaliknya dengan melody, bersusah payang menahan dan menenangkan jeje yang ingin mencabik cabik ghaida dan nabilah.
Bukannya makin redup, tapi suasana malah bertambah parah saat si kembar yupi dan cindy turut menyalahkan ghaida dan nabilah yang dianggap ikut campur urusan orang itu.
Dan tanpa berlama lama lagi melody menarik jeje keluar ruangan disaat pertengkaran antara si kembar dan bocah makin serius, "eh anak kecil? Kamu gak tau diri yah? Udah baik baiknya aku belain eksul teater yang mereka anggap bisa kalah dengan ekskul musik kaya mereka" ghaida merasa berada di atas awan sekarang, terlebih saat yupi dan cindy mulai berfikir.
"Kira kira yang ngomng itu melody dan jeje atau dua kunyuk yah cin?" Dengan nada cuek yupi malah berbalik memanasi ghaida.
"Wah, gak tau juga tuh pi? Hahaha, tapi sudahlah, daripada kita cape nyerocos mending kita hafalan naskah" yupi yang mengiyakan kata kata cindy pun bergegas meninggalkan ghaida.

"Ih, dasar nyebelin! Berani beraninya dua anak kecil itu bilangin aku kunyuk, pokoknya kita harus buat agar mereka dan tiga sahabat itu hancur bil, gak mau tau gimanapun caranya"
*****

Tunggu next postnya, tinggal 1-2 post lagi udah selesai!

Dan ayo turut partisipasi? Request nama pemeran laki laki dan member yang ingin dilibatkan dalam ceritaku.

Reader yang baik selalu komen setelah baca.
Saya butuh kritik dan saran untuk perbaikan kedepannya.

Hari pertama (sonichi)

Stella, melody dan jeje. Tiga orang sahabat ini sedang sibuk mempersiapkan strategi untuk audisi QUEEN OF THE YEAR yang sedang diadakan sekolahnya, dimana project yang diselenggarakan antar ekskul musik, teater dan dance ini mencari sesosok perempuan yang multi talent untuk menjadi queen atau pemeran utama dalam drama musikal special hari jadi sekolahnya.

Selang beberapa menit dari perbincangan tiga sahabat ini, akhirnya bel sekolah berbunyi. Pertanda jam pelajaran berakhir.
Ruang kelas yang tadinya ribut karena jam pelajaran kosong, sekarang semakin tak terkendali, suara teriakan disana sini berkumandang, jeje yang tidak suka dengan suasana gaduh segera keluar dari kelas tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya yang lagi sibuk menyelesaikan catatannya.

"Eh, ada kutu buku" terdengar tawa diantara ghaida dan nabilah saat memaki jeje yang baru keluar dari kelasnya, namun tak ada perlawanan sedikitpun dari jeje. Dia tetap asik dengan novel yang ada ditangannya.
Terlihat tak mau menyerah, ghaida dan nabilah pun berlari melewati jeje dan berusa menjegalkan kakinya pada gadis berkaca mata dan berpipi chubby itu.
"Dasar bocah" tutur jeje sambil menurunkan novel dari jangkauan matanya. Lalu beralih melihat nabilah dan ghaida yang membentangkan kakinya menutupi jalan dikoridor.

"Kayanya gak bosen yah, kalian gangguin kita" terdengar suara lembut yang sangat keibuan dari belakang jeje, dan ternyata adalah melody yang ditemani stella
"Udahlah, jangan pedulikan kedua bocah ini" tanpa banyak omong jeje kembali berjalan dan sengaja menabrak kaki ghaida maupun nabilah yang menutupi jalan, lalu disusul stella dan melody.
"Eh sebentar" ujar stella lalu berbalik menghampiri dua orang yang sedang merengek kesal seperti bocah.
"Nih buat kalian, jangan nangis lagi yah?" Stella kemudian tertawa licik sambil memasukkan permen di saku kemeja dua bocah tadi, lalu berlanjut menyusul dua sahabatnya yang turut menikmati pertunjukan kecil itu.
"Dasar anak musik nyebelin!" Ghaida dan nabilah yang memang emosional terlihat kesal sekali melihat tingkah tiga sahabat yang dia anggak mengibarkan bendera perang itu, namun apa boleh buat, makian yang keluar dari mulut mereka berdua sungguh percuma, karena tiga sahabat it sudah menghilang di ujung koridor yang langsung menghadap pintu pagar.
"Sepertinya mereka sudah berani sama kita bil? Kita gak boleh tinggal diam" ucap ghaida emosi
"Lalu apa dong yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tenang aja bil? Aku ada rencana buat ngegagalin mereka audisi, kita lihat aja besok" ghaida tersenyum sinis pada nabilah yang justru bingung dan tak tau dengan ide licik di kepala ghaida.

***

Hari yang di tunggu akhinya tiba, semua siswi berbaju olah raga sudah berkumpul memenuhi aula. Mereka adalah wanita wanita yang memiliki tujuan sama, yaitu menjadi queen of the year tahun ini.

Begitu juga yang terjadi di lapangan futsal, bintang si anak baru yang belum punya teman itu terlihat memojokkan diri, namun dengan perasaan optimis dia pasti akan terpilih dalam drama musikal ini, yah walaupun bukan sebagai king of the year, setidaknya dia ingin membuktikan kalau teman itu akan berdatangan disaat dia lolos dari audisi ini.
Bersama gitar kesayangannya bintang akan membuktikan pada mereka yang sekarang sedang meremehkan dan menggunjingnya.

Sudah sekian menit bintang menahan buang air kecil, karna takut giliran dia tampil namun dia tidak ada di tempat, apa boleh buat, dengan badan bergetar dan menggeliat geliat karna menahan buang air, dia segera berlari ke toilet yang ada di lantai satu, karna kebetulan aula dan sport area di sekolahan ini berada diatas gedung sekolah atau lantai dua.

Perlahan bintang mendengar sayup sayup suara gitar dari dalam aula, dia penasaran dengan sesosok pemain gitar itu, namun karna dia sudah tak tahan ingin ke toilet, dengan terpaksa dia urungkan niat untuk mengintip kedalam aula.

***

Huuu, begitulah sorakan yang bergema didalam aula, para peserta lain bersorak riuh saat alunan gitar jeje berubah menjadi fals karna dua senarnya putus, dengan wajah dingin jeje segera menghentikan permainannya, dia tak menyesali ini semua, karna pada dasarnya dia tak pernah ada niat untuk mengikuti audisi ini.
Namun berbeda dengan stella, dia segera menghampiri cindy dan yupi yang mengurus soal peralatan untuk audisi ini, termasuk mempersiapkan alat musik serta audionya.
"Pasti ini semua ulah kalian yah? Aku tau kalian tak suka sama kita bertiga, kalian takutkan kita merebut kemenangan tahun ini?" Ujar stella dengan majah kesal.
Namun yupi dan cindy hanya membalasnya dengan tertawa.
"Kalo memang gak bisa main musik ya terima aja, buat apa coba kita berbuat curang? Toh kita kan tau pemenangnya bakalan anak teater lagi? Pemenang tiga tahun berturut turut" yupi dan cindy pun segera naik ke atas panggung karna dia peserta selanjutnya, cindy bergegas mengambil gitarnya dan sementara yupi mempersiapkan micnya untuk akustikan dengan cindy.

Sementara stella masih geram saat mengingat nasib mereka bertiga yang audisinya tidak berjalan dngan baik, dia mulai menerka nerka siapa dalang dibalik semua ini.
"Udah lah stel? Kamu gak usah emosi sama bocah bocah kaya gitu? Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" jeje dan melody pun tertawa riang, diikuti oleh stella yang turut tersenyum.
"Oyah, menurut kalian berdua, aku bakalan kepilih jadi queen apa enggak?" Pinta stella sambil melenggak lenggok kan badannya sambil tertawa.
"Pasti dong, yang penampilannya paling keren kan tadi kita bertiga aja, cuman karena kita berdua gk tampil maksimal, jadi otomatis kamu yang pantas jadi pemenangnya" candaan melody sketika memecah tawanya
Namun sebaliknya dengan stella yang terlihat kebingungan, namun berusaha tersenyum.
"Mohon perhatiannya anak anak, waktunya kita mengumumkan peran dan queen dalam drama musikal kita" terdengar suara miss yuni yang menggema di gedung aula dan sontak membuat suara siswa yang tadinya gaduh menjadi hening. "Dan, yang terpilih menjadi queen tahun ini bukan siswa umum, namun dari perwakilan ekskul. Penilaian ini sepenuhnya berdasarkan potensi dan daya tarik serta yang terbaik dari kalian semua, dan yang lebih mengejutkan lagi, ini sejarah baru sepanjang tahun. Bahwa yang menang dari ekskul musik. . ." Miss yuni memberikan jeda di ujung pengumuman yang sontak membuat melody memeluk kedua sahabatnya itu.
"Sepertinya kau memang yang terbaik stell?" Melody melirikkan pandangannya pada stella yang sedang gugup serta panas dingin.
"Wanita yang memiliki potensi besar itu adalah? Melody perwakilan dari ekskul musik, sekaligus queen pertama dari ekskul musik" suara tepuk tangan segera menggema, namun sebaliknya dari si saudara kembar cindy dan yupi, serta duo bocah ghaida dan nabilah.
Jeje bergegas memeluk melody "Selamat ya mel? Kamu perwakilan pertama kita" begitu tutur jeje sambil memeluk melody yang di sertai dengan stella memeluk di sampingnya.
"Melody, cepat naik keatas panggung" panggil miss yuni agar melody naik ke panggung
Tanpa basa basi melody melepas pelukan sahabatnya, dan bergegas lari ke atas panggun.
"Mel? Selamat yah?" Untuk kesekian kalinya kata it keluar dari mulut jeje yang disambut acungan jempol dari melody yg sedang berjalan menuju panggung.
"Mel? Melo? Melody?" Bergantian stella yang ingin mengucapkan selamat pada melody namun tak ada respon, melody tetap berjalan menuju ganggung.
Tersirat senyum terpaksa dari wajah stella, "selamat ya mel?" Batin stella yang mulai putus asa.
Stella tak tahan melihat pemandangan di atas panggung, dia merasa bahagi karna sahabatnya berhasil menjadi queen, namun ada setitik rasa iri di hatinya.
"Aku ke toilet bentar ya je?" Ijinku pada jeje dan bergegas kebawah.

"Bintang itu akan tetap bersinar walau ada mendung yang menutupi, keculi kalo ngakunya bintang, biar dimalam yang cerah juga gak bakal berisinar. Mengerti queen stella" tiba tiba kesunyian di toilet terpecah oleh tawa seorang gadis yang ternyata ghaida
"Ngomong apa sih loe?" Tanyaku dengan nada yang mulai naik
"Jadi begini queen stella, kalo yang aku dengar dari perbincangan kalian tadi, kurasa sudah jelas kalo potensimu itu jauh dibawah jeje dan melody, tanpa harus tampil maksimal aja dia bisa menang, apalagi kalau tampil maksimal?" Ghaida merasa sudah dapat mengendalikan stella, terlihat dari ekspresi stella yang seperti orang kebingungan dan berfikir keras. "Atau mungkin aja mereka terpaksa nerima kamu jadi sahabatnya? Sampe sampe melody gak ngerespon kamu waktu kau panggil? Itu karena dia terlalu senang menjadi queen jadi lupa deh sama sahabat payahnya" kembali ghaida tertawa menang
Namun stella mulai terlihat panas.
"Udah puas ngocehnya? Lagian kamu kerjaannya nguping terus yah? Mending urusin aja tuh hidup kamu?" Stella yang mulai terpancing emosi segera bergegas pergi sambil membanting pintu toilet. Sementara ghaida tertawa penuh kemenangan dan kembali mengikuti stella ke aula.

Namun langkah stella terhenti saat ia berada di pintu aula.
Entah kenapa perasaannya menjadi aneh saat melihat jeje dan melody bercanda dengan eratnya. Perlahan ia mendatangi jeje dan melody sambil memasang senyum yang terlihat terpaksa.
"Eh stel? Ketoiletnya lama banget?" Sapa melody waktu melihatku perlahan mendekati mereka. Belum sempat aku membalas tiba tiba ghaida menyerempetku dari belakang.
"Eh sori" ucapnya singkat lalu memeluk melody dan mengucapkan selamat padanya, di lanjutkan memeluk jeje dan kemudian aku.
"Kalau mau curhat, aku siap jadi pendengar yang baik queen stella?" Bisik ghaida lirih didekat telingaku.
Perlahan ia menarik telapak tanganku dan menyelipkan selipat kertas lalu pergi begitu saja.
Pandanganku beralih pada melody dan jeje yang menatapku lekat lekat?
"Kayanya ghaida ngasih sesuatu ke kamu stel?" Tegas melody yang sontak membuatku keringat dingin.

Aku memang tak tau apa isi kertas ini, namun aku takut ini hanya jebakan si bocah it.

****
Tunggu next post yah?